Love And Despair

Love And Despair
Cinta Fana (4)



Keesokan harinya, Anita menerima pernyataan cinta Aldi. Dalam hati Eri, dia kegirangan setengah mati dan tertawa terbahak-bahak saat melihat momen-momen menyenangkan itu. Namun diluar penampilannya, Eri tampak tenang dan wajahnya tampak bahagia seperti pada umumnya.


“Aaaaa! Sialll! Aku gak tahan lagi! HAHAHAHA lucu banget…lucu banget! Kamu yang terbaik Anita!” isi hati Eri


“Aku gak nyangka dia beneran bakal menerima si Aldi itu hahaha” pikir Eri


“Upshh aku terlalu senang sampai melupakan Evan-ku” pikir Eri. Namun saat Eri menoleh ke arah Evan, dia sudah pergi


Didalam keramaian itu Eri mencari-cari Evan, namun dia tidak menemukannya. Disaat Eri tengah sibuk mencari Evan, dia tidak sengaja melihat pasukan terlanjur cinta yang sedang duduk bersama dikursi panjang. Mereka tampak sedih karena patah hati, tiba-tiba timbul pikiran jahat di dalam pikiran Eri.


“Hem~ sepertinya mereka bisa digunakan” gumam Eri


Beberapa hari telah berlalu


Eri diam-diam terus mengikuti pasukan terlanjur cinta. Didalam pengintaiannya, Eri tak sengaja melihat mereka bertiga sedang melakukan sesuatu terhadap baju olahraga Aldi. Eri pun mengawasi mereka bertiga dari kejauhan.


“Mau ngapain mereka sama baju Aldi?” kata Eri penasaran


“Hummm~ wangi bau keringat Aldi memang terbaik” kata Dewi mengendus baju olahraga Aldi


“Mana! Sini-sini! Gantian dong~ hum~” Lia merebut baju Aldi dan mengendusnya


“Udah! Gantian aku!” Lulu juga ikut mengendus baju Aldi


Seketika Eri merasa mual dan jijik melihat tingkah laku mereka bertiga. “apa-apaan itu Menjijikan banget” kata Eri heran.


Eri pun mengambil kesempatan ini untuk meng-foto mereka. Setelah mendapatkan foto mereka bertiga, Eri mencoba menghampiri mereka bertiga, sontak mereka bertiga pun kaget dengan kedatangan Eri yang tiba-tiba.


“E-ERI!” mereka bertiga terkejut


“Wow… santai~ lanjutkan aja kegiatan kalian hehehe” kata Eri merendahkan


“Kamu gak bakal melaporkan ini pada Aldi kan?” tanya Lia cemas


“Em… kayaknya enggak deh. Toh aku gak peduli. Kalian bebas melakukan apa yang kalian inginkan…aku gak bisa melarang kalian melakukan itu. Kan kalian sangat mencintai Aldi” kata Eri sok bijak


“Hah…syukurlah kalau gitu” kata Lia lega


“Tapi! Aku mau minta tolong sama kalian sebagai gantinya” kata Eri tersenyum licik


“Sudah kuduga! Kamu pasti ada maunya kan!” bentak Lulu


“Santai~ aku gak bakal minta yang macam-macam kok~ aku cuman pengen kalian ngebully Anita hingga dia merasa putus asa hihihi” pinta Eri tertawa kecil


“Kamu gila ya! meskipun kami udah ditolak dan Aldi memilih Anita, kami masih punya hati kali Kami gak mungkin ngebully Anita” tolak Dewi


“Oh… kalian gak mau ya?! okay~ berarti gak masalah dong kalau aku nyebar foto ini ke internet” Eri menunjukan foto mereka bertiga yang sedang mengendus baju Aldi. Seketika mereka bertigapun terkejut


“Apa yang terjadi ya kalau sampai foto ini tersebar ke internet~ wah…internet seram~ hahaha” ancam Eri. Mereka bertiga pun marah dan hendak merebut hp Eri secara paksa.


“Eits… jangan kira kalian bisa merebut hp ku secara paksa mentang-mentang kalian ini bertiga ya~ aku ini kuat loh” Eri mencoba memperingatkan mereka bertiga.


“Kami gak peduli! Memangnya apa yang bisa dilakukan oleh mu yang hanya seorang diri hah!” bentak Lulu.


Kesabaran Eri telah mencapai batas. saat mereka bertiga hendak mendekati Eri, tiba-tiba Eri melakukan tendangan berputar dan menghancurkan sebuah kursi kayu yang ada disampingnya. Seketika mereka bertiga merasa ngeri dan menjauhi Eri.


“Kan sudah kubilang~ kalian gak percaya sih~ jadi gimana?” tanya Eri ternseyum lebar


“Iya iya! Kami setuju kok!” mereka bertiga setuju dengan rasa ketakutan