Love And Despair

Love And Despair
Filmnya Bagus Ya~



***


Di depan theater bioskop


Tak disangka, Eri dan Putri datang ke bioskop yang sama dengan Evan dan Anita. Mereka diam-diam mengikuti mereka berdua karena Eri meresa ada hal yang janggal yang Evan dan Anita coba sembunyikan dari Eri. Eri dan Putri mengamati Evan dan Anita dari jauh sembari


menyembuyikan hawa keberadaan meraka.


“errghh! Kenapa Evan jalan berduaan dengan Anita ke bioskop sih?!” Eri kesal


“bahkan aku tidak pernah sekalipun diajak nonton sama Evannn!” Eri tambah kesal


“ish…lagian kenapa aku juga di seret ke dalam masalah ini sih? toh aku gak ada hubungannya sama mereka” Putri mengerutu


“iihhh jangan gitu~ emangnya kamu gak kesal apa lihat Evan sama Anita pergi berduaan?”


tanya Eri


“hah! Mak maksud mu aku cemburu sama Anita? Ya enggak lah, la lagian aku gak punya


rasa tuh sama si Evan” bantah Putri gagap, namun wajahnya malu-malu kucing


“lagian ya, mungkin aja mereka udah jadian. Sah-sah aja dong kalau mereka jalan berduaan seperti ini” pikir Putri


“eeengggak! Gak mungkin Evan jadian sama si Anita. Anita adalah cewek cantik dan


imut. Dia juga punya style berpakaian kekinian. Sedangkan Evan, Dilihat dari mana pun dia cuman cowok biasa, sangaattt biasa aja. Muka pas-pasan dan gak punya semangat hidup. Lihat aja, baju yang dia pakai aja asal-asalan dan rambutnya berantakan.” Kata Eri dengan bangga


“wah… itu tadi semua keburukannya si Evan. Trus aku kok malah bingung, apa yang kamu


suka dari Evan-“ pertanyaan Putri terpotong


“tapi! Dia memiliki sisi yang tidak dimiliki orang lain. Dia rela membantu orang lain meskipun itu akan membuatnya mendapat masalah” Eri tersenyum


Pintu theater satu telah di buka~


“eh mereka berdua udah masuk! Buruan kita juga harus masuk” Eri menarik tangan Putri


“tu tu tu tunggu!” Purti terkejut


Di dalam ruangan yang gelap dan luas itu, aku duduk tepat di sebelah kanan Anita. Film yang kami tonton adalah film romantis Korea. Aku tidak begitu tertarik dengan film-film Korea, entah mengapa aku jadi kesal aja melihat semua pemeran pria yang ada di film-film Korea.


Film terus berlanjut hingga sampai adegan klimak. Aku yang mati kebosanan menguap


begitu saja. Aku bahkan tertidur hingga pertengahan film, tapi syukurlah karena Anita sangat fokus pada filmnya dia sampai tidak sadar kalau aku tertidur.


Saat muncul adengan ciuman aku langsung merasa tidak enak, aku pun memalingkan padangan ku kebawah. Entah mengapa setelah melihat adegan itu, terbesit pikiran untuk memegang tangan Anita. Saat aku hendak mendekatkan tangan ku pada tangan kanan Anita, tiba-tiba tangan kanan ku diremas begitu kuat oleh orang yang duduk di sebalah kiri ku.


“ARRGGHHH!” batin ku menahan sakit


Saat aku menoleh ke arah orang yang meremas tangan ku, ternyata soerang cewek gendut


dengan tangan besarnya dengan wajah kesal dan marah melampiaskan emosinya pada tangan ku yang tidak bersalah. Tak berselang lama tangan kanan ku remuk, giliran tangan kiri ku diremas hingga hancur oleh Aanita.


“ARRGHHHH!” batin ku menahan sakit


Bukannya menggenggam tangan lembut dan mungil milik Anita, aku malah merasakan


sedang bersalaman dengan chris jhon yang sedang emosi menonton film korea. Aku sekuat tenaga melepaskan tangan ku dari genggaman kedua cewek gorilla yang sedang mabuk korea ini. Kukira aku tidak akan bisa cebok dan menulis lagi, untungnya aku bisa melepas kedua tangan ku dari dua orang itu. Meskipun aku tidak bisa merasakan tangan ku.


“hiks…hiks…filmnya seru ya. Sampai membuatku menangis” puji Anita meneteskan air mata


“hiks…hiks… iya, filmnya seru…hiks” kata ku menahan rasa sakit tangan ku