Love Me Please, Uncle Sam

Love Me Please, Uncle Sam
Dendam



Dua jam sebelum pernikahan...


Setelah lima tahun mendekam di penjara, Felisya akhirnya bisa menghirup udara bebas. Begitu keluar dari kantor polisi Felisya segera pulang ke rumahnya, di sana sudah ada Victor yang menunggunya. Victor bebas setengah tahun lebih cepat dari Felisya karena pria itu kooperatif selama masa sidang sehingga Victor hanya mendapatkan hukuman empat setengah tahun penjara.


Namun kebencian rupanya sudah mendarah daging di tubuh Felisya, wanita itu tak bisa melupakan kebenciannya pada Sam dan Zea. Dia tidak terima harus mendekam di penjara sementara Zea dan Sam hidup bahagia. Apalagi Feli tau mereka sudah memiliki anak.


"Untuk apa kau datang kemari kalau kau sudah tidak mau membantuku lagi Victor?' ucap Feli ketus, semenjak keluar dari penjara Victor memang sering menjenguk Feli, namun pria itu selalu menolak saat Feli menyuruhnya untuk memata-matai Sam dan keluarganya sehingga Feli menyuruh orang lain untuk mengawasi Sam dan Zea.


"Aku hanya ingin menyambutmu Fel!" jawab Victor.


"Pergilah, aku muak melihatmu!"


"Oke aku akan pergi! Hubungi aku kalau kau memerlukan sesuatu!"


Victor lalu pergi dari rumah Feli, namun dia tidak benar-benar pergi dan memilih menunggu di dalam mobilnya yang terparkir tak jauh dari rumah Feli. Entah mengapa Victor merasa takut Feli akan melakukan hal-hal di luar batas.


Sesuai dugaan Victor, setelah melihat berita tentang pernikahan Clara dan Daniel, Felisya menyeringai dan merencanakan sesuatu. Wanita itu lalu keluar rumah dan mengendarai mobilnya. Victor tak ingin tertinggal, pria itu segera membuntuti mobil Feli dari belakang.


Victor semakin bingung saat mobil Feli berhenti di lobby hotel. Namun kebingungan Victor terjawab sudah saat dia melihat foto Clara dan Daniel yang terpajang di lobby hotel.


"Jangan nekat Fel, aku mohon," gumam Victor dengan perasaan cemas.


Belum sempat Victor keluar dari mobilnya, Feli kembali melajukan mobil dan meninggalkan hotel membuat Victor merasa sedikit lega. Namun pria itu kembali di buat cemas saat Feli memarkirkan mobilnya di dekat pintu keluar hotel. Victor tak bisa berbuat apapun selain menunggu apa yang akan di lakukan Felisya.


Malam semakin larut, dari kejauhan Victor seperti melihat Samuel mengendarai mobilnya keluar dari hotel. Dan benar saja, Felisya langsung tancap gas dan mengikuti mobil Samuel. Victor tak ingin melihat Feli berbuat nekat, dia juga mengikuti mobil Feli dari belakang. beberapa saat kemudian mobil Sam berhenti di minimarket, Victor mendahului mobil Feli dan berniat menghentikan rencana apapun yang sedang Feli pikirkan. Victor keluar dari mobil dan melihat Sam dan salah satu putranya menyeberangi jalan, perasaan Victor seketika tidak karuan. Pria itu lalu ikut menyeberang tanpa di ketahui oleh Sam maupun Zea.


Dan yang Victor takutkan benar-benar terjadi, saat Sam kembali menyeberang, Victor melihat Feli kembali menghidupkan mobil dan melaju dengan cepat ke arah Sam dan putranya.


"Fel, aku mohon jangan lakukan itu!"


Melihat mobil Feli yang semakin dekat, Victor berlari ke tengah jalan yang mendorong tubuh Sam menjauh, namun Victor tak sempat menghindar dan....


Braaaaakkkkkkk......


Tubuh Victor sempat melayang sebelum akhirnya terjatuh di atas aspal, entah apa yang di pikirlan oleh Victor sehingga dia menyelamatkan Sam, pria itu hanya ingin Feli berubah dan menyadari betapa dia sangat peduli pada Felisya. Sementara itu Sam jantuh tersungkur sambil memeluk putranya, dia begitu terkejut dan untung saja dia tak terluka.


"Samuel!"


Teriakan Zea menyadarkan Sam apa yang baru saja terjadi, pria itu lalu berdiri dan menggendong Nicho. Sam kembali di buat terkejut saat melihat Victor tergeletak di tengah jalan dengan kondisi yang mengenaskan, darah keluar dari kepala serta anggota tubuh lainnya.


"Victor," pekik Sam tertahan, pria itu lalu duduk di dekat tubuh Victor. "Kenapa kau menyelamatkanku?" tanya Sam tak mengerti.


"A-aku ing-ingin mene-bus kesalahanku," ucap Victor tertatih.


Zea yang panik lalu menyusul ke tengah jalan, dia juga begitu terkejut melihat kondisi Victor.


"Sayang cepat hubungi ambulan!" ucap Sam dan segera di angguki oleh Zea.


"S-sam, tolong ma-maafkan Feli!"


"Jangan banyak bicara dulu, simpan energimu Victor. Ambulan akan segera datang."


"Tolo-ng maaf.....


"Victor!!!


BERSAMBUNG...