Looking For Murder

Looking For Murder
Apakah Pelaku Yang Sama?



Sabtu 24 September 2020. Pukul 6 pagi.


Dengan tubuh yang terasa remuk, Keiko memaksakan diri untuk berangkat bekerja. Ketika dia bangun tidur pada pukul 6 pagi, Geo sudah tidak ada di apartemen mereka. Tidak ada pesan apapun yang ditinggalkannya. Dengan memoles foundation di wajah dan lehernya, ia berusaha menutupi bekas insiden tadi malam.


Pukul 9 pagi Keiko sudah tiba di Rumah Sakit Universitas Osaka. Ia masuk ke ruangan kerja pribadinya, semerbak wangi bunga lavender yang menenangkan, memenuhi ruangan. Keiko memang meletakkan aroma terapi beraroma lavender di ruang kerjanya. Ia kemudian meletakkan tasnya di atas meja. Dan mengambil sampel rambut yang di simpannya dalam sampel DNA kit dari dalam tasnya. Beberapa detik matanya terpaku pada sampel itu. Dengan menghembuskan nafas berat, ia membulatkan tekad, apa yang akan dilakukan nya ini merupakan suatu keharusan.


"Setelah ini, semua nya akan menjadi jelas"


Keiko melangkahkan kaki ke luar ruangannya menuju lab untuk menyelesaikan prosedur pengajuan tes DNA, sebagai tindak lanjut dari sampel yang telah diserahkannya terlebih dahulu.


Jalan Namba, Osaka Pukul 10.00 pagi


Takagi beserta rekannya Kaoru, kembali disibukkan dengan adanya laporan penemuan jenazah perempuan tanpa busana dengan kantong plastik warna hitam menutupi kepalanya yang di ikat dengan tali pengikat warna kuning, di tempat penampungan sampah oleh seorang warga.



"Sial. Belum selesai satu kasus, muncul lagi korban berikutnya"


Takagi sangat kesal pada dirinya sendiri, karena ia belum menemui titik terang pada kasus sebelumnya.


Jenazah kembali dibawa ke ruang otopsi milik rumah sakit Universitas Osaka. Dokter Keiko ditemani rekannya Sora, kembali akan menangani jenazah untuk dilakukan prosedur otopsi.


" Sora identifikasi fisik korban"


"Baik, Dok"


Sora melakukan hal yang diperintahkan Keiko.


" Perempuan. Tinggi badan 162 cm. Berat badan 48. Rambut panjang sebahu warna auburn. Usia diperkirakan lebih dari 30 tahun. Waktu kematian, belum 42 jam"


"Bagaimana jenazah kali ini, Dok?" Tanya Takagi


" Sama dengan jenazah Nona Cho. Penyebab kematian secara umum karena kekurangan oksigen. Cuma kali ini, jenazah masih utuh. Barangkali pelaku belum sempat memu tilasi korbannya" Jawab Keiko.


"Apakah bisa dipastikan pelakunya adalah orang yang sama?"


"Besar kemungkinan demikian. Kondisi jenazah sama persis"


"Sial. Pembunuhan berantai. Dan kita belum menemukan pelakunya"


Aktifitas itu berulang. Selain mengambil sampel DNA di kuku dan cairan yang ada kema luan korban, dokter Keiko juga mengambil sidik jari korban. Sampel DNA diserahkan ke laboratorium DNA dan sidik jari diserahkan kepada Takagi.


Takagi membawa sidik jari korban ke kantor polisi Osaka, untuk dilakukan identifikasi sidik jari dengan menggunakan automatic fingerprint identification system yang dimiliki kepolisian. Tak memerlukan waktu lama, identitas korban ditemukan.


"Ini Detektif, hasilnya sudah keluar" Tomi, seorang petugas identifikasi menyerahkan salinan data korban kepada Takagi.


"Gina Ayumi, 36 tahun. Mantan guru sains SMA Osaka. Pernah dipenjara selama 5 tahun karena kasus pelecehan sek sual terhadap beberapa orang siswanya. Sekarang berprofesi sebagai pekerja pemuas syahwat di Tobitha Shinchi"


Takagi membaca informasi yang tertera dalam salinan data yang diberikan Tomi pada nya.


"Ada kesamaan korban pertama dengan kedua. Sama-sama kupu-kupu malam"


"Apakah pembunuhan Nona Ayumi ada kaitannya dengan pembu nuhan Nona, Cho?Apakah ada kemungkinan pelaku pembunuhan merupakan salah seorang siswa yang dulu menjadi korban pelecehan oleh Nona Ayumi?"


"Bisa jadi, Detektif"


"Aku harus melaporkan hal ini kepada Komandan. Kita butuh data para korban pelecehan Nona Ayumi dari sekolah tempatnya bekerja dulu dan mencocokkannya dengan data base yang ada di kepolisian"


"Harus bongkar kasus lama? "


" Iya. Semoga datanya masih ada. Aku lapor Komandan dulu" Kata Takagi sambil berlalu menuju ruangan Komandan Hajime.


***


Tok .. Tok.. Tok..


"Siang, Pak"


"Siang Takagi. Bagaimana perkembangan kasus pembu nuhan Nona Cho?"


"Belum ada kemajuan yang berarti, Pak. Saksi-saksi yang sudah diperiksa belum ada satu orang pun yang mengarah kepada tersangka. Dari buku harian korban disebutkan, salah satu saksi telah melamarnya. Ada kemungkinan orang-orang di sekitar saksi atau korban yang menjadi tersangka pembu nuhan. Kita harus menunggu hasil uji DNA terlebih dahulu, Pak"


"Ehm. Korban yang baru datang ini bagaimana?"


"Gina Ayumi, mantan guru sains di SMA Osaka yang beralih profesi menjadi pekerja se ks di Tobitha Sinchi. Ada yang menarik, Pak. Dari ciri-ciri kedua korban, pelakunya mengarah pada orang yang sama"


"Sama bagaimana?"


"Kedua korban merupakan PSK. kemudian, kematian keduanya disebabkan karena kekurangan oksigen. Meninggal kemungkinan besar disebabkan karena dibe kap. Kepala kedua korban ditutupi plastik hitam yang diikat tali plastik warna kuning. Dan yang terakhir, di kedua kema luan korban terdapat cairan yang sudah mengering, kemungkinan adalah cairan sper ma pelaku. Di sini ada dua kemungkinan. Korban digagahi ketika masih hidup atau sudah meninggal. Atau mereka melakukan hubungan suka sama suka"


"Jika korban disetubuhi setelah meninggal, kemungkinan besar pelaku memiliki perilaku penyimpangan sek sual necrophilia*"


"Benar, Pak"


"Sebentar. Ini Ayumi yang pernah ditahan karena kasus pelecehan terhadap siswa nya itu?"


"Iya, Pak"


"Tragis sekali"


" Aku berfikir untuk membuka data lama, apakah ada kemungkinan pelakunya merupakan mantan siswa yang pernah menjadi korban Ayumi dahulu. Kita perlu membandingkan data base milik kepolisian dengan data korban dari pihak sekolah. Aku butuh surat izin untuk melakukan investigasi ke SMA Osaka"


"Lakukan semua yang kau anggap perlu"


"Siap. Laksanakan, Pak"


***


*Necrophilia diambil dari bahasa Yunani “necros” yang berarti mayat, dan “philia” yang berarti cinta. Necrophilia adalah jenis penyimpangan yang membuat pengidapnya menikmati berhubungan in tim dengan mayat. Penyimpangan ini merupakan salah satu jenis paraphilia, yaitu perilaku se ks abnormal yang ditandai dengan munculnya fantasi sek sual, terhadap sesuatu yang tidak lazim bisa meningkatkan hasrat se ks seseorang.


(Sumber: Atuk Google)