Love And Despair

Love And Despair
Gadis Pantai



Di Pantai Glagah


“WAAHHHH!!! PANTAIIIII!” teriak Budi


“Ya… pantai” kata ku tersenyum senang


Hari kedua study tour kami adalah berlibur dipantai. Setelah melakukan perjalan belajar


yang melelahkan, kami semua diajak pergi ke pantai oleh guru-guru pembimbing. Cuaca cerah dan langit telihat begitu biru menyempurnakan agenda kami.


Suara ombak yang memikat serta hamparan pasir kuning yang berkilau membuat kami


terpana. Dan juga pantai ini dihiasi dengan tumpukan beton-beton pemecah ombak yang


menakjubkan. Para siswa dan guru berlarian menuju hamparan pasir itu dan bermain-main disana.


“Hehehe… kukira baju renang cuman ada di film-film sama komik, rupanya di dunia nyata


beneran ada” kata Budi wajahnya memerah. Aku tahu kalau yang dipirkan anak ini hanya pikiran mesum dan kotor


“Hei hei lihat itu” Budi menyiku ku


“Apa?” tanya ku


“Lihat bu Susti… dia kelihatan cantik dengan pakaian renangnya hehehe” kata Budi bernafsu


“Hei! Matanya tolong dikondisikan” kata Siska kesal


Aku dan Budi pun membalikan badan kearah suara itu. Seketika kedua mata Budi dicolok


sama Siska. Aku pun terkejut dengan tindakan tiba-tiba dari Siska.


“Arggg!” Budi memegangi kedua matanya


“Kamu ini… udah punya pacar tapi kelakuannya masih tetepppp aja” Siska kesal


Dari arah belakang Siska, para gadis-gadis datang perlahan menghampiri kami. Terlihat


melihat mereka. ke imutan mereka bertiga membuatku terpesona.


“Oy… ja jangan dilihatin terus…” kata Putri malu-malu


“Ba-bagaimana Van?” tanya Anita malu-malu


“Me menurut ku cocok kok…” jawab ku canggung


“Ka-kalau aku? Bagaimana menurut mu?” tanya Eri malu-malu


“Iya, kamu cocok banget pakai itu” aku mengacungkan jempol ku


Eri yang sudah tidak bisa membendung kesenangannya langsung lari ke pantai dan terjun masuk kedalam air. Para gadis-gadis pun bermain bola air di pantai. Sedangkan aku hanya bisa melihat semua orang bahagia bermain air di pantai. Aku sudah tahu akhirnya akan berakhir seperti ini, untungnya aku membawa hp dan headset ku. Tanpa basa-basi aku pun langsung login ke dalam game.


Aku menghabiskan waktu ku untuk bermain game sendirian di sana, hanya sendirian dibawah teduhnya pohon yang rindang itu. Saat aku tengah bermain, tiba-tiba saja daerah sekitar ku menjadi gelap, aku pun melepas headset ku dan menoleh ke atas. Ternyata Budi dan anggotanya tengah berdiri mengerumuni ku. Aku punya firasat buruk tentang hal ini. mereka tersenyum licik secara bersamaan.


“Sekarang kita nih ada di pantai… kamu ngapain main hp sendirian disini?” Budi


melepaskan headset dari telinga ku


“Iya… kalau kita dipantai jawabanya cuman satu, yaitu bermain air” kata salah anggota Budi


“Sekarang kita nih ada di pantai… kamu ngapain main hp sendirian disini?” Budi


melepaskan headset dari telinga ku


“Iya… kalau kita dipantai jawabanya cuman satu, yaitu bermain air” kata salah anggota Budi


Kedua tangan ku dipegang oleh anggota Budi, setelah mengengkat ku secara paksa, giliran


kaki ku yang diangkat sama anggota Budi. “oy! Kalian mau ngapain oy!” teriak ku. Mereka berlari sembari mengangkat ku menuju bibir pantai. Dengan arahan Budi, mereka pun melempar ku masuk kedalam air.


Aku yang tidak bisa berenang pun panik dan menggerakkan seluruh badan ku. Aku semakin jauh dari bibir pantai karena terbawa arus ombak. Kesadaran ku mulai hilang dan aku kehabisan tenaga, dan akhirnya aku pun tenggelam.