Looking For Murder

Looking For Murder
Hey, You !!!



Hotel International Port Vita, Osaka.



Malam itu, resto hotel begitu sibuk. Koki dan pelayan resto bekerja keras menyajikan pelayanan terbaik mereka. Resto hotel di booking untuk acara prom night mahasiswa Universitas Seni Osaka jurusan game creator. Seorang gadis blasteran Jerman yang mengenakan gaun berwarna putih, tampak berjalan terburu-buru meninggalkan lokasi acara.


" Adriana. Mau kemana?" Tanya Peter


" Ke toilet" Kata gadis yang bernama Adriana itu tanpa menghentikan langkah kakinya.


Peter mengikuti langkah Adriana ia mensejajarkan posisi mereka.


"Mau aku temani? Tapi ada syaratnya." Katanya sambil tersenyum penuh arti.


"Apaan. Kau yang mau nemanin, kenapa aku yang harus mengikuti syarat mu"


"Syaratnya gampang kok"


"Apa syaratnya?" Tanya Adriana tak perduli


"Kiss di sini" Kata Peter sambil menunjuk bibirnya.


"In your dreams" Ia mendorong dengan kuat tubuh Peter hingga Terdorong selangkah ke belakang. Adriana berlalu dengan cepat meninggalkan Peter. Karena terburu-buru ia tidak melihat seorang pelayan yang sedang membawa nampan minuman yang berjalan ke arah nya. Pelayan itu pun tidak sempat menghindar. Maka tabrakan pun tak dapat di hindari.


Prank..


Nampan minuman jatuh ke lantai, dan gaun Adriana basah terkena semburan minuman berwarna itu.


" Kau kalo kerja yang benar dong!! Kalau jalan matanya di pakai !! Lihat gaun mahal ku jadi basah semua !!" Hardik Adriana pada pelayan itu.


Dengan membungkuk yang dalam, pelayan itu minta maaf.


" Maafkan aku Nona. Aku kurang hati-hati"


"Maaf. Maaf. Memangnya baju ku yang mahal


biasa kembali dengan minta maaf. Lihat ini. Sepatuku jadi ikutan basah"


"Sekali lagi aku minta maaf, Nona"


"Ada apa ini? " Peter dan beberapa teman yang lain ikut menyusul ke arah keributan yang tejadi.


"Lihat aja sendiri" kata Adriana ketus.


Tak lama berselang, seorang Kepala pelayan datang.


" Yusa-san, ada apa ini?"


"Aku tidak sengaja menabrak Nona ini, Tuan"


" Maafkan kami, Nona. Dia tidak bermaksud merusak pakaian anda" Kata Kepala pelayan itu sambil membungkukkan tubuh yang dalam.


" Gampang banget minta maaf. Trus gaun aku yang basah ini, bagaimana?"


" Nanti kami akan membersihkannya. Di sini ada bagian laundry. Aku akan mengurusnya. Anda akan mendapatkan gaun itu bersih kembali"


" Baiklah kalau begitu. Dan Kau, karena atasanmu sudah menjamin gaun ku akan kembali bersih, hukuman mu bersihkan kaki dan sepatu ku yang basah ini. Kalau gak mau, aku akan memperpanjang masalah ini sampai kau di pecat!!"


Pelayan itu memandang atasannya meminta pendapat. Kepala pelayan terlihat berfikir sejenak.


"Sudah. Lakukan saja, Yusa-san. Biar masalah ini cepat selesai"


Dengan hati yang gundah, Yusa melakukan apa yang di minta tamu wanita itu. Di saksikan teman-teman Adriana yang telah berkerumun di sekitar mereka. Ada yang tertawa, ada yang menyayangkan sikap arogan Adriana pada sang pelayan.


***


Di pagi hari buta masih pukul 4.30, seorang wanita berambut pirang sedang menyusuri jalanan sepi pinggiran kota Osaka pada subuh dinihari itu. Dengan mengenakan outfit joging serba hitam, headset dan ponsel dalam genggaman tangannya, wanita itu melangkahkan kaki lebar-lebar, berlari dengan penuh kepercayaan diri. Sesekali terdengar senandung dari bibir indahnya mengikuti irama lagu yang didengarnya.


Dari kejauhan ia melihat sebuah mobil minibus berwarna biru metalik parkir di pinggir jalan dengan mesin mobil tetap menyala. Karena penasaran ia mendekati mobil itu dan mendekatkan wajahnya ke kaca pintu mobil bagian tengah itu


"Oh my god..!!"


Alangkah terkejutnya ia melihat seorang lelaki tanpa busana yang bagian bawah tubuhnya telah memasuki wanita dalam kungkungan nya itu. Wanita yang juga dalam keadaan polos itu di tekan dengan kuat bagian wajahnya menggunakan sebuah baju kaos. Tangan wanita itu menggapai-gapai seakan meminta pertolongan. Tak lama berselang tangan itu melemas dan terkulai di sisi tubuhnya.


Sadar seakan ada yang sedang mengintip, lelaki itu reflek memandang ke arah jendela


yang ada di hadapannya. Sesaat mereka saling pandang dan terdiam. Menyadari aksinya mengintip diketahui pelaku, wanita itu perlahan mundur dan meninggalkan mobil itu dengan berlari sekencang-kencangnya.


Lelaki dalam mobil itu seketika melompat dari atas tubuh wanita yang sudah tak bernyawa itu dan membuka pintu mobil. Ia menyembulkan kepalanya keluar dan berteriak


" Hey you .. !!!"


Dengan menahan geram, ia membanting pintu mobil dan memakai pakaiannya dengan cepat. Melompat ke arah jok supir dan menjalankan mobilnya. Ia melajukan kendaraannya mengikuti arah wanita bule yang mengintipnya tadi.


Dengan terengah-engah sambil memegang dadanya, wanita bule itu bersandar pada dinding sebuah minimarket, di antara 2 bangunan yang saling berdampingan.


"Apa yang baru saja aku lihat? Sebuah aksi pembunuhan ? Oh Tuhan, dia telah melihat wajahku" wanita itu menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya, tak percaya dengan kenyataan yang baru saja dia sadari.


"Apa yang harus aku lakukan? Beritahu Kakak? Tidak tidak. Kakak tidak perlu tahu. Kalau dia tahu, aku bisa disuruh pulang ke Jerman. Kuliahku sebentar lagi selesai. Tenang Adriana. Semua akan baik-baik saja"


Wanita yang bernama Adriana itu, mengintip keluar dari tempat persembunyiannya.


"Keliatannya dia tidak mengikuti ku. Aku harus segera pulang" Dengan cepat dia membuka aplikasi dan memesan taksi online. Tak lama berselang taksinya tiba. Segera ia masuk ke dalam taksi dan meninggalkan tempat itu.


***