Looking For Murder

Looking For Murder
Madu Dibalas Dengan Tuba



Surat panggilan kedua untuk Shuji Tetsuya telah dikirimkan kepolisian ke kantor pengacara Takeshi Teramae selaku kuasa hukum saksi Shuji. Teramae meneruskannya pada sang klien. Pada panggilan pertama Shuji tidak bisa memenuhi panggilan kepolisian karena ia terlambat bangun pagi. Waktu itu, setelah menghubungi pengacara Teramae untuk minta bantuan hukum, Yana memaksa Shuji untuk menemaninya bermain-main sampai menjelang pagi. Karena kelelahan, mereka terbangun setelah cahaya matahari tepat di atas kepala. Ponsel Yana dan Shuji tidak bisa dihubungi dari pagi, terpaksa Teramae mengakalinya dengan mengatakan pada pihak kepolisian, Shuji Tetsuya tidak bisa memenuhi panggilan kepolisian dikarenakan sakit.


Untuk penggilan kedua ini Teramae sudah meminta Shuji jangan sampai berhalangan hadir lagi. Bila ia tidak datang kembali, maka pada pemanggilan ke tiga Shuji bisa dijemput paksa. Hal itu akan menimbulkan kesan buruk terhadap diri Shuji di mata hukum dan masyarakat.


Dengan ditemani oleh Nyonya Yana Nobou, Shuji mendatangi kantor pengacara Takeshi Teramae. Mereka melakukan diskusi sesaat sebelum pergi ke kantor polisi. Setelah berdiskusi, merekapun berpisah. Shuji berserta Teramae menuju kantor Kepolisian Osaka. Sedangkan Yana menuju kantornya.


***


Nyonya Yana Nobou sedang berada di ruangan kerjanya. Ia adalah pemimpin perusahaan yang bergerak di bidang kecantikan, yaitu memproduksi skincare dengan brand BeautY. Motto brand mereka adalah Kulit BeYoutiful, Kamu Cantik. Perusahaan yang dipimpinnya ini merupakan anak perusahaan Nobou corp. Menggunakan brand ambasador seorang model pendatang baru yang ia temukan tanpa sengaja di pusat keramaian Shibuya, Tokyo. Yang bernama Clarisha.


Beberapa saat yang lalu, sekretarisnya baru saja mengantarkan sebuah amplop coklat ukuran folio yang baru saja dikirim oleh salah seorang mata-matanya. Dengan tidak sabar ia membuka tali pengait amplop. Terdapat beberapa lembar foto dan sebuah flash disk yang dikirimkan orang suruhannya itu.


Seperti dugaannya, Suaminya telah bermain api lagi di belakangnya. Sebenarnya hal itu bukan kali pertama Benjiro Nobou, suami sahnya, mencurangi janji pernikahan yang telah mereka ucapkan bersama di depan altar. Tetapi hal yang tidak bisa Yana terima adalah wanita yang menjadi mainan suaminya kini.


“Dasar jalaaang, tidak tau terima kasih!!.” Yana menggeram kesal pada objek foto wanita yang sedang merangkul mesra suaminya itu. Tangannya mengepal kuat hingga kuku-kuku panjangnya melukai telapak tangan. Tak puas sampai di situ, Yana mengambil Flashdisk berwarna hitam itu dan menyambungkannya ke laptop yang ada di atas meja kerjanya. Dengan menguatkan hati, Yana membuka File vidio yang ada di dalamnya. Vidio panas durasi 1 jam lebih itu cukup membuat hati Yana terbakar. Ia melihat bagaimana agresifnya wanita muda itu memancing gaiiirah sang suami yang terlihat sangat menikmatinya.


“Dasar jalaaang !!!.” Umpatan demi umpatan keluar dari mulut Yana. Hatinya terasa sakit yang teramat sangat. Luka penghianatan sang suami yang telah menganga bertambah parah dengan penghianatan orang yang telah dia angkat harkat dan derajat kehidupannya.


Mata-mata yang di sewanya memang hebat.


Ia berhasil meletakkan kamera cctv di dalam kamar hotel mereka. Sehingga adegan ranjang sang suami dengan wanita simpanannya itu terekam dengan jelas.


Masih segar dalam ingatan Yana, peristiwa 3 tahun yang lalu saat ia berjalan-jalan dengan sekretarisnya di pusat keramaian di Shibuya, Tokyo. Yana melihat seorang gadis penjual bunga sedang menjajakan dagangannya. Gadis yang berpakaian sangat sederhana itu, menarik perhatian Yana. Yana melihat cahaya berkilau di balik kesederhanaan gadis itu. Bagaikan berlian yang belum di asah dan disepuh.


Sebelum produk kecantikannya dilepas ke pasaran, Yana ingin mencari dan menemukan gadis yang sesuai dengan image kosmetiknya, dengan tangannya sendiri. Walaupun itu sangat sulit untuk ditemukan di tengah maraknya para wanita melakukan operasi plastik.


Yana menawarkan kerja sama yang saling menguntungkan dengan Clarisha. Clarisha pun menyambut tawaran dari Yana itu dengan suka cita. Menerima kerja sama dengan Yana berarti juga telah membantunya untuk mengangkat derajat kehidupan keluarganya. Dengan sedikit polesan di sana sini yang di lakukan Yana dan teamnya, jadilah Clarisha Brand ambasador yang memukau. Publik terpesona dengan kemunculan Clarisha. Sebagai pendatang baru Clarisha cepat di terima publik. Begitu juga dengan produk skincare yang dibawanya. Yana sukses membentuk image publik, Clarisha adalah BeautY, BeautY adalah Clarisha. Skincare BeautY berhasil bertahan selama 3 tahun berturut-turut sejak kemunculannya pertama kali, sebagai produk kecantikan yang paling banyak dicari orang. Begitu juga dengan Clarisha yang karirnya terus berkembang hingga merambah ke dunia film. Melihat keberhasilannya mengorbitkan Clarisha, Yana pun mengembangkan usahanya hingga merambah ke dunia fashion dan model.


Belakangan Yana mencium gelagat tidak menyenangkan dari Clarisha dan suaminya. Tatapan mata mereka terlihat berbeda jika ada momen yang kebetulan mempertemukan mereka berdua. Untuk membuktikan kecurigaannya, Yana menyewa mata-mata untuk mengikuti gerak keduanya.


“Jalaaang itu harus diberi pelajaran!!” .


Yana mengambil ponsel nya yang ada di tepi meja. Mengotak atik benda itu dengan cepat dan melakukan panggilan suara pada seseorang. Tak menunggu waktu lama, panggilan itu pun tersambung.


“Ya, Nyonya..” Suara berat seorang pria menyambut panggilan suara dari Yana.


“Dai, ada tugas untukmu..” Yana memberikan instruksi pada orang suruhannya itu.


“Lakukan dengan rapi dan bersih. ”


“Baik. Nyonya.”


***