
30 menit kemudian Keiko tiba di apartemennya. Begitu di lobi apartemen, seorang karyawan yang mengurus apartemen menyapanya.
“Nona Keiko. Selamat pagi”.
“Selamat pagi Miho”.
“Anda baru pulang, Nona?”
“Begitulah, Miho”. Keiko mendekati meja resepsionis tempat Miho bertugas. “Oh iya selama aku pergi, adakah seseorang mencariku?”
“Tidak ada, Nona”.
“Baiklah, Miho. Terima kasih”.
“Sama-sama, Nona”.
Keiko beranjak meninggalkan meja Miho dengan wajah sedikit kecewa.
“Sadarlah Keiko. Siapa yang kau harapkan akan mencarimu?”. Gumam Keiko dalam hati.
Keiko melangkahkan kaki menuju unitnya di lantai 3. Ia memilih menaiki tangga yang ada di sudut lorong. Tangga apartemen yang memiliki tipe cotemporary style itu, ia susuri satu persatu dengan cepat. Tak memerlukan waktu lama, Keiko telah tiba di unitnya. Bergegas ia membuka pintu dan menuju kamarnya untuk berganti pakaian kerja. Berdandan seperlunya, setelah itu ia segera menyambar tas kerjanya. Memasukkan power bank yang ada di laci nakas ke dalam tas. Setelah mengenakan jaket dan sepatu, dengan cepat Keiko membuka pintu apartemen. Ketika pintu sudah terbuka, sesosok pria tinggi besar telah ada di depan pintunya, dengan posisi tangan hendak mengetuk pintu. Mata Keiko membulat sempurna begitu ia melihat pria itu.
“Kau.... “.
“Halo Keiko”. Dengan senyum mengembang.
“Apa yang kau lakukan di sini?”. Dengan wajah dingin.
“Aku kebetulan lewat. Aku pikir karena sudah lama tidak bertemu, sekalian aku mampir. Ini aku membawakan sarapan untuk kita”. Pria itu mengangkat paper bag yang dibawanya dengan tangan kirinya.
“Maaf aku sudah terlambat. Aku tidak bisa menemanimu sarapan”. Keiko menutup pintu apartemen dan menguncinya.
“Keiko..” Pria itu menahan tangan Keiko yang berniat pergi meninggalkannya.
“Bisakah kau melepaskan tanganmu, Tuan”.
“Ok. Ok. Maafkan aku” Pria itu mengangkat kedua tangannya sampai setinggi dada. “ Aku tidak ingin membuat keributan di sini. Niatku datang hanya ingin sarapan bersamamu. Aku membeli 2 box katsu sando* untuk kita makan pagi ini. Tak bisakah kau bermurah hati sedikit kepadaku ? Demi masa lalu kita?”.
“Aku minta maaf Tuan Geoffrey Lafayette. Aku sedang terburu-buru. Jadi aku tidak bisa menemanimu sarapan”.
“Baiklah kalau begitu. Bawalah ini bersamamu. Setidaknya kau bisa memakannya di perjalanan”. Menyodorkan paper bag yang dibawanya pada Keiko.
“Maaf aku tidak bisa menerimanya”. Keiko melangkahkan kakinya meninggalkan Geo. Tak berputus asa Geo mengikuti Keiko yang berada beberapa langkah di depannya.
“Aku mohon. Terimalah ”. Geo menarik pergelangan tangan Keiko dan meletakkan pegangan paper bag di telapak tangan mantan istrinya itu. Langkah kaki Keiko pun terhenti. Matanya memandang paper bag yang telah berpindah ke tangannya.
“Aku tidak bermaksud buruk padamu. Aku memang kebetulan lewat. Jadi aku mampir, sekalian melihat mu. Sudah lama kita tidak bertemu. Aku senang keadaanmu baik-baik saja setelah perpisahan kita. Aku akan merasa bersalah sekali, kalau ada hal buruk yang menimpamu dikarenakan diriku”.
“Tuan tidak perlu khawatir. Aku baik-baik saja. Terimakasih sudah mengkhawatirkan ku. Aku benar-benar sudah terlambat. Maaf aku harus segera pergi”. Keiko meninggalkan pria itu di belakangnya.
“Kalau begitu, ayo kita turun sama-sama”.
“Ya sudah. Terserah kau saja". Mereka turun bersama hingga ke lantai 1. Keiko yang memilih menggunakan tangga, diikuti oleh Geo selangkah di belakanganya.
"Terimakasih untuk katsu sando nya”. Ucap Keiko kemudian.
"Sama-sama". Mereka pun terus berjalan turun menyusuri tangga.
“Aku berniat pergi ke Rumah sakit Ikeda. Apakah kau bersedia menemaniku ke sana?” Tanya Geo memecah kesunyian diantara mereka.
“Tuan ingin menjenguk siapa?”
“Tidak mengunjungi siapa-siapa. Hanya ingin membawa bingkisan untuk lansia yang ada di sana?”
“Hmm. Sejak kapan Tuan menaruh perhatian pada lansia?”
“Sejak Cho dan neneknya meninggal dunia?” Kalimat yang diucapkan Geo tanpa beban itu, menghentikan langkah kaki Keiko. Ia memutar tubuhnya, memandang Geo yang selangkah di belakangnya.
Geo yang merasa bersalah melihat tatapan mata Keiko yang tak terbaca itu, buru-buru memberikan penjelasan.
“Maafkan aku. Sejak pertengkaran kita dulu, aku sudah mengenal mendiang Cho. Aku hampir menikah dengan wanita itu. Cho wanita yang sangat baik. Hanya dia mengambil caranya sendiri untuk memastikan neneknya yang menderita demensia mendapat perawatan yang terbaik. Semasa hidupnya ia selalu memberikan bingkisan untuk lansia yang ada di sana. Aku hanya ingin meneruskan kebiasaan baik wanita itu”. Geo diam sejenak. “Jadi. Bisakah kau menemaniku?”
“Hemm. Aku tidak tau. Pekerjaanku di rumah sakit sangat banyak. Aku tidak bisa berjanji padamu”.
“Oh begitu. Lain kali kalau ada waktu, bersediakah kau pergi bersamaku?”
“Akan aku pikirkan nanti, Tuan.”
“Baiklah. Terima kasih, Keiko. Aku akan menunggu kabar baik dari mu".
Mereka pun tiba di dalam basemen dan berpisah tak lama kemudian, menaiki mobil masing-masing.
***
Keiko mengendarai mobilnya menuju rumah sakit dengan perlahan. Keiko yang belum mengisi perutnya dengan makan apapun, tiba-tiba merasakan lapar. Tidak ingin mengambil resiko makan sambil berkendara, Keiko segera menepikan mobilnya ke bahu jalan. Ia mengeluarkan box katsu sando dari dalam paper bag yang ia letakkan di kursi penumpang di samping kemudi. Begitu box kertas itu di buka, aroma khas roti lapis isi menggodanya. Ia segera mengambil sepotong katsu sando kemudian menggigit sandwich ala Jepang itu dan mengunyahnya pelan. Begitu makanan itu masuk ke mulutnya, matanya berlahan mengembun. Butiran bening menetes dari sudut matanya. Keiko memandang katsu sando sisa gigitan yang ada di tangannya.
“Rasanya masih sama seperti dulu. Kau membohongiku Geo. Kau sengaja menemuiku dengan membawa sandwich buatan mu”.
Segera ia hapus air mata yang sudah meluncur pelan di pipinya.
“Tidak. Aku tidak boleh menangisinya lagi. Cukup sudah hatiku terluka karena ulahnya.”
Ia memasukkan sisa katsu sando kembali dalam boxnya. Menarik porsneling dan menekan pedal gas, melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.
...****************...
* Katsu sando asal Jepang masuk dalam daftar 23 sandwich terbaik di dunia versi CNN. Katsu sando biasanya terbuat dari campuran daging babi, sayuran, dan saus yang diapit lapisan roti tawar.