Looking For Murder

Looking For Murder
Nobou Family 1



Sementara itu, setelah Benjiro sadar dan sudah bisa dimintai keterangan, penyidik kepolisian menggali informasi dari pria paruh baya itu.


“Aku ada janji meeting dengan Clarisha. Tapi sampai waktu yang kami sepakati, dia tidak datang. Setelah aku menghubungi manager Clarisha, Kimi, aku ketahui bahwa ia telah dijemput oleh orang suruhan ku. Padahal aku tidak pernah mengutus seseorang untuk menjemputnya. Aku segera minta tolong pada putri ku untuk mencari Clarisha”. Jawab Benjiro ketika Takagi dan teamnya menanyakan kronologi kejadian.


“Kenapa anda tidak meminta bantuan polisi?”


“Aku ingin yang praktis saja”.


“ Jadi menurut pendapat anda, berurusan dengan kepolisian sangat rumit?”


“Aku tidak mengatakan begitu. Waktu itu aku sangat panik. Tidak terpikirkan olehku untuk melaporkan kepada pihak kepolisian”.


“Apa hubungan anda dengan korban Clarisha, sehingga anda bisa begitu panik ?”


“A aku sudah menganggapnya seperti anak ku sendiri".


Kegugupan Benjiro menimbulkan kecurigaan polisi. Polisi dilatih untuk mempelajari bahasa tubuh seperti kontak mata, gerak tubuh, dan postur untuk memahami kapan seseorang berbohong. Polisi mencium ada indikasi perselingkuhan di balik kasus yang menimpa Clarisha.


“Tapi korban Clarisha tidak mengatakan begitu”.


“Maksud Anda?”


“Korban Clarisha mengatakan dia menganggap Tuan lebih dari seorang Ayah”.


Polisi berbohong pada Benjiro agar pria itu berkata jujur. Hal itu dilegalkan. Fakta terkecil apapun dibutuhkan untuk mengungkap kasus. Polisi dapat mengajukan pertanyaan yang tampak tidak penting tetapi jawaban dari Benjiro dapat dijadikan sebagai fakta.


“Benarkah seperti itu ?”


“Huum. Bahkan korban Clarisha mengatakan kalian sudah sering berkencan".


Wajah Benjiro memerah menahan malu. Dia tidak menduga polisi mengetahui hubungan terlarang nya dengan Clarisha.


“A Aku dan Clarisha memang mempunyai hubungan sedikit istimewa“.


Takagi tersenyum mendengar pengakuan Benjiro.


“Apakah istri anda mengetahui hubungan kalian?”


“Aku rasa dia tau. Aku tidak pernah mengatakan langsung padanya”.


“Apakah Nyonya Yana menyetujui hubungan kalian?”


“Aku tidak tau, Detektif”.


“Apakah ada kemungkinan, pelaku kejahatan ada kaitannya dengan istri Tuan?”


“Aku tidak tahu. Kemungkinan besar tidak. Bukan sekali ini aku memiliki hubungan dengan wanita lain selain istriku. Selama ini aman-aman saja”.


“Istri Tuan memiliki toleransi yang tinggi terhadap perselingkuhan?”


“Begitulah”.


"Nyonya Benjiro memiliki hati yang luas ?"


"Dia sudah mengenal tabiatku. Aku rasa tidak ada masalah. Kami menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing".


"Istri Tuan wanita yang istimewa. Tidak banyak wanita seperti itu di dunia ini. Tuan sangat beruntung". Benjiro tersenyum mendengar perkataan penyidik.


“Hmmm. Bagaimana caranya putrimu bisa menemukan keberadaan, Clarisha?”


“Aku tidak tahu. Aku tidak pernah menanyakannya”.


“Baik. Setelah itu apa yang terjadi?”


“Aku dibawa Hikari ke suatu tempat tanpa aku diberi tahu sebelumnya. Ternyata itu adalah rumah besar keluarga ku. Bajingan itu menyembunyikan Clarisha di sana.” Ujar Benjiro geram.


“Apa Tuan mengetahui siapa orang yang telah menyekap Clarisha".


“Tidak”.


“Sempat melihat wajahnya ?”


Benjiro berlindung dengan alibinya tidak sempat melihat wajah pelaku karena keburu dipukul pelaku. Jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, ia tidak ingin pria yang sangat mirip dengan putranya itu tertangkap. Jika memang pria itu benar Yusa, hal itu dapat merusak nama baik keluarganya.


"Sempat mendengar suaranya?"


"Aku mendengar suara pelaku".


"Tuan mengenali suara ?"


"Suara seorang pria. Aku seperti pernah mendengar suaranya. Tapi aku tidak ingat siapa".


"Kalau Tuan sudah mengingatnya, maukah Tuan mengatakan pada kami?"


"Tentu saja".


Hikari juga tidak luput dari cecaran pertanyaan penyidik. Dua hari setelah operasi dan dinyatakan kondisinya stabil, team penyidik yang dipimpin oleh Takagi mendatangi kamar rawat inap Hikari.


Hikari menceritakan kronologi kejadian menurut versi nya.


“Aku dimintai tolong oleh Ayahku untuk menemukan keberadaan Clarisha. Kata Ayahku, Clarisha dibawa oleh orang yang mengaku sebagai utusannya. Aku mengikuti mereka sampai ke rumah besar keluarga Ayahku”.


“Apa kau mengenali pelaku?”


“Tidak. Aku tidak bisa melihat wajahnya. Ia memakai topeng ”. Hikari bersidekap.


"Mendengar suaranya?"


"Iya aku mendengar suaranya ketika dia mengancam ku".


"Apakah Nona bisa mengenali pelaku dari suaranya itu?"


"Suara seorang pria. Entah siapa".


“Bagaimana pelaku bisa melukai mu?”


“Ketika masuki rumah, Ayahku berada di belakangku. Saat mendekati pintu kamar belakang, orang itu telah menyekap ayahku dan membuatnya pingsan. Orang itu mengancam agar aku tetap berada di tempatku, tapi aku tidak perduli. Aku berlari menuju ayahku, saat itulah dia melempar kunai ke paha kananku”.


“Setelah itu, apa lagi yang ia lakukan?”


“Dia membawa kami ke kamar belakang dan menyekap kami di sana”.


*Investigator biasanya menggunakan teknik ini untuk mengekstrak detail-detail kecil, seperti waktu kejahatan dan lokasi.


“Bagaimana kau menemukan keberadaan mereka?”


“Aku melacak sinyal GPS dari ponsel Clarisha”.


“Hanya GPS?”


“Iya. Hanya GPS”.


“Hmm. Apakah kau mengenal pemilik akun Benjorka?”


“Benjorka siapa?”


“Coba ingat-ingat lagi. Masa kau tidak tau”.


“Benar, Detektif aku tidak mengetahui siapa Benjorka".


“Kami memiliki bukti kalau akun itu milikmu. Ini adalah saat yang tepat buat anda untuk menceritakan fakta yang sesungguhnya”.


Hikari terdiam.


“Kau melakukan pelanggaran karena meretas kamera pengawas milik kepolisian. Ancaman hukumannya di atas 5 tahun".


“Mengenai hal itu, aku menginginkan seorang pengacara dan aku tidak akan memberikan keterangan apapun lagi, tanpa di dampingi pengacara ku.”


*Polisi bertindak seperti ingin membantu. Polisi selalu memberitahu tersangka bahwa mereka hanya ingin membantunya. Jika kalian mengalami situasi yang sama, jawaban Hikari adalah perkataan yang terbaik yang bisa kalian berikan.


🕵️🕵️🕵️