Love And Despair

Love And Despair
Dihantui Oleh Sesuatu



Pagi itu Putri tidak seperti biasanya, dia salah membawa buku pelajaran dan lupa mengerjakan PR-nya. Baru kali ini aku melihat Putri yang notabe-nya anak yang rajin bisa sampai lupa mengerjakan PR. Sejak kembali dari study tour dia selalu terlihat murung. Terkadang dia juga melamun pada saat jam pembelajaran.


“Put… Put… Put!” panggil ku


“Eh! Ya, kenapa?” Putri terkejut


“kamu kenapa? Kok melamun terus?” tanya ku khawatir


“Hah… enggak…enggak… gak papa kok, ayo kita ke perpus” Putri terlihat jelas menyembunyikan sesuatu


aku berkali-kali bertanya kepada Putri alasan sebenarnya kenapa dia murung, namun dia


selalu saja menghindar. Pada akhirnya aku putuskan untuk mengurungkan niat ku, mungkin itu adalah hal yang tidak sepantasnya aku campuri.


***


Jam Sekolah Telah Berakhir


Aku berjalan dilorong yang sepi seorang diri, menikmati suasana yang hening ini seorang


sendiri. music mellow yang mengalir lewat headset ku terasa sangat menengkan. Disaat aku sedang hanyut dalam kenyaman ini, tiba-tiba Budi merangkul ku dari belakang.


“Yo!” sapa Budi


“Yo…” jawab ku dingin


“Sebelum pulang kerumah kita mampir ke rumah makan langganan ku yuk! Aku dengar


ada menu baru disana” ajak


“Enggak ah~ lagi males” tolak ku dingin


“Ayolah~ temani aku kesana. Masa aku sendirian kesana” renge Budi


“Loh, bukanya kamu pacaran sama Siska ya?! Kenapa kamu gak ngajak dia aja?” tanya ku


“Aku udah ngajak dia, tapi dia nolak. Katanya dia gak mau makanan berlemak~” kata Budi


“Jadi kamu temani aku ya! ya!” kata Budi memelas


“Kalau kamu mau bayarin aku, aku ok ok aja” kata ku


“Beneran? Gak masalah itu mahhhh~” kata Budi


Kami pun langsung berangkat ke rumah makan langganan Budi. Disana ramai pembeli


Menggunakan seragam berwarna hitam dan hiasan jebit rambut dikepalanya membuatnya


terlihat sangat imut. Kukira aku saja yang terkejut dengan pertemuan ini, ternyata Putri juga terkejut saat dia melihat ku. Dia terlihat sangat malu-malu saat hendak mencatat pesanan kami.


“Pu-Putri! Kamu kerja disini?” tanya ku


“Eh! Anu… hehehe iya” Putri malu


“Wah~ kamu kerja disini toh” kata Budi


“Kalau gitu… aku mau pesan menu baru disini” pinta Budi


“Okay… kalau kamu Van? Mau pesan apa?” tanya Putri


“Em… aku sama kayak Budi aja” jawab ku


“Okay… tunggu ya~” kata Putri


Disaat kami sedang menunggu makanan kami datang, tiba-tiba Anita mengirim chat pada ku.


“Van, lusa kamu sibuk enggak?” tanya Anita


“Enggak. Kenapa?” jawab ku


“Kita ketemuan di Taman Kunang-kunang bisa enggak?” tanya Anita


“Bisa. Mau ngapain disana?” tanya ku


“Ada hal yang pengen aku omongin penting sama kamu” jawab Anita


“Aku bisa aja kok” balas ku


“Okay…sampai ketemu lusa ditaman” balas Anita


“Okay” balas ku


Disaat aku sedang asik membalas chat dari Anita, tiba-tiba aku mendengar suara keras.


Ternyata Putri tidak sengaja menabrak rekan kerjanya yang sedang membawa pesanan. Putri terlihat sangat menyesal dan dia meminta maaf berkali-kali pada rekan kerjanya dan pembeli.


“Wah~ aku baru tahu kalau Putri bisa seceroboh itu” kata Budi


“Ini pasti gara-gara sehabis pulang dari study tour” pikir ku