Love And Despair

Love And Despair
Memperingati Hari Kartini



Setiap sudut ruang kelas di dekor dengan hiasan bernuansa kraton yang menambah kesan historis pada acara Kartinian di sekolah ku. Sepanjang lorong di hiasi balon warna-warni. Beberapa kelas membuka stand makanan dan minuman untuk melengkapi acara tahunan ini.


Grup band yang di bentuk oleh sekolompok siswa juga turut memeriahkan panggung megah yang ada di tengah lapangan sekolah. Acara yang begitu meriah dan penuh kesenangan ini mewarnai sekolah ku dalam memperingati hari Kartini. Untuk dres code-nya Setiap siswa dan guru diwajibkan menggunakan baju batik.


Meskipun acara di luar kelas begitu meriah, namun berbeda dengan dua orang ini yang


tidak begitu tertarik dengan acara Kartinian ini. Mereka malah sibuk bermain hp di dalam kelas. Entah mengapa pasangan unik ini selalu membuat ku tertarik.


“hei mesum, minta hostpot dong~” kata Siska angkuh


“boleh” jawab Budi pendek


“dasar gak modal” pikir Budi


“kamu pasti mikir aku gak modal kan?” Siska sedikit kesal


“e enggak kok~” Budi mengelak


“cih, dasar cewek indigo” pikir Budi


“apa? Sekarang kamu lagi memaki aku di dalam otak mesum mu itu kan?” Siska menebak


sambil bermain dengan hp-nya


“sumpah! Enggak kok~ percaya dikit sama aku lah…” Budi mulai was-was takut Siska


mengamuk


“hem… dah cepat, buruan apa password-nya?” Siska maksa, wajahnya terlihat sangat jutek


“ya ya ya…” jawab Budi pasrah


“I…” Bahasa inggris


"he’eh” Siska mengangguk


“L-O-V-E Y-O-U” kata Budi menggoda


“sorry, gak terhubung tuh~” Siska langsung melihat Budi dengan pandangan merendahkan


“kalau mau gobal tuh yang berkelas dan liat waktu. Aku lagi gak mood ngeladenin


gombalan mu” kata Siska kesal


“hiks…hiks…” Budi menangis tersedu-sedu


“nih cewek hatinya dari batu apa? mau jalin pertemanan aja susahnya minta ampun” batin


Dari arah pintu kelas, aku dan Eri datang menghampiri Siska dan Budi yang sedang berdua-an di kelas. Eri yang selalu bersemangat menyapa mereka berdua yang sepertinya sedang asik berduaan. Sifat periang dan bersemangat inilah yang membuatku menyukai Eri, dia bagaikan matahari bagiku.


“pagi! yo halloo!” sapa Eri bersemangat


“-pagi~” jawab Budi dan Siska serentak


“wahh~ kalian lagi ngapain berduaan di kelas? Lagi pacaran ya? Hehehe” Eri menggoda


“-hah! Aku mana mungkin pacaran dengan orang ini” jawab Budi dan Siska serentak


“hehehe jawabannya sampai barengan gitu” Eri senang


“semua orang sedang menikmati acara Kartinian di luar, tapi kenapa kalian berdua malah tetepa di kelas ini?” tanya ku


“hahhh~ “ Siska menghela nafas


“aku cuman bosan aja, aku cuman sedang menunggu acara utamanya aja. Lagian temen-


temen ku juga belum datang dan kebetulan ada si mesum ini di kelas. Sekalian aja deh aku


manfaatin dia” ungkap Siska


“ehehehe…” Eri bingung harus menanggapi apa


“…” aku juga bingung harus menanggapi apa


“kalau temen-temen ku dah datang, aku pasti pergi bareng mereka kok~” sambung Siska


“kamu sendiri, ngapain di kelas ini?” tanya ku pada Budi


“aku tadi habis makan di beberapa stand, karena kekenyangan aku istirahat dulu di kelas” jawab Budi


“eh gak taunya datang nih mbak kunti tiba-tiba minta hotspot” ejek Budi, matanya melirik


ke arah Siska


“emangnya di alam gaib sana gak ada jaringan apa? Sampai-sampai manusia gak berdosa


kayak aku di palak sama kunti satu ini” sambung Budi


BUK BUK GEDEBUK!!! Muka Budi dipenuhi memar


“egh…egh…” Budi kejang-kejang


“sekali lagi kamu ngomong ngacok lagi, ku buat muka mu gak bisa dikenali bu Susti!” ancam Siska