Looking For Murder

Looking For Murder
Fujimaru-san, Aku Datang Memenuhi Janjiku Padamu



Setelah tiba di parkiran, mereka segera turun dari mobil. Takagi berjalan lebih dulu, selangkah di belakangnya Kaoru menyusul. Ketika baru tiba di anak tangga di depan teras kantor, seseorang memanggil Takagi dengan lantang.


“Fujimaru-san !! “ Satoshi Nomura datang bersama dengan 2 orang pengawal bertubuh kekar yang berjalan tepat di belakangnya. Seorang anak buahnya yang lain yang tak kalah kekar, sedang menggiring sesosok pria yang diikat kedua tangannya ke belakang. Pria kekar itu kemudian mendorong tawanannya hingga jatuh bersimpuh di kaki Takagi. Kedatangan mereka menarik perhatian petugas kepolisian dan warga sipil yang kebetulan ada pada saat itu.


“Tuan Satoshi ? Ini ada apa ?”.


Satoshi Nomura membungkukkan tubuhnya di hadapan Takagi untuk memberi salam.


“ Fujimaru-san, maaf membuatmu terkejut dengan kedatanganku. Tujuan ku ke sini, ingin memenuhi janjiku padamu. Aku membawa orang yang telah melakukan tabrak lari pada putri mu 2 tahun yang lalu. Ini dia pelakunya, adik dari Fumio Tanoue, Ren Tanoue”.


Takagi melihat pria yang berlutut di kakinya.


“Angkat wajahmu.” Perintah Satoshi. Pria itu mengangkat wajahnya. Ia melihat Takagi dengan tatapan penuh kebencian. Tiba-tiba lelaki itu menyemburkan ludahnya ke arah Takagi. Refleks Takagi menghindar ke kanan.


“Oww.. Relaks bro” ucap Takagi kemudian.


Pletak.. Satoshi memukul kepala Ren dengan tangannya..


“Hei.. Perhatikan tingkah mu..!!”. Ren yang dipukul kepalanya, hanya bisa menundukkan kembali wajahnya. Takagi cukup terkejut dengan perlakuan Satoshi pada Ren.


“Tuan Satoshi. Apa kau mempunyai bukti kuat, yang mendukung dugaan mu itu?”


“Tentu saja ada, Tuan“.


Pria itu mengambil ponselnya dari dalam saku celananya. Memutar rekaman suara pengakuan seorang pria yang berkata dengan penuh kebanggan, bahwa ia berhasil membunuh anak dari orang yang telah menyebloskan kakaknya ke dalam penjara 2 tahun yang lalu .


“Benarkah itu rekaman suara pria ini?”


“Benar Tuan. Salah seorang anak buahku dengan sengaja memancing dia bicara kemudian merekamnya”.


“Apa anak buah mu itu ada di sini?”


“Karena dia yang merekam percakapan itu, dia harus ikut dimintai keterangan sebagai saksi”.


"Aku akan memanggilnya ke sini, sebentar". Satoshi kemudian memberikan perintah pada salah seorang anak buahnya. “Suruh Suzuki turun”.


“Baik, Tuan”. Pria kekar itu menuruti perintah Satoshi. Ia bergegas menuju mobil. Tak lama kemudian, pria besar itu kembali dengan membawa seorang lelaki bertubuh tinggi dan kurus bersamanya.


“Ini dia. Namanya Suzuki”. Satoshi memperkenalkan Suzuki pada Takagi. Sejurus kemudian orang yang bernama Suzuki itu membungkukkan badannya dihadapan Takagi.


“Tapi itu saja tidak cukup” Ucap Takagi kemudian. "Motor dan pakaian yang pelaku kenakan pada waktu kejadian kalau bisa diikutsertakan sebagai barang bukti”.


“Oh. Kalau itu, salah seorang anak buahku akan membawa motor dan jaket milik Ren. Sebentar lagi dia pasti akan tiba di sini”.


Tak lama kemudian sebuah motor sport berkubikasi 250 CC, berwarna hitam memasuki halaman kantor polisi Osaka dan berhenti tidak jauh dari tempat Satoshi berada. Karena CC nya yang besar, motor itu menimbulkan suara yang menggelegar, memancing orang-orang yang berada di sana datang melihat. Orang yang mengendarai motor pun itu turun dari tunggangannya. Ia membuka helm hitam yang ia kenakan. Kemudian membungkuk di hadapan Satoshi.


“Tuan ini kunci dan helmnya.”


“Buka jaket mu”.


“Baik Tuan” Pria itu membuka jaket kulit berwarna hitam yang dikenakannya dan menyerahkan pada Satoshi. Satoshi kemudian memberikan jaket, kunci motor serta helm pada Takagi.


“Fujimaru-san, ini Kunci motor dengan jaket dan helm yang dikenakan Ren pada saat kejadian”.


Takagi mengambil benda-benda yang diserahkan Satoshi padanya, ia kemudian memberikan pada Kaoru yang berada di sampingnya. Setelah itu, Takagi melangkah menuju motor sport berwarna hitam itu. Ia memperhatikan dengan seksama. Mencoba mencocokan profil motor sport itu dengan yang ada dalam rekaman cctv di tempat kejadian yang sempat dilihatnya 2 tahun yang lalu. Tentu saja tidak ada bekas tabrakan yang tertinggal di sana. Kejadian sudah berlangsung lama. Bukti yang melekat sudah tentu tidak ada lagi. Begitu juga dengan jaket kulit dan helm yang dikenakan pelaku pada waktu itu. Tidak ada bekas apapun yang tertinggal. Yang bisa dicocokkan hanya profil motor sport dan pakaian pelaku dengan rekaman cctv.


“Baiklah kalau begitu. Sebaiknya kita proses di dalam“.


Dua orang opsir polisi menggiring masuk pria yang bernama Ren itu ke dalam kantor polisi, agar segera bisa dilakukan proses interogasi. Satoshi dan Suzuki ikut serta untuk di mintai keterangan. Takagi tidak ingin gegabah menangani kasus yang menimpa mendiang putrinya. Selain ini merupakan kasus lama yang seakan-akan dibiarkan karena melibatkan anggota salah satu organisasi Yakuza, barang bukti juga harus kuat dan mendukung agar kasus ini bisa secepatnya naik ke meja hijau.