Love Me Please, Uncle Sam

Love Me Please, Uncle Sam
Siapa dalangnya?



Dua hari telah berlalu, polisi masih menyelidiki kasus sabotase yang menimpa restoran Sam, selama dua hari itu pula semua cabang restoran Sam tutup. Sam nampak gelisahh, dia mengkhawatirkan nasib ratusan karyawannya namum dia tak bisa berbuat apa-apa karena penyelidikan masih berlanjut.


Setelah berdiskusi dengan keluarga dan pengacaranya, Sam terpaksa memberhentikan semua karyawannya, dia memberikan pesangon kepada mereka semua. Meski sedih, namun Sam harus melakukannya agar karyawannya bisa mencari pekerjaan baru lagi.


Sam mengucapkan banyak terima kasih kepada mereka semua, apalagi di antara mereka adalah karyawan yang sudah puluhan tahun mendedikasikan hidup mereka untuk bekerja di restoran Sam.


"Tuan Sam, tolong panggil kami lagi setelah masalah ini selesai," ucap salah satu karyawan senior.


"Hem. Maafkan saya karena tidak bisa mempekerjakan kalian lagi, semoga kalian mendapatkan pekerjaan yang lebih baik!"


Selama dua hari ini Sam merasa begitu lelah, dia harus bolak-balik ke kantor polisi untuk memberikan keterangan, dia juga harus mengajar. Untung saja masalah pesangon karyawan di bantu oleh Zea, Daniel dan Clara sehingga bebannya tidak terlalu berat.


Di hari ketiga Sam memutuskan cuti dari kampus, dia dan Zea akan pergi ke perusahaan tempat Victor bekerja untuk meminta maaf atas insiden yang terjadi meski semua itu bukan kesalahan dari Sam, namun Sam merasa harus meminta maaf kepada semua karyawan yang mengalami keracunan.


Sebelum menemui karyawan, Sam dan Zea terlebih dahulu menemui pemilik perusahaan. Kedatangan Sam dan Zea tak di sambut ramah oleh pemilik perusahaan, pria paruh baya itu begitu kesal karena gara-gara insiden itu perusahaannya merugi.


"Kalian tidak perlu datang lagi, saya sangat kesal melihat kalian. Gara-gara kalian saya rugi ratusan juta!" omel pemilik perusahaan dengan kasar.


"Sebelumnya saya datang hanya untuk meminta maaf meski saya yakin juka insiden dua hari yang lalu bukan kesalahan restoran saya karena saya dan istri juga makan katering bok yang sama dengan karyawan anda. Namun karena kedatangan kami sepertinya membuat anda kesal jadi kami akan pergi. Tapi sebelum kami pergi bisakah kami menemui Victor, ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan mengingat Victor adalah orang yang merekomendasikan restoran saya!" jawab Sam tanpa gentar, dia yakin dia tak salah dan oleh sebab itu dia harus berani menghadapi masalah ini.


"Sudah dua hari Victor tidak bekerja, mungkin dia masih sakit!"


Sam dan Zea segera pergi ke alamat yang di berikan oleh pemilik perusahaan, namun mereka terkejut karena ketika mereka tiba di sana mereka tak asing dengan rumah yang ada di alamat tersebut.


"Sayang, aku tidak salah kan?" tanya Sam sambil memeriksa secarik kertas bertuliskan alamat.


Zea meraih kertas tersebut dan mencocokannya dengan rumah di depannya. "Banar uncle ini alamatnya, tapi bukannya ini rumah bu Felisya?" Zea menatap suaminya dengan wajah kebingungan, mungkinkah ini sebuah kebetulan atau memang semuanya sudah di rencanakan.


"Tunggu di sini, aku akan turun dan mencari tau!"


Zea mengangguk patuh, wanita hamil itu menunggu di mobil sambil terus mengawasi Sam. Tak lama kemudian Sam kembali ke dalam mobil dengan wajah emosi.


"Bagaimana uncle?" tanya Zea dengan hati-hati, dia melihat jelas Sam sedang menahan emosinya.


"Sepertinya aku tau siapa dalang di balik semua ini Ze," ujar Sam dengan rahang mengatup.


"Siapa?"


"Felisya!!"


BERSAMBUNG...