
Hikari yang baru saja mendapat informasi dari televisi perihal musibah yang menimpa Sora. Setelah gagal berkali-kali menghubungi ponsel Sora yang dalam keadaan tidak aktif, ia bergegas menuju rumah sakit. Berharap bisa menemui kekasihnya dan meminta maaf atas ketidakhadiran dirinya pada malam itu.
Begitu membuka pintu utama, Hikari terpaku di depan pintu rumah. Langkahnya terhenti melihat sebuah mobil sedan memasuki halaman rumah kedua orang tuanya. Dua orang pria kemudian keluar dari dalam mobil dan berjalan cepat ke arahnya.
"Selamat pagi Nona." Suara salah seorang dari mereka
"Iya. Selamat pagi."
"Apakah anda Nona Hikari Nobou?" Tanya pria itu lagi.
"Ya. Aku sendiri."
"Kami dari kepolisian Osaka." Sambil mengeluarkan lencana kepolisian. " Kami membawa surat perintah pemanggilan atas nama Nona Hikari Nobou, untuk dimintai keterangan mengenai pengaduan yang dilakukan oleh Tuan Billy Takasimura."
Hikari menerima surat pemanggilan yang diberikan oleh kedua polisi itu. Ia mengeluarkan kertas surat dari amplopnya dan membacanya.
"Kodok sialan !!! Dia tidak menghiraukan ancaman ku waktu itu." Umpat Hikari dalam hati. "Dia cuma menuntut ku saja kan?"
" Tidak, Nona. Ada seorang lagi yang ikut serta dalam surat tuntutannya."
"Sora ?"
" Bagaimana Nona bisa mengetahuinya?"
"Benar-benar ya si Billy itu." Hikari meletakkan salah satu tangannya di pinggang. "Dia salah alamat, Pak polisi. Maling teriak maling."
"Nanti saja kau jelaskan semua di kantor. Bisa ikut kami sekarang ?"
"Baiklah. kalau begitu kami tunggu kedatangan mu di kantor."
Setelah kepergian mereka, Hikari segera menghubungi pengacara keluarganya. Dengan adanya kasus yang menimpa Hikari, Teramae menjadi lebih sibuk. Ia juga harus menangani kasus Yusa yang waktu itu sebentar lagi akan naik ke pengadilan.
Dengan didampingi pengacaranya, Hikari memenuhi panggilan kepolisian untuk memberikan keterangan. Ia juga membawa bukti rekaman cctv tindakan percobaan pemerkooosaan yang dilakukan Billy terhadap Sora. Selama proses penyidikan dan penyelidikan*, Sora tidak diizinkan bertemu dengan siapapun, termasuk Hikari. Hal itu di sebabkan polisi ingin mendapatkan gambaran yang utuh atas kasus dua tahun lalu yang sedang mereka usut serta menghindari kedua saksi terlapor saling bertukar informasi. Satu-satunya penghubung di antara mereka adalah pengacara Teramae yang diminta Hikari untuk ikut mendampingi Sora menghadapi kasus penganiayaan berat yang ia hadapi.
Proses BAP terhadap kasus penyekapan Sora telah selesai dilakukan. Berkas perkara beserta barang bukti diserahkan pihak kepolisian ke kejaksaan dan telah dinyatakan lengkap atau P21** oleh kejaksaan. Dalam waktu dekat kasus akan segera naik ke pengadilan.
Polisi bergerak cepat. Proses BAP terhadap kasus tuntutan balik Billy terhadap Sora dan Hikari segera mereka lakukan kemudian. Mulai dari meminta keterangan para pihak yang berkaitan, mengumpulkan barang bukti sampai melakukan rekonstruksi peristiwa dua tahun yang lalu, baik Billy dengan Sora ataupun Billy dengan Hikari. Dari hasil rekonstruksi terlihat jelas, bagaimana kedua wanita itu melakukan penganiayaan terhadap Billy di waktu dan tempat berbeda. Walaupun tidak dapat dipungkiri, tindakan Sora merupakan usaha untuk pembelaan diri. Selama proses BAP kedua kasus itu, Kaoru memenuhi janjinya. Ia memberi dukungan moril pada Sora. Tidak jarang terlihat Kaoru menggenggam tangan bahkan memeluk Sora di suatu kesempatan, apabila wanita itu terlihat mulai tertekan dalam melalui tahapan demi tahapan BAP yang melelahkan.
Proses peradilan kedua kasus ini pun segera dilakukan. Sidang berlangsung maraton. Sidang kedua kasus dilaksanakan pada waktu hampir bersamaan namun beda hari. Dalam kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap Sora, Billy dihukum maksimal oleh hakim yaitu selama 5 tahun penjara. Sementara itu dengan ke empat orang pria yang ikut bersamanya dijatuhi hukuman 3 tahun penjara.
Pada putusan selanya, untuk sidang kasus tuntutan Billy terhadap Sora, hakim menyatakan menolak semua dakwaan yang diajukan oleh jaksa penuntut umum. Tindakan penganiayaan Sora terhadap Billy merupakan usaha untuk pembelaan diri atas percobaan pemerkoosaan yang dialaminya. Hakim memerintahkan Sora dibebaskan atas semua tuntutan. Beda halnya dengan Sora, hakim menolak seluruh eksepsi atau pembelaan Hikari. Sehingga sidang akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya, yaitu pemeriksaan atau pembuktian.
Akhirnya setelah proses sidang yang melelahkan, bedasarkan barang bukti yang di ajukan ke pengadilan, Hikari terbukti secara sah dan meyakinkan dengan sengaja melakukan tindakan penganiayaan berat yang direncanakan, mengakibatkan luka berat terhadap Billy. Menimbang Hikari belum pernah dihukum sebelumnya dan kooperatif selama proses penyidikan dan penyelidikan berlangsung. Akhirnya hakim menjatuhkan hukuman 3 tahun penjara terhadap Hikari. Keputusan hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut Hikari dengan hukuman maksimal yaitu 7 tahun penjara. Atas putusan itu, jaksa dan pengacara Hikari menyatakan pikir-pikir. Keputusan atau vonis hakim itu bersifat inkracht*** atau berkekuatan hukum tetap jika dalam jangka waktu 14 hari kedua belah pihak tidak mengajukan banding.
...*****************...
* Penyelidikan merupakan tindakan mencari dan menemukan suatu peristiwa yang dianggap atau diduga sebagai tindakan pidana. Sedangkan pada penyidikan titik berat penekanannya diletakkan pada tindakan mencari serta mengumpulkan barang bukti.
** P21 adalah kode yang biasa digunakan setelah penyidikan yang dilakukan oleh penyidik kepolisian selesai. Kode P21 merujuk pada status berkas perkara yang sedang ditangani dinyatakan lengkap.
*** Dalam istilah hukum, inkracht adalah putusan pengadilan negeri yang diterima oleh kedua belah pihak yang berperkara, putusan perdamaian, putusan verstek yang terhadapnya tidak diajukan verzet atau banding.
Semoga bab ini bisa dipahami dan tidak bikin pusing ðŸ¤. Aku membuka kritik dan masukan, jika ada hal-hal yang bertentangan dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Biar kita bisa sama-sama belajar. See u next bab. Once again, jangan ditunggu ya...