Love And Despair

Love And Despair
Malam Minggu Jones



Suara pisau yang memotong kecil-kecil sayuran di atas talenan berpadu dengan kehangatan sepasang kekasih yang sedang menyiapkan makan malam bersama, menciptakan atmosfir yang membuat jomblo manapun pasti merasa iri. ditengah asiknya memotong sayur, jari Anita tak sengaja teriris pisau.


“auch” jarinya terasa perih


“dasar ceroboh! Untung lukanya gak dalam” kata evan sembari menghisap darah di jari


Anita


“e eh!” Anita terkejut dan wajahnya memerah


Tiba-tiba anita terpikirkan hal nakal untuk membalas Evan yang telah membuatnya


menunjukan wajah yang memalukan. Anita pun menggigit bibirnya hingga berdarah.


“aduhhh, berdarahh~~ lakuin kayak tadi dong sayang~” kata Anita menggoda


“bo bodo” kata Evan tersipu malu, wajahnya memerah gara-gara tingak laku Anita


“Tunggu tunggu tunggu…cerita macam apa ini!” teriak ku sambil membanting hp ku


Beginilah nasib anak rumahan yang kerjanya hanya rebahan. Malam minggu hanya


dihabiskan dengan bermain game atau membaca komik. Sekalinya ada notif komik udah update, eh taunya malah dikasih cerita yang bikin para jomblo tambah menderita.


Padahal malam ini ada pasar malam, tapi aku malah lebih memilih rebahan di sofa empuk ku. Tak lama setelah memikirkan tentang pasar malam itu, Aldi tiba-tiba menelpon ku.


“Van, mau ikut aku ke pasar malam enggak?” tanya Aldi


“hah? Pasar malam? Bareng kamu?” tanya ku


“iya bareng aku” jawab Aldi


“hah… kenapa aku harus jalan berduan sama cowok ke pasar malam, mana malam


minggu pula, nanti disangka pasangan homo lagi” batin ku


“enggak deh. Makasih” jawab ku dingin


“ayolah~” paksa Aldi


“sorry skip” jawab ku dingin


“hm…okay deh” kata Aldi pasrah


Tak berselang lama setelah Aldi menelpon ku, tiba-tiba Anita menelpon ku. Aku terkejut, ini pertama kalinya aku dihubungi langsung oleh Anita. Aku merasakan pertanda baik dari hal ini.


“hallo” kata Anita


“hallo” Jawab ku


“Evan, kamu mau gak ikut ke pasar malam?” tanya Anita


“loh… kok kebetulan banget? Tadi Aldi ngajak aku ke pasar malam, sekarang Anita


“ada hal janggal. Mungkin ini hanya kebetulan aja~” pikir ku positif


“ini kesempatan ku untuk bisa lebih dekat sama Anita” pikir ku


“ya aku ikut” jawab ku


“okay, aku tunggu di depan pintu masuk pasar malam” kata Anita senang


“okay…” jawab ku


Entah mengapa malam minggu ini rasanya akan berbeda dengan malam minggu biasanya, aku merasa hubungan ku dengan Anita akan semakin dekat. Aku bersiap-siap menuju ke tempat pasar malam, saat aku hendak keluar rumah ada unyuk yang terlihat bersantai di atas sofa.


“nyuk, doa-in aku berhasil ya” kata ku senang


“meow…” kata unyuk dengan memasang wajah tak meyakinkan dan menggelengkan


kepalanya


“dasar kucing ini, gak bisa ngelihat majikannya senang apa!” batin ku kesal


Sesampainya di pasar malam. Aku dibuat terkejut dengan apa yang kulihat dengan


kedua mataku ini. Kenapa ada Aldi, Eri dan satu lagi cewek aku lupa namanya bisa bersama


dengan Anita?


“anu…Anita, kenapa ada mereka? Kamu gak sengaja bertemu mereka ya?” tanya ku


berbisik


“ah… mereka, enggak kok. Emang dari awal kami dah berencana jalan bareng kesini”


jawab Anita


“kacau! Kok malah jadi gini sih!” batin ku kesal


“kenapa Van? Kamu gak senang ya aku ngajak mereka juga?” tanya Anita sedih


“e enggak kok~” jawab ku gugup


“hai gaes… lama nunggu ya?” sapa ku pada Eri, Aldi dan satu lagi aku lupa namanya


“enggak juga kok. Kami juga baru datang” jawab Eri


“loh… katanya tadi gak bisa~ skippp skippp” kata Aldi kesal


“ah hahaha… ngomong apa sih, jelas-jelas aku tadi mau ikut kan?!” kata ku gugup


“hmm…” Aldi kesal