Love And Despair

Love And Despair
Saingan Cinta, Budi Dan Pak Agus



Mata aldi tidak berpaling dari Anita, aku tau dari sorot mata anak ini. Dia sepertinya juga terpukau dengan sosok cantik dan manis anita. Aku bilang seperti ini karena aku juga merasakan hal yang sama saat pertama kali bertemu dengannya. Mulutnya mengaga dan tidak bisa berkata apa-apa.


“eh….kamu temannya evan ya, salam kenal namaku Anita” kata Anitaita sembari tersenyum


“eh…ah ya….aku temannya evan, nama ku Aldi” kata Aldi gugup


“woiii…kenapa kamu gak bilang kalau kau punya pacar secantik ini. Sejak kapan kalian pacaran?” bisik Aldi


“dia bukan pacar ku woi…” balas ku


“lah dia bilang habis masakan makanan di rumah mu. Kalau bukan apaan coba, mana ada seorang teman yang mau repot-repot masakan makan malam untuk orang lain kalau bukan pacar” bisik Aldi


“t tunggu dulu…kau kan gak punya teman selain aku sama Eri. Berartiiiii…..” kata Aldi histeris


“sudah ku bilangkan…. Dia bukan pacar ku” kata ku kesal sembari menjauhkan kepala si bodoh ini dari ku


“ya ya ya…. Sekarang kalian kembali ketempat duduk kalian masing-masing. Pelajaran mau saya mulai” kata pak Agus yang masuk kelas tiba-tiba


Semua anak di kelas itupun berhamburan kembali ke bangku masing-masing. Guru muda yang sok kegantengan ini adalah salah satu guru yang paling kami tidak sukai.


Namun beda halnya dengan para cewek-cewek. Mereka malah seperti meleleh melihat pesona guru muda itu. Namun sayangnya cinta mereka tidak akan terbalaskan, yah….bisa kena hukum pidana jika sampai seorang guru memacari muridnya sendiri kan?!


Pelajaran mengalir begitu saja. Sama halnya dengan telingaku, materinya mengalir begitu saja tanpa ada yang nyangkut sedikit pun. Semua orang asik dengan kegiatan mereka masing-masing. Namun yang paling parah adalah Budi, dia bahkan menggunakan headset di saat jam pelajaran. Emang anak gak ada akhlak.


“hei… kamu! Budi! Kesini maju sebentar” perintah pak Agus kesal


“ya pak” jawab Budi sambil berjalan menuju papan tulis


“sepertinya kamu sudah pintar ya sampai-sampai berani mendengarkan music di jam pelajaran saya” kata pak Agus marah


“siapa yang dengerin music pak! Biar saya hajar anak itu. Dasar anak gak ada akhlak, masa jam pelajaran dengerin music sih!” kata Budi ngegas


“YANG BAPAK MAKSUD ITU YA KAMU BUDIIII!!!” teriak pak Agus


“loh…kok saya sih…” tanya Budi


“iya kamu lah, jelas-jelas kamu pakai headset kan?! Kalau bukan buat dengerin music apa lagi coba?!” kata pak Agus kesal


“oh…ini, saya bukan lagi dengerin music pak…saya lagi dengerin materi yang kemarin bapak beri. Saya merekam apa yang bapak jelaskan” Budi menjelaskan


“oh….bagus-bagus, ini murid yang pantas di contoh” kata pak Agus senang


“nah…mumpun ada peta disini. Bagaimana kalau bapak tanya tentang materi yang kemarin bapak sampaikan?” tanya pak Agus


“boleh pak” jawab Budi percaya diri


“dimana letak negara belanda?” tanya pak Agus


“disini pak” jawab Budi


“salah!” kata pak Agus


“dimana letak negara zimbabwe?” tanya pak Agus sekali lagi


“disini pak” jawab Budi


“SALAH!” kata pak Agus kesal


“I ini yang terakhir…di mana bu Susti?” tanya pak Agus


“disini pak!” sembari meletakkan tangan kanan mengepal di dada sebelah kiri


“Hikkss…” tangis Budi dan pak Agus


Mereka berdua pun menganis dan saling merangkul satu sama lain. Yah…mereka berdua adalah fans berat dari bu Susti jadi wajar kalau isi kepala mereka sama. Seisi kelas pun hanyut dalam tawa dan canda yang di lakukan oleh sepasang patner itu. Dari pada mengajar, kenapa pak Agus gak menekunin bakatnya untuk menjadi komika di stan up comedy, mubazir banget tuh bakat.


Aku sedikit bersyukur bisa menjadi bagian dari kelas yang menyenangkan ini.


Sayang sekali buat para cewek-cewek sekalian. Cinta kalian bertepuk sebelah tangan karena hati pak Agus sudah menjadi milik bu Susti.


Semoga kalian diberi ketabahan untuk melewati ujian ini. Aku harap mereka tidak bersekongkol untuk menculik bu Susti dan melakukan tindak criminal hanya untuk guru sok kegantengan ini.


“oh ya Budi…boleh bapak mendengarkan materi yang kamu dengar. Bapak jadi penasaran sama suara bapak merdu apa enggak hehehe” tanya pak Agus


“…” Budi hanya diam dan kringatnya bercucuran


Tatapan pak agus penuh curiga. Dengan paksa pak Agus merebut hp Budi dan langsung mendengarkan apa yang Budi dengar. Betapa terkejutnya dia, rupanya Budi sedang melihat video instasam bu Susti yang


sedang menanam sayur yang lagi viral itu.


Hasilnya pun bisa di tebak, Budi di bawa ke ruang BK oleh pak Agus. Pelajaran pun berhenti di tengah jalan, sebuah akhir bahagia untuk kami semua. Terimakasih Budi, kamu rela berkorban demi kami, jasa mu tak'kan terlupakan.