Love And Despair

Love And Despair
Kembalinya Seorang Sahabat



Berarti berita kemarin aku baca itu hoaks atau beneran terjadi sih. Atau mungkin kebetulan motornya sama aja. Arghhh…aku bodoh banget sih sampai parno gara-gara hal yang belum pasti kebenarannya. Lain kali aku harus lebih berhati-hati dengan berita-berita yang ada di internet.


Setelah selang satu jam mereka memasak, wangi harum masakan mereka berdua sampai tercium oleh hidung ku, berbararti mereka sudah selesai. Eri membuka pintu kamar ku tanpa mengetuk sebelumnya. Melihat ku bermain game dan tidak istirahat membuatnya marah.


“kan sudah ku suruh untuk istirahat…tapi kenapa malah main gameeeee” kata Eri kesal sembari mengepalkan tangannya


“a anu… ini he he he. Ah…itu, aku sudah cukup istirahat jadi aku ingin memainkan beberapa game untuk hiburan. Orang sakit juga butuh hiburan kan hehehe” jawab ku gugup


“huh…..” Eri menghela nafas


“sudah lah….ayo makan dulu, makanannya dah siap” sambung Eri


Kami berdua pun menuju meja makan. Terlihat anita baru saja menghidangkan makanan special itu di meja makan. Tampak terlihat ada sup jamur dan ikan goreng menghiasai meja makan bulat itu.


“wahh….banyak sekali kalian masak. Rupanya Anita jago masak rupanya” kata ku terpukau


“hehe Eri yang memasak itu semua, aku cuman bantu-bantu sedikit” kata Anita malu


“hem hem…” Eri sombong


“oh…” dingin ku


"erggghhh” kesal Eri memukul kepala ku


“aduh…apaan sih” kesal ku


“hump” Eri kesal


Saat aku hendak mengambil makanan yang ada dimeja itu, gerakan ku di hentikan oleh dua perempuan itu. Wajah ku bingung dengan tingkah laku kedua perempuan ini. Liur ku sudah mau menetes tapi entah kenapa mereka berdua bertingkah aneh begini? Masa iya mereka tidak memperboleh orang sakit makan makanan enak ini sih.


“orang sakit tidak boleh makan-makanan berminyak seperti ini…” kata Anita sembari mengambil piring di depan ku


“iya benar…orang sakit tidak boleh makan beginian…” kata Eri sambil membawa sesuatu


“orang sakit tuh makanannya bubur kecap plus telor rebus” sambung Eri sambil tersenyum lebar


“curangggg~” kata ku kecewa


“hahaha….” Tawa Eri dan Anita


***


SMA X


Sebenarnya dari mana datangnya semangat-semangat itu? Langkah kaki ku terhenti di depan kelas 2-3, kelas yang tidak ada spesialnya sama sekali, benar-benar kelas biasa pada umumnya. Di penuhi anak-anak cowok gamers dan para cewek-cewek super alay. Tanpa basa basi, aku langsung tidur di bangku tecinta ku.


“bangun woiii! Tidur mulu” kata Aldi sembari menepuk punggung ku


“hah….ohhh kamu sudah pulang ya” kata ku malas


“anak muda itu harus penuh semangat. Jangan loyo gini” kata Aldi menggebu-gebu


“yooo halloooo” sapa Eri


“yo halloo!” balas Aldi


“apaan nih…? Apakah ini jenis salam baru yang lagi ngetrend?” batin ku


“pasti Evan belum mandi, makanya kamu masih ngantuk kann~” ejek Eri


“…” aku memalingkan pandangan ku dari eri


“rupanya beneran gak mandi toh!” kata Eri kaget


“wahhh…liat itu aldi dah balik” kata seorang siswi


“iya…wah….dia ganteng banget~~” sahut seorang siswi


Sudah menjadi rahasia umum bahwa Aldi menjadi artis di sekolah ku. Secara, dia adalah seorang yang kapten tim futsal sekolah ku yang sudah masuk ranah turnamen nasional. Tapi entah mengapa, cowok sesempurna dia mau berteman dengan ku yang hanya seorang yang biasa-biasa saja.


“idihhhh kenapa aldi mau deket-deket sama anak ansos itu?” bisik seorang cewek kepada temannya.


Yahhh kata-kata itu sering terdengar oleh ku. “sudahhh jangan pikirkan omongan orang…kamu tetep jadi teman terbaik ku kok” kata Aldi menyemangati ku. Aku sedikit tersenyum mendengar kata-kata penyemangat itu. Benar katanya, yang terpenting adalah hubungan pertemanan itu sendiri.


“pagi Evan….pagi Eri!” sapa Anita


“-pagi…” balasku dan Eri


“wahh…Evan bergadang lagi ya…mata mu kayak ikan mati aja” ejek Anita


“…” aku terdiam


“oh…iya, ibu ku bilang terimakasih kepada kalian karena sudah memasakakan makan malam untuk kami” kata ku


“iya sama-sama” kata Anita senang