Looking For Murder

Looking For Murder
Watashi Wa Shittobukai Josei O Atsukatte Imasu Ka?



Bonus 🤭. Happy reading all..🏃🏃🏃


💖💖💖


Takagi ikut mendampingi selama dilakukannya pemeriksaan terhadap Clarisha. Mengikuti proses demi proses yang di lakukan Keiko dan teamnya. Memastikan semua berjalan sesuai prosedur. Ketika waktu jeda tiba, Keiko dan teamnya meninggalkan ruangan guna memberikan kesempatan pada Clarisha untuk beristirahat. Takagi mengambil kesempatan itu untuk mengajak Keiko bicara.


"Dokter Keiko, bisa aku bicara sebentar?"


Keiko yang sedang berjalan bersama Sora, menghentikan langkahnya, begitu pun Sora.


"Apa ada hal yang penting, Detektif?"


"Sangat penting. Bisa kita bicara berdua saja?" Takagi melirik Sora yang berada di samping Keiko.


"Sora. Kau duluan saja. Nanti aku akan menyusul".


"Baiklah, Dokter. Kau mau aku pesankan apa?"


"Samakan saja dengan menu makan siang mu".


"Baiklah, Dok. Aku permisi dulu. Detektif, jangan lama-lama bicaranya. Dokter Keiko belum makan apa-apa dari pagi, kecuali segelas susu".


"Benarkah begitu?" Tanya Takagi pada Keiko.


"Huum". Jawab Keiko singkat.


"Ya sudah. Kita bicara sambil jalan ke kantin saja. Sora kau jalan di depan. Dilarang keras mencuri dengar pembicaraan orang dewasa".


"Astaga. Kau pikir aku ini anak kecil, Detektif ? Dan satu lagi, aku tidak punya bakat mencuri. Apalagi mencuri dengar pembicaraan orang lain. Bisa rusak citra Sora yang imut dan manis ini". Sora mengibaskan rambutnya yang sebahu itu.


"Iya. Kau memang imut dan manis. Dan aku adalah lelaki yang tampan dan mempesona".


"Oh my god. Detektif ternyata kau percaya diri sekali". Jawab Sora terkikik sambil menutup mulutnya. Mata Keiko membulat sempurna mendengar ucapan Takagi.


"Sudah sana jalan. Jangan banyak komentar". Usir Takagi.


"Iya. Iyaaaa.. " Sora pun berlalu meninggalkan Takagi dan Keiko yang tersenyum melihat interaksi mereka berdua.


"Apa yang ingin kau bicarakan, Detektif?" Tanya Keiko. Mereka berjalan beriringan menuju kantin.


"Kau kemana saja selama ini? Kenapa ponselmu tidak aktif dan pesanku tak satu pun kau balas".


"Oh. Waktu itu aku lagi berduka. Ponsel aku simpan dalam tas hingga kehabisan daya".


"Berduka ? Siapa yang meninggal ?"


"Okaa-san Umeko. Ibu asuhku di panti".


"Aku turut berduka atas wafatnya Okaa-san Umeko. Maaf aku tidak mengetahui hal itu".


"Tak apa, Detektif".


"Bagaimana keadaanmu sekarang?"


"Aku baik-baik saja, Detektif ".


"Kanker kelenjar getah bening".


"Sudah lama?"


"Sudah".


"Terlambat diketahui atau bagaimana?"


"Aku tidak tahu. Okaa-san Umeko menyembunyikan sakit yang dideritanya. Seluruh pengurus panti dilarang memberitahukan padaku". Wajah Keiko terlihat murung.


"Kenapa?"


"Kata Hide, beliau tidak ingin merepotkan aku".


"Beliau sangat menyayangimu. Sehingga tidak ingin menjadi beban."


"Aku tidak merasa Okaa-san Umeko menjadi bebanku. Beliau telah membesarkan ku dari kecil dengan penuh kasih sayang. Hingga aku menjadi seperti sekarang ini. Jika diberi kesempatan, akan ku berikan semua yang ku miliki untuk membalas semua kebaikannya". Sebutir cairan bening buru-buru dihapus Keiko di sudut matanya. Namun sayang, Takagi melihat semua itu.


"Aku ingin sekali membawamu dalam dekapanku. Meminjamkan tubuhku untuk tempat kau bersandar. Kau bisa menumpahkan air matamu sepuasnya ".


Keiko menghentikan langkahnya begitu mendengar ucapan Takagi.


"Sudah berapa banyak wanita yang kau rayu dengan perkataan mu itu?"


"Tidak ada. Cuma kau seorang".


"Rosanne ?"


"Kenapa kau tiba-tiba menyebut namanya?"


"Aku lihat waktu itu dia memeluk mu?"


"Kapan?"


"Waktu kau di rawat".


"Kau di sana waktu itu?"


"Iya. Tapi cuma sebentar. Aku tidak tahu kalau hari itu ulang tahun mu".


"Kenapa kau tidak masuk dan menemuiku?"


"Buat apa ? Aku tidak ingin menggangu Teletubbies yang saling berpelukan".


"Ha ha ha.." Takagi terbahak-bahak mendengar penuturan Keiko.


"Watashi wa shittobukai josei o atsukatte imasu ka? (Apa aku berhadapan dengan wanita yang sedang cemburu?)"


Wajah Keiko bersemu merah mendengar pertanyaan Takagi. Benarkah aku sedang cemburu? Keiko bertanya dalam hatinya. Tidak ingin memperpanjang pembicaraan, dengan langkah lebar ia meninggalkan Takagi yang sedang tersenyum penuh kemenangan.


...****************...


Tinggalkan jejak, like and comment ya. Aku tau ada yang diam-diam baca 🤭. Like n comment kalian mood booster bagiku. Ty all..🥰🥰