
Sebuah taxi berhenti di depan taman Tennoji.
Sebuah taman yang terletak di ujung barat dataran tinggi Uemachi dan memiliki luas total sekitar 280.000 m2. Taman ini merupakan taman kota representatif di Osaka, sangat nyaman untuk menghabiskan waktu sore hari bersama keluarga dan anak-anak. Taman yang menggabungkan air dan tanaman hijau tambahan termasuk hamparan bunga cekung, anak sungai di sepanjang jalan, alun-alun air, lengkungan mawar, dan rumah kaca untuk tanaman. Di taman ini juga ada beberapa restauran dan cafe yang modern, sebuah toko yang menjual perlengkapan untuk binatang peliharaan, playground dan toko mainan anak-anak. Sangat nyaman menikmati angin sore ditemani burung-burung yang banyak beterbangan di taman.
Rosanne yang mengenakan gaun berwarna broken white, bermotif span. Dengan heels warna senada serta clutch bag ditangannya, turun dari taxi. Kemudian ia masuk ke dalam taman, berjalan beberapa ratus meter ke lokasi pesta yang tak jauh dari sana.
Rosanne melangkah memasuki lokasi pesta yang telah diinformasikan oleh penerima tamu. Ia mengecek ulang penampilan dirinya, di kamera ponsel, saat sadar bahwa mayoritas penampilan para tamu terlihat sempurna. Setelah dirinya yang hanya mengenakan dress simple dengan rambut tergerai dirasa cukup pantas, Rosanne memutuskan untuk berjalan lebih dalam ke lokasi pesta.
Sebuah pesta pernikahan sederhana namun terkesan mewah, fresh dan akrab. Tirai warna off white, terlihat menggantung sempurna di tiang-tiang kayu dengan hiasan bunga lavender asli. Bunyi biola, piano dan saxophone yang dimainkan lembut berlahan seolah menyambut tamu-tamu yang berdatangan.
Setiap langkah diikuti oleh pujian yang terlontar dari dalam hati, Rosanne. Pesta pernikahan berkonsep garden party itu terlihat hangat dan intiim. Rossane melanjutkan langkahnya, kemana saja matanya terbawa. Sesekali ia tersenyum membalas sapaan orang-orang yang berada di sana. Sungguh orang-orang yang ramah.
Rosanne tersentak, saat sadar ia merasakan tatapan seseorang dari balik punggungnya. Saat berbalik dia mendapati seorang pria berkulit putih sedang tersenyum tipis padanya. Rosanne membalas senyuman itu sama tipisnya kemudian beranjak pergi.
Rosanne memutuskan untuk duduk di kursi tamu yang telah disediakan oleh penyelenggara pesta, yang disusun berjejer menghadap altar. Ia memilih kursi urutan dua dari belakang. Sambil menunggu acara sakral itu dimulai, sesekali ia memainkan ponselnya, menjawab beberapa pesan penting yang masuk. Tak beberapa lama kemudian, pandangannya terpaku pada sosok Takagi yang berjalan menuju altar, di antara barisan kursi-kursi tamu yang tersusun rapi di sisi kiri dan kanannya. Di altar pernikahan yang berlatar belakang anak sungai dengan dekorasi yang begitu indah, tirai dan bunga-bunga asli yang menghiasi kiri dan kanannya, Takagi menunggu pengantinnya.
Ya .. Rosanne saat ini sedang menghadiri pernikahan mantan suaminya, Takagi Fujimaru dengan kekasihnya, Keiko Kitagawa. Dari tempatnya duduk, Takagi terlihat begitu tampan dengan setelan jas Double breasted. Undangan digital yang dikirimkan oleh Takagi melalui email, awalnya berat bagi Rossane memutuskan untuk hadir. Pertemuan terakhir kali mereka, sungguh bukan sesuatu yang pantas untuk ia banggakan (bab 95). Tetapi setelah berfikir ulang, ia harus menghadiri pernikahan itu agar bisa melihat dengan matanya sendiri, bahwa Takagi telah menemukan kebahagiaannya. Dan mereka tidak mungkin untuk kembali bersama.
Tak lama berselang, alunan musik pun berubah. Berganti dengan lagu romantis milik Shania Twain, From This Moment memenuhi venue.
From this moment, Life has begun
From this moment, You are the one
Right beside you Is where I belong
From this moment on
Pengantin wanita yang tidak lain adalah Keiko Kitagawa, terlihat cantik dengan dress simpel dan elegan model dress duyung berkerah Shanghai, dengan sanggulan rambut dibawah tengkuk, berjalan berlahan menuju altar.
From this moment, I have been blessed
I live only For your happiness
And for your loveI'd give my last breath
From this moment on
Keiko menatap lurus mempelainya dengan senyuman menghiasi bibir indahnya.
I give my hand to you with all my heart
I can't wait to live my life with you
I can't wait to start
You and I will never be apart
My dreams came true because of you
Keiko mempererat genggaman kedua tangannya pada buket bunga mawar putih yang dibawanya.
You're the reason I believe in love
And you're the answer to my prayers from up above, All we need is just the two of us
My dreams came true because of you
Mata Keiko berkaca-kaca. Takagi yang menunggu di altar pun, tak dapat menahan rasa harunya.
Melihat kejadian itu, Rosanne merasakan begitu dalam cinta mereka yang diwakili oleh lirik lagu yang mengiringi pernikahan itu. Mereka saling menemukan, saling mengobati luka, hingga mereka jadi kuat karena bersama. Rosanne menundukkan kepala. Ia tersadar, betapa dalam luka yang dahulu telah ia torehkan di hati Takagi. Ia merasa malu. Tidak pantas rasanya dia meminta kembali posisi yang dahulu pernah ia tinggalkan.
Takagi menyambut kedatangan pengantinnya dengan mengulurkan tangan kirinya. Kedua jemari mereka saling bertaut. Senyuman tak lepas dari raut wajah mereka berdua. Proses pun berlanjut. Setelah pemberkatan, dan ritual kissiing yang dinantikan kedua pengantin, tibalah saatnya acara yang paling ditunggu oleh para tamu wanita single, yaitu pelemparan buket bunga pengantin. Rosanne melihat wanita-wanita yang berstatus single berdiri berkelompok di tengah venue. Tidak ada niat dalam hatinya untuk ikut serta dalam kegiatan para wanita itu. Tiba-tiba sebuah tangan menarik lengannya dengan kuat.
"Ayo Nona. Jangan kau jadi penonton saja."
Wanita yang mengenakan dress bridesmaid memaksa Rossane untuk mengikutinya.
"Tapi, aku tidak..." Tidak ada pilihan lain bagi Rosanne selain ikut bergabung di antara wanita-wanita yang bersemangat itu. Dengan rasa enggan, Rosanne memutuskan berdiri di barisan paling belakang.
"Siap ya...!" Pengantin wanita memberikan aba-aba. Kemudian ia memutar tubuhnya kebelakang. Mengangkat tinggi-tinggi buket bunga yang berada dalam genggamannya.
Melihat siapa yang berhasil mendapatkan lemparan bunga, dengan menggenggam tangan Keiko, Takagi mengajak isterinya mendekati Rosanne.
"Selamat. Jangan lupa kau mengundang kami berdua jika saat itu tiba." Ucap Takagi begitu telah berada di dekatnya.
"Astaga. Kau bicara apa? Calon saja aku tidak punya." Balas Rosanne.
"Tenang saja. Sebentar lagi Tuhan akan mengirimkan pangeran tampan untuk mu."
"Dan pangeran tampan itu sekarang sedang terjebak kemacetan." Jawaban Rosanne membuat mereka tertawa bersama.
"Oh iya. Ini isteriku, Keiko Kitagawa." Ucap Takagi sambil menatap wanitanya dengan penuh cinta.
"Hallo. Aku Kitagawa Keiko." Pengantin wanita membungkukkan sedikit tubuhnya sambil mengulurkan tangannya pada Rosanne.
"Hallo. Aku Rosanne." Rosanne menyambut uluran tangan Keiko.
"Senang berkenalan dengan mu, Rosanne ."
"Aku juga merasa senang sekali bisa mengenal mu, Keiko."
Setelah mengucapkan selamat atas pernikahan mereka dan berbasa-basi sejenak sambil menikmati hidangan yang disajikan, Rosanne pamit pulang. Ia pun melangkah keluar venue pesta.
"Rosanne.." Suara bariton seorang pria menghentikan langkahnya. Wanita itu membalikkan tubuhnya. Didapatinya pria yang tadi tersenyum tipis padanya, telah berada tak jauh dari tempat dia berdiri.
"Excuse me. Kau mencari aku? "
"Ya."
"Apakah kita pernah bertemu sebelumnya? "
Pria itu menarik tangan kanan dari dalam saku celananya sambil menggenggam sesuatu.
"Apakah benda ini cukup menjelaskan ?" Pria itu membuka genggaman tangannya. Sebuah jepitan rambut wanita bermotif mutiara 3 warna, berada di atas telapak tangan pria itu.
"Kenapa jepit rambutku bisa ada padamu? "
"Apakah kau benar-benar tidak mengingat diriku sama sekali?"
Rosanne bergeming. Aroma parfum maskulin yang keluar dari tubuh pria itu, samar mengingatkan dirinya pada seorang pria di masa lalu. Matanya membulat mengingat kejadian saat dia terbangun di pagi hari dengan tubuh tanpa sehelai benangpun. Wajahnya seketika memerah, menahan malu. Geo tersenyum melihat reaksi spontan Rosanne. Bukankah berarti, wanita itu telah mengingatnya?
"Aku sudah mencarimu kemana-mana. Tetapi tidak menemukan keberadaan mu. Sejak waktu itu, aku tidak bisa melupakan mu, Rosanne." Tatapan mata Geo terhunus menembus relung hatinya.
"Maaf aku tidak berminat menjalin hubungan dengan seorang pria karena one night stand." Rosanne melangkahkan kakinya meninggalkan pria yang ia tidak ketahui namanya itu. Dengan cepat tangan kokoh Geo mencengkram erat pergelangan tangan Rosanne. Tubuh Rosanne tertahan. Tatapan mata mereka kembali bertemu.
"Beri aku kesempatan untuk merubah pendirian mu."
"Coba saja kalau kau bisa. Tapi aku yakin, kau hanya akan membuang-buang waktumu."
"Apakah itu berarti kau memberiku kesempatan?"
"Karena kau sudah menemukan jepit rambutku yang hilang, kau layak untuk mendapatkan kesempatan." Geo melepaskan cengkraman tangannya.
"Baiklah. Untuk langkah pertama, mari kita berkenalan dengan benar. Halo. Aku Geoffrey Lafayette. Nice to meet you." Geo mengulurkan tangan kanannya.
"Rosanne Alexander. Nice to meet you too, Geo." Rosanne menyambut uluran tangan Geo. Merekapun berjabat tangan. Hangat.
THE END
To my lovely readers wherever you are.
Akhirnya setelah 11 bulan ikut meramaikan kancah pernovelan di mt/nt LFM selesai juga. I'm so relieved. Plong rasanya. Cz tidak jarang aku mengalami stag ide, dan rasanya ingin menyerah. Namun mengingat kalian yang selalu setia menunggu setiap kali novel ini up, menjadi penyemangat untukku untuk menyelesaikan kisah ini sampai akhir.
Terimakasih buat kalian yang telah meluangkan waktu untuk membaca novel receh ku ini.Terimakasih buat member GC dan member Fams. Terimakasih untuk semua like, komen dan gift yang telah kalian berikan. Semua itu memberikan kebahagiaan tersendiri bagiku. Walaupun masih banyak kekurangan di sana sini, aku berharap ada nilai positif yang bisa kalian ambil dari kisah halu ini. Ambillah pelajaran dari kisah setiap tokoh yang aku hadirkan. Karena tidak semua kisah mereka rekaan ku semata.
Terimakasih yang teramat sangat untuk tim hore dibelakang layar, yang tak kalah heboh mendukung ku. Bima, Ayu, Ara, Samy, tanpa kalian semua, apalah aku ini.
Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan kalian dengan kebaikan yang berlipat ganda.
Terimakasih sudah disini sampai akhir bersama ku. Salam sayang selalu...
basE