Love And Despair

Love And Despair
Kecemburuan



Jam sekolah berakhir


Putri berjalan melewati lorong untuk kembali kerumah dan bergegas untuk masuk kerja ditoko kue. Saat dia hendak menuruni tangga, Putri tak sengaja melihat Anita dan Eri sedang berdiri di saling berhadapan di tengah jalan turunan tangga.


Putri mencoba bersembunyi dan berniat menguping pembicaraan mereka berdua. Putri tak lupa meng-foto mereka berdua. Setelah selesai meng-goto mereka berdua, betapa terkejutnya Putri ketika melihat Eri yang tiba-tiba saja menampar Anita. Anita hanya diam saja dan tidak membalasnya.


Tiba-tiba Eri menarik tangan Anita dan menyeretnya naik kelantai dua. Putri yang kaget pun buru-buru bersembunyi di dalam kelas. Setelah itu, Putri diam-diam mengikuti mereka dua hingga masuk kesebuah kelas, saat Eri hendak mengambil sesuatu di dalam saku jaketnya Putri tiba-tiba masuk hingga membuat Eri mengurungkan niatnya untuk mengambil sesuatu dari dalam jaketnya.


“Ada apa ini? kok kalian belum pulang?” tanya Putri


“Humpf…bukan urusan mu” cetus Eri. Dia berjalan meninggalkan mereka berdua di dalam kelas


“Sebenarnya ada apa An? Coba jelaskan pada ku” pinta Putri


“Enggka~ enggak ada apa-apa kok~” jawab Anita


Putri merasa cemas setalah melihat kejadian tadi. Putri pun segera mengirimkan foto itu pada ku dan melaporkan apa yang terjadi. Wajah Eri sangat menakutkan dan dia seperti marah sekali pada Anita, seperti bukan Eri yang Putri kenal.


***


Malam hari didepan rumah Anita


Anita seperti biasa melakukan rutinitasnya untuk membuang sampah di depan rumahnya. Setelah selesai membuang sampah, Anita sadar ada orang yang sedang mengawasinya dari jauh, Anita dengan perasaan takut terus menatap orang itu.


“Ada apa Eri…? Apa kamu dari tadi ada disana?” tanya Anita takut


“Anita…ayo ikut aku sebentar” pinta Eri


Anita tanpa banyak bertanya langsung menerima ajakan dari Eri. Entah apa yang dipirkan oleh Anita, tapi dia terlihat sungguh-sunggu dengan hal ini. mereka berdua pun berangkat kesuatu tempat.


Disaat Anita dan Eri sedang dalam perjalanan menuju suatu tempat, tak sengaja Putri yang baru saja keluar dari betamart melihat mereka berdua yang kebetulan lewat. Putri memiliki perasaan tidak enak tentang hal ini, Putri pun memutuskan untuk menghubungi ku. Setelah itu, Putri bergegas mengikuti Anita dan Eri sembari terus menghubungi ku.


Setelah mengikuti sekian lama, akhirnya Putri sampai ditempat tujuan mereka berdua. Tempat yang sangat familiar dengan Putri, tidak lain dan tidak bukan tempat itu adalah sekolahnya sendiri. Eri dan Anita telah masuk bangunan sekolah sejak dari tadi. aku yang baru saja sampai membuat Putri sangat kesal karena lama menunggu.


“Kamu dari mana aja sih? Kok lama banget?” tanya Putri kesal


“Sorry sorry… tadi aku kejebak lampu merah” jawab ku menyesal


“Ya udah, ayo… dari tadi mereka berdua udah masuk” ajak Putri


aku dan Putri membagi tugas, Putri bertugas mencari satpam sekolah sedangkan aku mencari Eri dan Anita. aku menyelusuri setiap kelas dan ruangan yang ada di sekolah namun masih belum menemukan mereka berdua.


Nafas ku sudah hampir habis, saat kupikir diriku sudah mengecek semua tempat, aku melihat sebuah ruangan di ujung sekolah yang belum ku cek. aku pun bergegas menuju ruang lab itu. Dengan perasaan cemas dan ragu-ragu, aku membuka pintu lab itu, aku terkejut karena ruang lab itu tidak terkunci. aku yang yakin pun langsung membuka pintu lab itu dengan keras.