
Malam belum sepenuhnya larut. Warna jingga dan merah di langit baru saja berganti gelap. Di sebuah kamar suit room hotel bintang empat, Benjiro baru saja selesai mandi. Masih dengan handuk putih yang menggantung di perutnya yang tidak sixpack, Benjiro menyugar rambutnya yang basah dengan jemari tangannya. Pria paruh baya itu masih terlihat sangat menawan walaupun usianya tak lagi muda. Dapat dipahami, tak ada seorang wanitapun mampu menolak pesonanya. Tubuhnya yang masih bugar ditambah dengan uang yang berlimpah, menjadi nilai plus Benjiro dimata wanita-wanita pengejar kenikmatan dunia.
Aktivitasnya terhenti begitu melihat pemandangan indah terpampang nyata di hadapannya. Clarisha, sugar babynya sedang berbaring manja dengan posisi miring bertopang dengan tangan kirinya. Wanita cantik yang seusia dengan putrinya itu mengenakan lingerie putih transparan yang memperlihatkan lekuk indah tubuhnya.
Benjiro Nobou yang berdarah panas itu seketika menelan kasar ludahnya. Menarik kedua sudut bibirnya, Benjiro melangkah pasti menuju wanita pujaan hatinya itu.
“Sayang kau benar-benar ya..”
Clarisha tersenyum nakal. Ia menjilaati telunjuk tangan kanannya dengan ekspresi menggoda. Benjiro merangkak begitu tiba di tempat tidur meraih Clarisha dalam kungkungannya. Menahan tubuh Clarisha di antara kedua pahanya. Clarisha yang sudah diliputi gairah, langsung membalikkan keadaan. Ia mendorong tubuh Benjiro dan dengan cepat berada di atasnya. Benjiro tertawa. Itu yang sangat ia sukai dari diri Clarisha. Wanita itu selalu bisa membuat seorang pria menginginkan dirinya, lagi lagi dan lagi. Benjiro yang tidak lagi belia itu, jika bersama dengan Clarisha ia merasa 20 tahun lebih muda.
“Kau sudah tidak tahan lagi rupanya.”
“Aku sudah menunggumu seharian ini, Tuan. Kau baru bisa menemuiku ketika matahari sudah tidak menampakkan sinarnya lagi. Betapa tersiksanya aku selama menanti kedatanganmu.” Clarisha menarik handuk putih yang melilit tubuh bagian bawah Benjiro dan melemparnya ke sembarang arah.
“Maafkan aku sayang, ada rapat dengan investor penting. Ia merubah jadwal pertemuan kami lebih cepat. Aku tidak mungkin menolaknya. Ini demi kelangsungan hidup pe.... Oh.. Shiiit..” Benjiro menguumpat. Bukan umpaatan amarah. Namun umpaatan asmara. Belum selesai ia menjelaskan keadaan yang ia jalani seharian ini, Clarisha dengan agresifnya bermain di daerah intinya. Wanita muda itu mengajak ular kobra milik Benjiro berdansa salsa dengan lumba-lumba kecilnya. Tarian yang begitu energik, penuh tenaga, bergaiirah serta cantik dan seksih. Refleks ia melebarkan kedua kakinya.
“Shiiit..” Berkali-kali Benjiro menguumpat.
Tarian yang dipandu Clarisha itu meraangsang ular kobra milik Benjiro memuntahkan isi perutnya. Dengan ekspresi puas Clarisha menyeruput cairan putih kental itu dengan penuh keniikmatan. Entah apa yang telah dimakan sang ular, hingga cairan itu begitu dinikmati oleh Clarisha. Setelah selesai di sana, Clarisha merangkak kembali di atas tubuh Benjiro. Ia mendekatkan wajah mereka. Benjiro meraup paras cantik Clarisha dan mengecuup lembut bibir wanita itu. Aroma khas cairan ular kobra miliknya, keluar dari rongga mulut Clarisha.
“Kau sangat menyukainya ya?”
“ Awalnya tidak, Tuan. Konon katanya cairan itu bisa membuat awet muda, Tuan."
“Kau ini ada-ada saja...” Benjiro tertawa mendengar penuturan jujur Clarisha.
“Aku Cuma ingin membuktikannya saja, Tuan. Tidak salahkan?"
"Tentu saja tidak. Terserah kau saja."
Tangan nakal Benjiro menyusup masuk kedalam lapisan tipis yang menutupi tubuh Clarisha. Wanita muda itu melenguh begitu tangan Benjiro bermain di area perut dan perlahan naik ke tonjolan kembar miliknya.
“Kau cantik sekali, sayang.”
“Benarkah?”
“Untuk apa aku berbohong.” Kali ini Benjiro mengambil kendali. Ia menarik tubuh Clarisha dan membuatnya berada di bawahnya. “Aku heran. Untuk apa wanita suka memakai pakaian unfaedah ini. Kalau ujung-ujungnya akan berakhir di tempat sampah.”
Kreeet.. Baju tipis itu dirobek paksa Benjiro. Ia melempar benda malang itu hingga mendarat di atas televisi.
"Tetapi tidak ada seorangpun pria yang akan menolak wanitanya bila memakai pakaian unfaedah ini, Tuan." Clarisha menggeliat di sela kedua paha Benjiro, mempersiapkan sambutan spesial untuk king kobra paruh bayanya.
Tiba-tiba.
Brakkk... Pintu kamar hotel bintang empat itu dibanting paksa dari luar.
Tak.. tak ... Tak..
Langkah sepatu high heels dengan cepat memasuki kamar itu. Penghuni kamar yang sedang main petak umpet itu, dibuat terkejut dengan kejadian yang sangat tiba-tiba.
“Sialaan !!! Dasar brengseek !!!” Yana mengambil bantal sofa dan melempar ke arah Benjiro yang sedang berada di atas tubuh buugil Clarisha. Bantal mendarat dengan mulus di wajah Benjiro.
Bejiro yang gelagapan, tidak sempat menutupi tubuh poolosnya yang terlanjur tertangkap basah sang istri.
“Astaga !!” Clarisha yang terkejut. Ia bergegas menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang terbuka.
“Apa yang kau lakukan di sini, Yana !!”
“Tutupi ular berbisamu, wahai bandot tua !! Aku malu melihat tingkah lakunya yang suka mencari sangkar muda. Bisa-bisanya saat ini dia masih bangun saja. Tidak tau tempat dan situasi!!” Yana memandang dengan sinis ular tua milik Benjiro yang masih berdiri dengan gagahnya.
“Kau keterlaluan, Yana !! Apa yang kau lakukan saat ini benar-benar keterlaluan!!” Benjiro memunguti handuk putihnya yang terdampar di atas televisi layar datar bersama dengan lingerie sobek milik Clarisha.
“Kau yang keterlaluan!! Anakmu meregang nyawa seorang diri di Tokyo, bisa-bisanya kau meregang nafsu di sini !!”
“Apa maksudmu !!”
“Yusa tewas dibunuh oleh orang yang tidak di kenal di kamar hotelnya. Dan semua itu buntut dari kesalahan panjangmu !!!” Yana menunjuk wajah Benjiro dengan penuh emosi. Air mata perlahan kembali menetes dari sudut mata bengkaknya.
Benjiro terdiam. Ia tidak kuasa membalas ucapan sang istri yang penuh emosi. Pijakannya goyah. Segera ia mendudukkan bokongnya di atas tempat tidur sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
“Aku sudah muak dengan semua ini !!” Mata Yana memandang sinis ke arah Clarisha yang menggenggam selimut dengan ekspresi serba salah. “Terserah apa yang akan kau lakukan. Aku sudah tidak peduli!!. Setelah pemakaman Yusa, aku akan segara mengurus perpisahan kita. “ Yana memutar tubuhnya. Dan berjalan menjauh dari pria yang telah ia temani puluhan tahun itu.
Benjiro mengangkat wajahnya.
“Yana !!” Pria paruh baya itu mengejar istrinya. Menarik tangan Yana untuk menghentikan langkahnya.
“Lepaskan tangan sialanmu itu !!” Yana menghempaskan tangan Benjiro yang menggenggam erat lengan kirinya.
“Yana dengarkan aku dulu. Kita sudah pernah membahas ini sebelumnya. Kenapa kau merubah kesepakatan kita.”
“Itu bukan kesepakatan kita. Tapi keinginanmu bukan mauku, Tuan Benjiro Nobou yang terhormat.” Jawab Yana dingin.
Benjiro memandang lekat mata Yana. Mencari kebenaran yang tersimpan di hati wanita yang telah memberinya dua buah hati itu. Ia tidak menemukan keragu-raguan di sana. Yang ada hanya amarah, kecewa, luka dan rasa sedih yang mendalam.
“Yana ...” Ucap Benjiro dengan wajah memelas.
“Aku tidak ingin membuang waktuku untuk pembicaraan sampah ini. Kau bisa menemui Teramae jika belum puas. Sampai jumpa di pengadilan, Nobou-san.“
Tak ... Tak.. Tak..
Langkah kaki Yana menjauh meninggalkan Benjiro yang berdiri terpaku di tempatnya.
“Tidak. Tidak mungkin. “
Benjiro tidak percaya dengan keputusan Yana yang menginginkan perpisahan mereka. Ia sungguh bukan seorang ayah yang baik. Rasa takut atas kebenaran ramalan yang akan menimpanya, lebih besar dari rasa sedih kehilangan putra sulungnya.
...****************...
Note author kacang :
Peneliti dari Austria menuturkan bahwa kemungkinan speerma manusia bisa menjadi senjata ampuh untuk melawan proses penuaan. Studi yang dilakukan oleh peneliti di Graz University menemukan bahwa spermidine yaitu suatu senyawa yang ditemukan dalam speerma, bisa memperlambat proses penuaan dan meningkatkan umur panjang pada lalat, cacing, tikus serta sel-sel darah manusia dengan cara melindungi sel dari kerusakan.
Sel penuaan terjadi ketika proses alami yang disebut dengan autiphagy yaitu semacam seluler kanibalisme dimana sel-sel yang rusak atau tidak beres didaur ulang. Berdasarkan penelitian ditunjukkan konsentrasi dari spermidine dapat mengurangi radikal bebas, mencegah penuaan dan memperpanjang usia. Studi ini masih sebatas penelitian awal. Didapatkan lalat bisa tinggal 30 persen lebih lama dibandingkan dengan lalat kontrol, sedangkan cacing bisa hidup 15 persen lebih lama.
Tapi hasil penelitian ini belumlah final, karena masih harus dilakukan riset jangka panjang. Diperlukan waktu bertahun-tahun dalam penelitian ini termasuk uji laboratorium dan hewan percobaan lebih lanjut sebelum benar-benar dapat dinyatakan aman untuk diuji pada manusia.
Karena sampai saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan menelan speerma bisa menghambat proses penuaan, maka mitos tersebut tidaklah benar. Efek yang mungkin bisa ditimbulkan hanyalah dampak psikis saja, dalam hal ini sang perempuan merasa bahagia karena berhasil memuaskan pasangannya. Beberapa penelitian memang menunjukkan di dalam speerma terkandung berbagai bahan atau zat yang diduga dapat bermanfaat. Tapi sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan apakah bahan tersebut aman untuk digunakan atau ditelan oleh manusia.
Namun, menurut dr Boyke Dian Nugraha SpOG MARS, cairan pria tersebut tidak hanya untuk reproduksi tetapi juga bermanfaat bagi kecantikan. Cairan itu kalau diusap di wajah akan membuat wanita awet muda kalau diusap di perut, leher, tangan, dada, dan lainnya, akan membuat kulit halus. Mengapa demikian? Dari sisi kesehatan, kata dokter Boyke, cairan pria mengandung kolagen. Nah kolagen ini fungsinya mengencangkan kulit, mencegah penuaan, dan mengurangi selulit.
So, yang sudah punya pasangan halal, silahkan dicoba kalo berkenan. Ingat ya... PASANGAN HALAL.... 🤭