Love Me Please, Uncle Sam

Love Me Please, Uncle Sam
Hubungan rumit



Seminggu sudah sejak kejadian malam itu, malam dimana Clara mencium Daniel di depan mata Dave..Sejak kejadian itu, Clara dan Daniel belum lagi bertemu atau lebih tepatnya Clara menghindari Daniel karena merasa malu, entah apa yang dia pikirkan malam itu sampai-sampai dia mencium Daniel dan mengakuinya sebagai kekasih.


"Aisssh, sungguh memalukan!" kata-kata itu yang selalu keluar dari mulut Clara setiap dia mengingat kejadian malam itu. Namun terkadang pipinya merona saat mengingat ucapan Daniel jika dia boleh memanfaatkan pria itu kapan saja.


"Apa maksudnya?"


"Apa dia menyukaiku?"


"Tidak mungkin!"


Namun hari ini sepertinya Clara tak bisa menghindari Daniel karena Zea mengundangnya menghadiri acara launching menu baru di restoran Sam dan sudah dapat di pastikan Daniel berada di sana.


Dan benar saja, bukan hanya Daniel, bahkan Dave juga menghandiri acara yang di adakan di salah satu restoran Sam. Kecanggungan jelas sekali di antara Dave dan Clara, mereka bahkan tak bertegur sapa seperti biasanya dan membuat Zea merasa aneh, kenapa kedua sahabatnya terlihat saling menghindar .


Sementara itu Daniel menyadari jika Clara menghindarinya sejak malam itu, Clara juga tidak pernah membalas pesan yang Daniel kirimkan. Daniel memutuskan akan menemui Clara setelah acara selesai.


Acara berlangsung dengan lancar, banyak pengunjung menyukai menu sarapan yang Daniel buat, karena tak hanya menu sarapan ala luar negeri, Daniel juga menyertakan sarapan ala Indonesia seperti bubur ayam, nasi uduk dan ketupat sayur tentunya dengan sedikit modivikasi agar menu-menu tersebut terlihat berbeda dengan yang di jual di tempat lain. Tak sedikit dari pengunjung yang merasa cocok dengan menu tersebut, mereka bahkan membantu mempromosikan di akun sosial media mereka.


Setelah acara selesai, Sam dan Daniel mengajak tamu undangan untuk mencicipi menu baru mereka. Zea sibuk memilih beberapa menu sementara Clara memilih Taco karena dia juga sangat menyukainya.


"Apa itu Ra?" tanya Zea sambil melihat isi piring Clara.


"Taco," jawab Clara sambil tersenyum, dia memang sengaja tidak sarapan di rumah agar bisa makan Taco buatan Daniel.


"Apakah enak?" Zea mulai penasaran.


"Sangat enak, aku sudah mencobanya dan rasanya bikin ketagihan," jawab Clara tanpa sadar.


"Sudah pernah mencobanya? Kapan?" selidik Zea dengan tatapan penuh tanya.


"Eh itu, apa. Hmm. Maksudnya aku pernah makan di tempat lain dan rasanya enak, jadi aku pikir ini juga akan enak," jawab Clara gelagapan, bisa-bisanya dia keceplosan seperti itu.


"Oh," Zea pura-pura percaya karena sepertinya Clara belum mau menceritakan yang sebenarnya.


Selesai mencicipi menu baru, Clara pamit pulang karena merasa tidak nyaman berada di tempat yang sama bersama Dave. Melihat Clara pergi Dave segera mengejar Clara, hal itu tak lepas dari perhatian Zea, wanita hamil itu ikut keluar karena dia yakin terjadi sesuatu di antara mereka berdua.


"Tunggu Ra!" ucap Dave menahan Clara.


Clara menghentikan langkahnya lalu berbalik sehingga mereka saling berhadapan. "Ada apa Dave?" tanya Clara malas.


"Apa kau menghindariku?"


Clara memutar bola matanya malas. "Ya, apa ada masalah?" jawab Clara terang-terangan.


"Tapi kenapa Ra? Apa salahku?"


"Kau tidak salah Dav, aku hanya merasa canggung berada di dekatmu sekarang! Seharusnya sejak awal kau tidak perlu tau kalau aku menyukaimu, tapi kau malah bertanya padaku dan menyuruhku berhenti menyukaimu. Apa kau pikir setelah kejadian itu aku bisa bersikap biasa saja? Tidak Dave, aku tidak bisa!" Clara menjawabnya dengan suara meninggi, dia sangat kesal jika mengingat kejadian malam itu dimana Dave memintanya untuk berhenti menyukainya.


Dave mengacak rambutnya dengan kasar, dia juga merasa bersalah pada Clara atas kejadian itu. "Apa itu artinya kita tidak bisa berteman lagi?" tanya nya dengan wajah sedih.


Zea yang sejak tadi menguping pembicaraan mereka lalu menghampiri kedua sahabatnya. Dia merasa perlu ikut campur karena menyangkut hubungan tang sudah mereka jalin sejak kecil.


"Apa ada apa sebenarnya? Kenapa kalian seperti ini?" tanya Zea seraya menatap kedua sahabatnya secara berhantian.


"Tanyakan saja pada temanmu itu," sahut Dave sambil menunjuk Clara dengan dagunya.


"Jelaskan ada apa Ra?" Zea menatap Clara sambil menunggu jawaban apa yang keluar dari mulut sahabatnya.


Clara menghela nafasnya dengan kasar. "Entah dari mana Dave mengetahui kalau aku menyukainya, tiba-tiba dia datang ke rumahku dan menyuruhku untuk melupakan perasaanku. Dan hari ini dia marah karena aku menghindarinya Ze. Dia itu pria yang sangat egois!" jawab Clara dengan jujur.


"Benar begitu Dave?" tanya Zea memastikan.


Dave mengangguk pelan. "Tapi aku hanya menyuruhnya untuk berhenti menyukaiku, bukan menghindariku!"


Zea akhirnya mengerti permasalahan di antara kedua sahabatnya itu. Itulah mengapa Zea memilih diam meski dia tau jika Dave menyimpan perasaan untuknya. Zea tidak ingin hal seperti ini terjadi.


"Beri Clara waktu Dave, dia menghindarimu bukan karena membencimu, dia hanya merasa canggung!"


"Canggung? Kenapa harus merasa canggung sementara dia sudah memiliki kekasih? Atau dia hanya pelampiasanmu saja Ra?"


"Aku bahkan rela meski hanya di jadikan pelampiasan oleh Clara!"


Semua orang menoleh dan terkejut melihat Daniel yang tiba-tiba datang dan merangkul Clara di depan Dave dan Zea. "Bukan maksudku untuk ikut campur, tapi sebagai seorang pria sikapmu sudah sangat keterlaluan Dave!" ucap Daniel dengan sorot mata tajam.


"Keterlaluan katamu?" balas Daniel tak terima.


"Clara bahkan tidak mengungkapkan perasaannya padamu, seharusnya kau tidak perlu bertanya pada Clara tentang perasaannya. Seharusnya sebelum bertindak kau harus memikirkan perasaan Clara dan nasib persahabatan kalian. Tapi apa yang kau lakukan justru sebaliknya. Kau melukai harga diri Clara sebagai seorang wanita!"


"Sudah Dan, ayo kita pergi," Clara mencoba melerai, gadis itu menahan lengan Daniel dengan gemetar. Daniel lalu menatap tangan Clara sekilas dan menggenggam nya dengan erat. Tanpa berpamitan Daniel menarik tangan Clara dengan pelan dan meninggalkan kedua orang yang masih terpaku di tempat mereka.


Setelah cukup jauh dari Dave dan Zea, Clara melepaskan tangannya dengan paksa. Daniel menoleh dan menatap.


"Terima kasih karena sudah membantuku, tapi tolong jangan terlalu baik padaku. Aku tidak mau salah paham dengan semua kebaikanmu Dan," ujar Clara dengan mata berkaca-kaca.


"Kalau begitu aku tidak keberatan jika kau salah paham!"


"Please Daniel!"


Daniel kembali meraih tangan Clara dan menggenggamnya. "Bukankah sudah aku bilang manfaatkan aku kapanpun kau mau!"


"Tidak Dan, aku tidak mau berharap lebih padamu. Soal hutang ku, aku akan segera melunasinya, tapi setelah ini anggap saja kita adalah orang asing!" ya Clara memilih menjauhi Daniel karena dia tidak ingin merasakan patah hati lagi, dia tak ingin menyukai Daniel suatu saat nanti. Dia takut Daniel hanya menganggapnya sebagai seorang teman. Clara lalu berbalik dan melangkahkan kakinya meninggalkan Daniel, tekadnya sudah bulat. Dia akan melupakan perasaannya pada Dave tanpa bantuan siapapun.


"Aku menyukaimu!!"


BERSAMBUNG...