Love And Despair

Love And Despair
Kamu Adalah Teman Terbaik Ku



Kembali ke waktu Dimana sanjiwara Eri terbongkar


aku mencoba bangkit dan berdiri dengan sekuat tenaga. Aku tidak mengira kalau Eri memiliki tenaga sekuat ini. aku terus saja memegangi perut bagian samping ku karena merasa sangat sakit.


“Seperti yang bisa diharapkan dari cowok tercinta ku” Eri tersenyum lebar


“Btw, dari mana kamu bisa tahu kalau aku sedang berpura-pura?” tanya Eri


“Entahlah… mungkin karena aku pemeran utamanya” kata ku percaya diri


“Hem… biar kutebak. Pasti tiga cewek itu kan kasih tahu kamu” kata Eri yakin


“Mungkin aja…” jawab ku ragu


Ditengah percakan kami, aku menyadari bahwa Anita sedikit demi sedikit mulai sadar. Aku mengulur waktu selama mungkin untuk membiarkan Anita sadar sepenuhnya dengan mengajak Eri terus berbicara.


“Kenapa kamu melakukan ini pada Anita Padahal kamu anak yang baik kan?!” tanya ku ragu


“Aku sebenarnya tidak ingin melakukan ini… tapi kamu memaksa ku” kata Eri sedih


“Hah? apa maksud mu?” tanya ku


“Jika saja Evan enggak macam-macam dengan berpacaran dengan cewek ini… aku gak bakalan melakukan hal ini~” kata Eri sedih


“Kamu udah punya aku… kenapa masih memikirkan cewek ini?” tanya Eri


“Aku sudah pernah bilang sama kamu kan. Aku Cuma mengangapmu sebagai adik ku, gak lebih. Yang ku cintai itu hanya Anita” jawab ku


“PADAHAL AKU SUDAH MELAKUKAN APAPUN UNTUK MU…tapi kenapa! Kenapa Kamu masih memilih dia? Apa kekurangn ku? apa bagusnya dia?” tanya Eri histeris


Tiba-tiba Anita menggerakan kepalnya mundur hingga menghantam perut Eri. Eri yang terkejutpun terjatuh hingga tersungkur. Meskipun begitu, Anita mendapatkan luka dari tindakannya yang ceroboh itu. Lehernya tergores hingga mengeluarkan darah.


“Cih! Dasar cewek sialan!” Eri bergegas bangun


Aku pun dengan sigap berdiri didepan Anita yang sedang tergeletak dilantai dengan kursi terikat. Aku tidak yakin bisa mengalahkan Eri yang sedang membawa senjata tajam. Sebisa mungkin aku harus menghindari semua serangnnya agar aku tidak mendapat luka fatal.


“Jangan kira karena aku mencintai mu, aku gak bisa melukai mu ya~” kata Eri kesal


Eri berlari kearah ku dengan nafsu melukai ku, aku pun mencoba menghentikan Eri dengan sekuat tenaga. Namun saat dia sampai di depan mata ku, tiba-tiba dia berhenti dan mengayunkan cutter miliknya ke arah perut ku. sontak aku pun langsung menghindar, untungnya dia hanya merobek baju ku saja.


Eri tersenyum menikmati ini, dia terus-terusan mengayunkan cutter miliknya kepadaku. Permainan tangan yang lihai mendominasi pertarungan ini. aku dibuat kewalahan oleh Eri, yang bisa kulakukan untuk saat ini hanyalah menghidari setia ayunan dan tusukan yang mengarah langsung padaku.


Setelah aku berhasil menghindari semua serangan Eri, aku melompat mundur dan menjaga jarak dengannya. Eri terlihat sangat kesal dan juga kelelahan. Meskipun tenaganya sangat kuat, namun dia tetaplah seorang gadis biasa. Dia pasti memiliki stamina yang terbatas. Aku memanfaatkan kondisi ini, aku melancarkan serangan tiba-tiba hingga membuatnya terkejut. Dengan usaha keras akhirnya aku dapat memegang kedua tangan Eri. Namun Eri malah tersenyum hingga membuat ku kaget sekaligus lengah.


“Hehe…” Eri tersenyum lebar


“Sial! Aku kepancing!” kata ku terkejut


Eri mengayunkan kakinya ke atas dengan sangat keras dan menendang dagu ku hingga membuatku melepaskan pegangan tangan kanan ku yang memegang tangan kiri Eri. Eri pun melempar cutter-nya ke tangan kirinya lalu menusuk paha ku. setelah itu dia menendang perut ku dengan keras hingga terjatuh.


“Uhuk…! Uhu…!” aku memegangi perut ku


Paha ku terasa sangat sakit karena tusukan tadi. darah keluar dari cenala ku dan menyebar disekitar area yang terluka. Setelah selesai dengan diriku, kini giliran Anita yang akan diserang oleh Eri. Eri berjalan perlahan kearah Anita yang sedang tergeletak di lantai dengan tangan terikat di kursi kayu.


“Evan sayang~ kamu tunggu disutu dulu ya aku ada urusan bentar sama cewek ini” kata Eri memainkan cutter-nya


“Sekarang… akhirnya kamu bisa benar-benar mati!” Eri mengarahkan cutter-nya pada Anita