Love Me Please, Uncle Sam

Love Me Please, Uncle Sam
Kesedihan Zea



Indhi memutuskan membawa Zea ke rumah mereka setelah Zea di izinkan pulang. Bukan tanpa alasan, Indhi merasa ada sesuatu yang aneh dengan pernikahan putrinya, dan sepertinya Sam juga tidak terlalu perduli dengan putrinya. Terlintas sedikit penyesalan karena Indhi menerima tawaran perjodohan yang Elisa berikan.Indhi pikir jika menikahkan Zea dengan pria yang di cintainya maka hidup Zea akan bahagia, namun sepertinya Indhi salah. Setelah menikah, Zea lebih banyak diam dan matanya di liputi kesedihan.


"Untuk sementara Zea tinggal di rumah mama dulu ya," ucap Indhi setelah membantu putrinya berbaring di atas tempat tidur.


"Tapi ma.."


"Tidak ada tapi-tapian. Sam juga kelihatannya sibuk, biar mama yang merawatmu sampai kamu pulih, setelah itu kamu bisa pulang ke rumah suamimu!" Indhi hanya ingin tau seberapa peduli Sam terhadap istrinya, Indhi ingin memastikan jika apa yang ada di pikirannya hanyalah sebuah prasangka saja. Indhi mengenal Sam dengan sangat baik, selama ini juga Sam sangat peduli terhadap Zea, jadi semoga saja apa yang Indhi pikirkan salah.


"Sekarang Zea istirahat ya, mama buatkan bubur untuk Zea," Indhi mengecup kening putrinya, dia lalu keluar dari kamar dan pergi ke dapur untuk memasak.


Sementara di kamar Zea merasa tidak tenang, dia yakin jika mamanya merasakan sesuatu yang aneh dengan pernikahannya. Zea lalu meraih ponselnya dan mengirim pesan untuk Sam.


'Uncle, Zea di rumah mama. Tolong jemput Zea saat uncle tidak sibuk!'


Zea kembali menaruh ponselnya karena dia tau Sam tidak akan pernah membalas semua pesannya sama seperti hari-hari sebelumnya. "Semoga saja uncle datang," Zea berdoa di dalam hati, sebelum akhirnya gadis itu terlelap dalam angan yang di penuhi sebuah harapan.


Sementara itu, Sam sudah berada di apartemen Felisya. Setibanya Sam di sana, wanita itu langsung menghambur ke dalam pelukan Sam sambil menangis tersedu-sedu. Tak ada yang bisa Sam lakukan selain memeluk tubuh Felisya yang tampak bergetar, pria itu mengusap lembut kepala wanita yang dia cintai.


"Tenang Fel, aku di sini," ucapnya dengan begitu lembut.


Saat Felisya tak lagi menangis, Sam melepaskan pelukannya, pria itu memegangi kedua lengan Felisya dan menatapnya dengan intens. "Apa yang terjadi Fel?" tanyanya kemudian.


"Entah Sam, saat aku pulang joging pintu apartemen terbuka dan apartemenku sudah berantakan. Semua uang cash dan perhiasanku hilang."


"Kau sudah memeriksa CCTV?"


"CCTV?" ulang Felisya dengan ekspresi wajah yang aneh. "Be-belum Sam."


"Kita lapor polisi sekarang!"


"Kenapa? Ini kriminal Fel, kita harus lapor polisi!"


"Aku sangat takut. Aku akan mengikhlaskannya Sam!"


"Tidak bisa begitu Fel, kita harus membuat pencuri itu jera! Kau tunggu di sini sebentar, aku akan ke ruang keamanan untuk memerikaa CCTV!" Sam keluar dari apartemen Felisya dan pergi menuju kantor keamanan. Setelah melaporkan apa yang terjadi, Sam di perbolehkan untuk memerikaa CCTV bersama petugas keamanan.Dari apa yang terekan di monitor, terlihat jelas seorang pria masuk secara paksa ke dalam apartemen Felisya, namun karena pria itu memakai jaket hitam, topi hitam serta masker hitam, jadi Sam tidak tau siapa pelakunya.


"Aneh sekali, kenapa dia mudah sekali mencongkel pintu apartemen itu?" ucap salah seorang petugas yang memeriksa CCTV bersama Sam.


Namun Sam tidak menghiraukannya dan memilih kembali ke apartemen Felisya. Saat dia keluar dari lift, dia menerima pesan dari Zea yang mengatakan jika Zea akan menginap di rumah Indhi dalam beberapa hari ke depan.


Sam tidak menghiraukan pesan tersebut, dia malah menghampiri Felisya yang sedang duduk di sofa, Sam lalu duduk di samping Felisya, namun tiba-tiba wanita itu kembali memeluknya.


"Bagaimana Sam, apa pelakunya terlihat jelas?" tanyanya pelan.


"Wajahnya tidak kelihatan karena memakai masker, tapi jelas pelakunya seorang pria!"


"Aku sangat takut Sam, bagaimana kalau dia datang lagi," Felisya semakin mempererat pelukannya, wanita itu lalu kembali menangis.


"Apa kau tidak punya saudara di sini?" tanya Sam dan Felisya hanya menggeleng.


"Mungkin aku akan mencari kontrakan dan tinggal di kontrakan untuk sementara," ujar Felisya sedih.


"Tapi mencari kontrakan yang cocok pasti butuh waktu Fel."


"Apa aku boleh tinggal di rumahmu dalam beberapa hari ke depan?"


BERSAMBUNG...