
Aku gugup dan keringat ku bercucuran. Tangan ku sampai gemetar hanya dengan melihat kehadirannya. Hantu itu melayang-layang di sekeliling kamar ku sambil melihat-lihat kamar ku yang berantakan.
“wah….rupanya seperti ini ya kamar mu” kata Anita terkesan
“a apa kamu ini hantu?” tanya ku gugup
“hmm….sepertinya begitu” katanya agak ragu sambil memutar badanya sembari melihat-lihat badanya sendiri yang agak teransparan
“biasanya hantu itu ada karena mereka memiliki penyesalan di kehidupannya dan ada hal yang belum tersampaikan pada seseorang. Maka dari itu mereka menunjukan diri pada orang itu untuk menyelesaikannya” batin ku
“j jangan bilang ka kalau dia memiliki penyesalan karena aku” batin ku
“anu…anita, aku sebenarnya sangat menyesal pada hari itu karena tidak mengantar mu dengan benar….” Kata ku
“andaikan…hiks, andaikain….aku mengantar mu sampai rumah dengan aman, pasti kamu tidak akan berakhir seperti ini” kata ku menyesal
“ma maaf kan aku….ma maaf kan aku hiks….”kata ku menangis
Anita tekejut melihatku menangis, melihat ku mengatakan penyesalanku. Namun entah kenapa, dia tersenyum manis melihat ku.
“tidak apa-apa van…”kata Anita.
Seketika aku langsung mengangkat kepala ku dan memandang wajahnya. Senyum polos dan wajah bulatnya itu membuatku tidak bisa berkata-kata. Tidak ada yang bisa menyaingi ketulusan dari sebuah senyuman polos yang diberikannya kepada orang seperti ku.
“aku senang kamu adalah orang terakhir yang ku temui waktu itu” kata Anita
“bagi ku, meski hanya sehari bersama mu….dan kita baru saja bertemu, tapi entah mengapa aku merasa sudah cukup dengan semua itu” sambungnya tersenyum pada ku
“yah…meskipun masih banyak hal yang belum aku lakukan waktu aku masih hidup…” kata Anita kecewa
“mau bagaimana lagi….aku kan sudah mati~” katanya sambil tersenyum lebar
“A apa kamu memaafkan ku?” tanya ku sedikit tersenyum
“memaafkan mu?” kata anita terpotong
Tiba-tiba suasana kamar itu menjadi sangat hening. Atmosfir yang serasa mencekik leher ku itu tak hentinya menyerang ku, aku melihat ke sekeliling kamar ku, ada yang tidak beres disini, kenapa tiba-tiba suasananya begitu berubah, padahal sebelumnya tidak seperti ini. Tiba-tiba pikiran ku kosong, Saat ku arahkan pandangan ku ke arah Anita, bulu kudukku berdiri.
Anita melayang terdiam di depan ku. dia tidak melanjutkan perkataannya. entah mengapa aku memiliki firasat tentang hal ini buruk. Aku melihat dia seperti orang yang berbeda. Kengerian menyelimuti diriku, hawa dingin yang menusuk tulang ini membuatku tidak bisa bergerak. Sebenarnya apa yang sedang terjadi?
“memaafkan mu….MANA MUNGKIN AKU MEMAAFKAN MUUUUU HAAAAHAAAAHAAAAHAAA” teriak Anita
“hiiiiihhhhhh” ngeri ku
“KAMU KIRA AKU DATANG KESINI HANYA UNTUK MEMAAFKAN MU?! MIMPIIII HAHAAAHAAHAA” sambungnya
“AKU AKAN MENGHANTUI MU HINGGA KAMU MATI HAHAHAHAHAHA” kata Anita marah
Dia tertawa begitu keras dan matanya meneteskan darah. Aku hanya bisa meringkuk di atas Kasur ku sambil gemetaran. Dia tak berhenti tertawa dan mengutuk ku. Semua benda yang ada dikamarku berterbangan di udara dan semuanya menjadi kacau. Jantungku berdegup dengan kencang dan aku tak berhenti untuk bergetar.
“HAHAHAHAAAAAAAAAAAA” tawa jahat Anita
“ARRGHHHHH” teriak ku sembari menutup wajah ku dengan kedua pergelangan tangan ku