
Dua hari sejak Zea dan Sam tiba di California, mereka menempati rumah masa kecil Sam yang masih terlihat bagus meski selama bertahun-tahun tidak di huni oleh siapapun. Sam mengajak Zea berkeliling di rumah yang cukup besar itu, ada empat kamar tidur, dapur dan ruang keluarga, di halaman belakang juga ada kolam renang dan tanah kosong yang dulu di pakai momy Elisha untuk menanam bunga.
"Wah sepertinya di kolam ini lah mama salah paham pada kak Zean," ucap Zea sambil duduk di kursi yang berada di dekat kolam renang.
"Apa maksudmu Ze?" tanya Sam tak mengerti.
"Ah, itu kisah mama dan mendiang kakakmu yang di tulis dalam sebuah novel oleh teman mama. Aku sudah membacanya beberapa kali dan ada part dimana mama menyusul kak Zean ke California dan mama salah paham karena kak Zean bersama mantan pacarnya," jelas Zea panjang lebar.
"Oh ya. Dimana aku bisa membacanya?"
"Teman mama menulis novelnya di aplikasi Noveltoon. Kau cari saja Lara Cintaku karya aunty Astuty Nuraeni. Ceritanya sangat detail, dari mama berusia 14 tahun sampai mama kehilangan kak Zean, aku sampai menangis saat membaca episode terakhir di mana kak Zean meninggal!"
"Oh ya. Aku akan membacanya saat senggang!"
Keduanya lalu melanjutkan home tour, namun Zea merasa ada yang salah dengan perutnya, dia merasa mulas namun bukan mulas saat dia ingin buang air besar. Rasa mulas itu datang dan pergi dan seiring waktu rasa sakitnya semakin terasa.
"Uncle, sepertinya aku akan melahirkan," pekik Zea seraya memegangi perutnya.
"Me-melahirkan? Sekarang?" Sam tiba-tiba panik dan gugup.
"Sakit sekali," Zea mengaduh, dia tak kuat lagi berdiri, dia duduk di kursi dan cairan bening keluar dari pangkal pahanya. "Katubannya pecah," teriak Zea panik.
"Bertahan sayang! Kita ke rumah sakit sekarang!" Sam menggendong Zea karena Zea sudah tidak sanggup berdiri apalagi harus berjalan. Sam mendudukan Zea dengan hati-hati, dia tak perduli lagi meski bajunya basah terkena air ketuban, yang dia pikirkan sekarang adalah sampai ke rumah sakit dengan selamat.
Selama perjalanan menuju rumah sakit Zea merintih kesakitan, Sam tidak tega melihat istrinya kesakitan, sesekali Sam mengusap perut Zea yang terasa sangat kencang.
"Tenang Sam, kau harus tenang dan mengemudi dengan aman! Ah Rama, ya aku harus menghubungi Rama!" Di saat lampu merah Sam meraih ponselnya dan menghubungi Rama.
'Ada apa uncle?" tanya Rama setelah telefon tersambung.
"Sepertinya Zea akan melahirkan. Aku tidak bisa membawanya ke rumah sakitmu Ram, aku akan membawanya ke rumah sakit terdekat. Kau datanglah kemari dan bawa pendonor darah itu!" jelas Sam dengan suara panik.
Sepuluh menit kemudian Sam tiba di rumah sakit, dia keluar dari mobil dan menggendong Zea sambil berteriak minta tolong di depan UGD rumah sakit, tak berselang lama dua orang perawat keluar sambil mendorong brankar.
"Istri saya mau melahirkan," ucap Sam, dia lalu membaringkan Zea di atas brankar dorong tersebut
"Baik tuan!"
Sam berlari mengikuti Zea masuk ke dalam ruang bersalin, setelah memakai baju steril dari rumah sakit, Sam akhirnya di izinkan masuk untuk menemani istrinya melahirkan.
"Dok, istri saya memiliki golongan darah Rh null, tolong selamatkan istri saya,"ujar Sam seraya menggenggam tangan Zea.
"Rh null? Apa anda sudah menemukan pendonor untuk jaga-jaga?" tanya dokter yang akan membantu Zea bersalin.
"Sudah dok, mereka dalam perjalanan kemari!"
"Uncle, aku tidak kuat. Rasanya sangat menyakitkan!!" Zea berteriak menahan sakit yang datang silih berganti, apalagi dia merasakan sesuatu yang berusaha mendorong keluar dari tubuhnya.
"Tahan sayang. Kau pasti bisa!"
"Sakit!"
Zea mengejan sesuai arahan dokter, sesekali wanita itu berhenti dan beristirahat. Namun tekanan di dalam perutnya semakin besar, dia merasa bayinya mendesak untuk cepat keluar. Dia kembali mengejan dengan sendririnya dan..
Oek...
Oek..
BERSAMBUNG...