Love And Despair

Love And Despair
Kecupan Kecil



Keesokan paginya, aku memutuskan untuk memberitahukan pada Putri siapa dalang dari pembullyan Anita selama ini. entah mengapa yang muncul dipikiran ku pertama untuk aku beritahu tentang masalah ini adalah Putri.


“HAH? kamu serius!” teriak Putri kaget


“Ssssttt… jangan ribut” kata ku panik


“Anu…sorry, aku cuman kaget aja” kata Putri menyesal


“Ya…gak papa” kata ku lega


“Tapi aku masih gak percaya kalau dia beneran pelakuknya…” kata Putri sedih


“Aku juga awalnya gak percaya. Tapi setelah mendengar penjelasan dari mereka bertiga, aku gak punya pilihan lain selain percaya” kata ku sedih


Pikiran kami berdua sangat kacau karena dipenuhi setumpuk pertanyaan. Wajah kami berdua tampak sangat sedih setelah mengetahui kebenaran ini. kami sangat ingin tidak mempercayai perkataan dari pasukan terlanjur cinta.


“Bukanya mereka bisa aja bohong ya?!” Putri mencoba menyangkalnya


“Aku tidak bisa mengatakan kalau mereka itu bohong, wajah mereka tampak ketakutan dan juga kesal. Mustahil mereka berbohong dengan perasaan tertekan seperti itu” jawab ku


“Dan juga…aku belum mengatakan hal ini pada siapapun selain kamu” ungkap ku


“Hah? kenapa?” tanya Putri


“Aku masih ragu untuk mengatakkannya pada yang lain. kita cari tahu lebih lanjut aja dulu” kata ku


“O-okay” Putri setuju


“O iya Put, btw ingatan ku dah kembali sepenuhnya” kata ku senang


“Hah! yang bener?” Putri terkejut


“Aku sendiri juga kaget, tapi gara-gara gelang pemberian Anita… ingatan ku jadi pulih” jawab ku


“Syukurlah kalau gitu. Berarti kamu gak perlu berpura-pura lagi jadi orang bego kan hehehe. eh! Kan emang bego ya…hahahah sorry sorry” Putri mengejek ku. aku yang kesal pun mencubit kedua pipinya sangat kuat hingga merah.


“Mwaf…mwaf…” perkataan Putri tidak jelas karena aku mencubit pipinya


Pelajaran pertama dimulai, seperti biasa aku merasa bosan dan tidak memiliki semangat terhadap pelajaran sekolah. waktu terasa berjalan sangat lambat, hal ini karena kemalasan yang sudah tertidur didalam diriku sudah bangkit sepenuhnya.


“Ha-hai…” sapa Anita gugup


“Ha-hai..” sapa ku gugup


“Anu…aku sangat kangen sama kamu loh~. Semalam aku gak bisa tidur gara-gara mikirin kamu” ungkap Anita


“Gi-gitu ya… aku senang kalau kamu selalu memikirkan ku” kata ku tersenyum


“A-aku masih terbayang ciuman kita kemarin…” kata Anita malu


“Glek…” aku menelan liur ku


“Ra-rasanya kok tiba-tiba aku pengen ngelakuin hal kemarin lagi ya…hehehe” ungkap Anita


“Anu…aku boleh minta ciuman enggak?!” tanya Anita malu-malu


“Apa-apaan sama permintaan anak ini?” batin ku kaget


“Ke-kenapa kamu tiba-tiba minta itu?” tanya ku gugup


“Kenapa…? Kamu gak mau ya…?” tanya Anita memelas. Wajah imutnya itu menggoyahkan iman ku


“Bu-bukannya gitu…ini kita lagi disekolah,nanti kalau ada yang lihat gimana?” jawab ku.


namun Anita tidak senang dengan jawaban ku, wajahnya masih memelas meminta ku untuk menciumnya.


“O-okay deh… tapi kamu pejamkan mata mu” aku menyerah


Anita tampak senang dengan jawaban ku, dia terus saja ternyum saat dia memejamkan matanya. Perlahan aku mendekatkan bibir ku padanya. Aku memberikan kecupan kecil di dahinya, kupikir ini cukup. Anita yang terkejut pun membuka kedua matanya dan memegangi dahinya. Wajahnya seketika merona, melihat wajah Anita yang imut membuat ku tersipu malu.


“U-untuk hari ini cukup segitu aja” kata ku malu


Anita yang melihat ku tersipu malu merasa sangat gemas. Dia pun membalas kecupan ku dengan mencium pipi ku. dengan wajah jahilnya dia pergi meninggalkan ku sendirian dilorong sambil tersenyum lebar pada ku.


“Wah… apa-apaan tadi…! baru kali ini aku mencium dahi cewek” batin ku girang


“Ku kira ciuman dibibir itu yang paling luar biasa… ternyata melakukan ciuman romantis seperti mencium dahi cewek bukan hal buruk juga” pikir ku