Love And Despair

Love And Despair
Itu Sudah Cukup



Kami memutuskan untuk kembali ke hotel. Putri duduk di atas Kasur dan merenungi apa


yang telah dia perbuat selama ini. matanya terlihat bengkak karena menangis begitu keras dan Dia terlihat sangat berantakan.


“Hah! Apa yang ku dapatkan setelah semua usaha ku ini? enggak ada! Semuanya percuma!” teriak Putri kesal


“Maaf Van… kamu melakukan sesuatu yang sia-sia untuk…” Putri depresi


“Jangan bilang semua ini sia-sia!” teriak ku. Sontak Putri terkejut


“Tidak ada yang namnya usaha yang sia-sia! Karena perjalan ini, kita jadi tahu sekarang


kondisi ayah mu. Meskipun kamu tidak bisa menemuinya, tapi setidaknya kamu pasti merasa lega kan setelah mengetahui kondisinya yang sebenarnya” ungkap ku. Putri tertegun melihat ku


“Mana Putri yang selama ini selalu kuat! Mana Putri yang selama ini selalu memberiku


dorongan! Mana Putri yang selalu membantu ku keluar dari keterpurukan! Jawab!” kata ku


“Yah… kamu benar… gak ada usaha yang sia-sia. Dari awal aku sudah menduga hal ini


pasti akan terjadi tapi aku malah bertindak seolah menolak kebenarannya. Makasih ya… udah mau bantu aku…” Putri tersenyum padaku


“Ya… sama-sama” aku tersenyum pada Putri


“Sorry… aku malah membuat mu melihat sisi menyedihkan ku dua kali” kata Putri tersenyum


“Gak papa kali. Jarang-jarang kan aku bisa lihat sisi lemah mu yang seperti ini. kalau kau


mau…nih, bahu ku masih free kok hehehe” kata ku tersenyum lebar


“Dasar… siapa juga yang mau bersandar di bahu mu. Kamu kan bau ketek hahaha” ejek Putri


“Enak aja…” kata ku kesal


“Hah…. aku mau mandi dulu. Badan ku rasanya lengket semua” kata Putri. Seketika pikiran


kotor ku aktif, aku tidak bisa membayangkan Putri yang sedang mandi


“Kamu! Jangan mikir aneh-aneh saat aku mandi ya!” Putri memperingatkan ku


“I-iya iya…” jawab ku ragu


“A-aku mau beli makan malam dulu deh kalau gitu” kata ku


“Eh! Kalau gitu aku mau pesan nasi goreng ya~” pinta Putri


“Okay” aku pun berangkat mencari makan malam


***


Setalah 30 menit sejak aku keluar mencari makan malam Aku kembali ke hotel dengan membawa dua bungkus nasi goreng ditangan ku. Saat aku hendak membuka pintu kamar hotel aku merasa ada yang aneh. “perasaan tadi aku udah kunci deh” pikir ku. Tanpa pikir panjang, aku langsung masuk ke kamar.


“Put… ini aku bawakan nasi goreng pesaaa…. nan mu” kata ku terkejut. Mata ku terbelalak


melihat Putri


“Hah?” Putri menoleh ke arah ku


“Anu… aku beneran minta maaf. Aku beneran gak sengaja” kata ku menyesal. Wajah ku


lebam semua karena dihajar Putri


“Humpf!” dia masih kesal dengan kejadian tadi. Putri memakan nasi gorengnya dengan


perasaan kesal. Wajah cemberutnya sangatlah imut sekali.


Malam sudah semakin larut, aku berbaring di lantai dengan rasa penuh penyesalan, sedangkan Putri dengan nyamannya berbaring atas Kasur yang empuk itu. Aku menatap ke arah langit-langit kamar dan mencoba mendinginkan situasi.


“Nasi gorengnya tadi enak ya?!” kata ku ragu


“Hem” jawah Putri jutek


“Besok kita sudah harus kembali ke Malang ya…” kata ku ragu


“Ya” jawab cetus Putri


“Hah…” aku menghela nafas


“Aku mau tidur dulu” kata ku


Putri terlihat sangat cemas karena membiarkan ku tidur di lantai tanpa selimut. Meskipun dia sangat marah, tapi dia merasa tidak enak kepada ku yang sudah membantunya sampai sejauh ini.


“Anu…Van… kamu udah tidur?” tanya Putri malu-malu. Namun aku sengaja tidak menjawabnya


“Ka-kalau kamu mau…kamu boleh kok tidur di atas sini” kata Putri malu


“Beneran?! Alhamdulillah~ dingin banget di lantai tau~” kata ku bergegas naik ke atas ranjang


“Eh!” Putri kaget


Akhirnya aku dapat merasakan kehangat dari selimut berkelas ini. disis lain, Putri terlihat


sangat malu-malu saat aku tidur disampingnya. Hal itu wajar saja, kemarin malam aku tidur di lantai karena takut membangun Putri yang tertidur lelap. Tapi, kini akhirnya aku bisa benar-benar tidur dengan nyenyak di atas Kasur empuk ini.


Aku tertidur dengan sangat lelap, namun tampaknya Putri tidak bisa tenang karena tidur


satu ranjang dengan ku. Wajahnya sangat merona saat melihat wajah ku yang tertidur dengan nyenyak. Tiba-tiba Putri teringat mimpinya pagi itu, mimpi saat dia mencium diriku.


Terbesit dipikiran Putri untuk melakukan hal yang sama dengan mimpinya. Jantungnya


berdegup dengan kencang dan dia perlahan mendekatkan bibirnya pada ku. Ketika bibir Putri hampir menyentuh bibir ku, tiba-tiba aku membuka kedua mata ku.


“Kamu mau ngapain Put?” tanya ku


“Huwahhhhhh!” sontak Putri memukul wajah Evan


“Aduhh….” aku mengaduh


“Apaan sih?” tanya ku kesal


“Bo-bodoh! Evan bego!” Putri langsung membalikan badannya dan mencoba tidur. Putri terlihat sangat gemas dan senyum-senyum sendiri.