
Eri pun mendudukan Anita secara paksa di atas kasurnya dan mengikat tangan Anita dengan sebuah tali. Setelah itu Eri duduk dikursi yang ada di kamarnya. Wajah Eri sangat kesal saat melihat Anita.
“Cih! Apa yang dilihat Evan dari cewek ini?” kata Eri kesal
“Se-sebenarnya apa yang kamu inginkan Kenapa kamu melakukan ini pada ku?” tanya Anita ketakutan
“Oh… simple aja… aku ingin kamu jangan dekat-dekat sama Evan lagi. Kalau aku sampai tahu kamu dekat-dekat apalagi coba-coba pacaran dengannya…aku tidak bisa menjamin nyawa mu” kata Eri sembari memandangi cutter-nya
“Glek” Anita menelan liurnya
“Kalau aku gak mau… apa kamu bakal membunuhku sekarang?” tanya Anita gugup
“Hah? hahaha ya enggak lah~ aku bakal membuat mu merasakan apa yang dinamakan neraka terlebih dahulu…baru setelahnya aku akan membunuh mu secara perlahan” kata Eri senang
“Aku punya permintaan lagi. Apa aku boleh minta tolong pada mu?” Eri mengarahkan cutter-nya kearah bawah dagu Anita
“Besok saat acara fashion show, Aldi akan menembak mu didepan umum. Aku ingin kamu menerimanya, gimana? Bisa?” minta Eri mengintimidasi
“Aku gak punya pilihan selain menerimanya kan?” kata Anita kesal
“Seratusss! Kamu rupanya pintar juga. Jadi kamu akan menerimanya kan?” tanya Eri senang
“I-iya…” Anita menerimanya
“Untuk jaga-jaga bagaimana kalau kita membuat sebuah perjanjian” Eri mendorong Anita sampai terbaring di kasurnya. Eri perlahan merangkak mendekati Anita dan melepas kancig baju Anita satu persatu. Eri berhasil melucuti baju Anita dan hanya menyisahkan bra milik Anita.
“HAHAHAHA kamu yang terbaik! aku sangat suka wajah mu yang ketakutan itu!” teriak Eri senang
“Okay~ aku akan menyisahkan yang ini untuk mu” kata Eri tersenyum
“Mau apa kau!” teriak Anita
“Wow wow wow~ tenang… aku cuman mau lihat badan mu aja kok. Jangan marah gitu ah~” kata Eri menikmati hal ini
“Wah…rupanya badan mu bagus juga ya~ dada mu juga cukup besar. Tapi gak sebesar punya ku sih hihihi” Eri meraba dada Anita dan membandingkannya dengan dadanya
“Sip! Cukup dengan main-mainnya, waktunya buat perjanjian” kata Eri bersemangat
Eri bersiap untuk meng-foto Anita yang sedang berbaring dengan hanya menggunakan bra. Anita memohon kepada Eri berkali-kali namun tidak dihiraukan. Pada akhirnya, Eri mendapatkan foto Anita yang hampir bugil.
“Kalau kamu sampai macam-macam, aku bakal menyebarkan foto ini” ancam Eri. Setelah itu Eri melepaskan ikatan tali ditangan Anita dan Anita pun bergegas memakai bajunya lagi.
“Oh iya! Jangan sekali-kali kamu punya pikiran untuk melaporkan ku pada polisi atau siapapun, karena setelah kamu melaporkannya… di detik itu juga aku akan memburu mu dan membunuh mu. Jangan anggap aku main-main ya~ aku serius loh~” kata Eri tersenyum licik
“…ya…” jawab Anita takut
“btw… aku mau minta foto selfy kalian di mall waktu itu dong~ aku mau jadikan wallpaper hehehe” kata Eri tertawa kecil. Seketika Anita merasa ngeri karena Eri mengetahui foto selfy itu. dengan perasaan ketakutan dia pun mengirim foto selfy-nya kepada Eri.