
Sudah tiga hari berlalu sejak kami camping di pantai waktu itu. Kami saling tidak
menghubungi satu sama lain di grup chat. Soelah terjadi konflik besar dibalik liburan kami, namun
pada nyata semua terlihat baik-baik saja dari luar dan soelah tidak terjadi apa-apa saat kami
berkumpul kembali di tenda.
Saat aku tengah asik scrolling postingan orang di media instasam, tiba-tiba Aldi mengirim
pesan pada ku. “besok temui aku di sekolah saat sore hari” begitulah yang tertulis di pesan singkat
itu. Aku tidak yakin kenapa dia ingin bertemu dengan ku tapi aku merasa ini ada kaitannya dengan
hubungannya dengan Anita.
Sore itu aku datang di sekolah dan masuk ke kelas kami seperti apa yang dia perintahkan.
Dia tampak berdiri bersandar di bang guru sambil melipat tangannya. Wajahnya tampak tidak senang saat melihat ku.
“akhirnya kamu datang juga” kata Aldi kesal karena lama menunggu
“sebenarnya ap-“ kata ku terpotong
“aku meminta mu kesini karena aku ingin bertanya sesuatu pada mu” kata Aldi
“ngomong sesuatu? emangnya gak bisa lewat chat aja ya?” tanya ku
"enggak bisa” jawab Aldi
“aku gak suka bertele-tele, aku akan langsung ke intinya aja” katanya
“apa hubungan mu dengan Anita? apa ada yang kalian sembunyikan di belakang ku?” tanya
Aldi. Wajahnya tampak sangat serius
“glek…” aku menelan ludah
“a-apa maksud mu? Aku gak ngerti” aku balik bertanya
“hah…gak usah pura-pura bego deh. Jawab aja langsung. Apa hubungan mu dengan
Anita?” kali ini dia benar-benar marah
“aku dengan Anita hanya berteman. Gak lebih” jawab ku datar
Wajah Aldi tampak tidak puas dengan jawaban ku. Dia mengambil hp-nya dari dalam saku
celananya. Dia seperti mencari sesuatu di dalam hp-nya itu. Firasat ku mulai tidak enak,
sebenarnya apa yang ingin ditunjukannya.
“aku tanya sekali lagi…kamu gak sedang mencoba merebut Anita dari ku kan?!” tanya
Aldi. Dia mulai kehabisan kesabaran
“apa yang kamu bicaarakan?! Gak mungkin aku nikung teman ku sendiri!” jawab ku
“JANGAN BOHONG!” teriak Aldi
“INI! INI BUKTINYA! Kamu mau cari alasan apa lagi setelah melihat ini!” Aldi menunjukan foto aku sedang jalan dengan Anita di mall. Seketika aku terkejut, foto-foto itu
“da-dari mana kamu dapat foto itu?” tanya ku gugup
“gak penting aku dapat foto ini dari mana. Sekarang jawab pertanyaan ku!” jawab Aldi
membentak
“ka-kamu salah paham! Itu foto saat kami sedang mencari hadiah ulang tahun mu” jawab ku gugup
“hem… begitu ya…” Aldi mulai bimbang
“iya…aku gak tahu kamu dapat foto itu dari mana, tapi yang jelas itu foto saat kami sedang jalan mencari kado ulang tahun mu” aku mencoba meyakinkannya sekali lagi
“kuharap dia percaya” batin ku
“trus…apa pendapat mu tentang ini?” dia menunjukan foto yang lain
Kali ini aku sudah tamat, “bagaimana bisa dia mendapatkan foto selfi-ku dan Anita saat
makan es krim waktu itu?” aku sudah kehabisan ide, aku tidak bisa lagi mengelak dari bukti foto itu. Apapun yang ku ucapkan tidak ada yang akan dia percayai.
“kenapa? Kenapa diem aja? Jawab!” bentak Aldi
“ya…itu foto aku dan Anita saat pergi jalan bersama” jawab ku menyesal
Aldi yang sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi langsung memukul wajah ku. Aku dipukul sampai tersungkur di lantai. Kemarahan mengasai dia, dia menyerang ku secara membabi
buta. Aku hanya bisa bertahan dan melindungi wajah ku agar tidak menerima pukulan fatal.
Tiba-tiba Anita datang entah dari mana menahan pukulan Aldi dengan kedua tangannya.
“Anita? Kenapa kamu bisa ada disini?” Aldi sangat terkejut. Dia berdiri dan memegang kedua tangan Anita.
“apa yang kamu lakukan! Bagaimana bisa kamu memukul teman mu sendiri?” tanya Anita
“uhuk! Uhuk!” badan ku sakit semua
“kamu bilang kenapa aku memukul teman ku? Itu semua gara-gara kamu!” bentak Aldi
“kamu selingkuh sama Eevn kan?” teriak Aldi
“iya! Kalau iya emangnya kenapa?” jawab Anita dengan percaya diri. Aku dan Aldi terkejut dengan jawabannya. Aldi sangat syok, dia tidak menyangka bahwa Anita akan benar-
benar jujur dalam menjawabnya.
“kenapa! Kenapa kamu lebih memilih dia dari pada aku?” tanya Aldi
“apa kekurangan ku sampai kamu memilih dia? Aku selalu bersama mu, aku selalu
memberikan apa yang kamu ingin kan, aku lebih gagah dari pada dia, aku lebih lebih popular dari pada dia-“ kata Aldi terpotong. Wajah Aldi begitu penasaran dan kebingungan
“CUKUP!” teriak Anita
“kenapa? Kenapa kamu malah memilih anak suram seperti dia?” tanya Aldi
“PLAK” Anita menampar Aldi
Aku tertegun mendengar perkataan Aldi. “Apakah dia selama ini menganggap ku seperti itu? Kukira selama ini dia teman baik ku. Begitu bodohnya aku bisa percaya dia begitu saja” pikir ku.