
Bab kali ini edisi masak-masak dulu, ya.. 🤭. Gak boleh protes...😩
Hari ini Keiko bangun pagi-pagi sekali. Ia berniat membuat makanan spesial untuk Takagi. Tapi ia tidak tau apa makanan kesukaan pria itu. Setelah menimbang cukup lama, akhirnya Keiko memutuskan untuk membuat Burger Sushi Chicken Katsu. Sebelum pulang ke apartemennya tadi malam, ia menyempatkan diri berbelanja kebutuhan memasaknya kali ini.
Berada di dapur, mengingatkan kembali kenangan lamanya. Keiko dulu suka memasak ketika tahun pertama pernikahannya dengan Geo. Kegiatan itu mulai berkurang, ketika ada sedikit percikan api di antara mereka dan Geo mulai jarang pulang. Masakan yang Keiko buat untuk Geo, tidak pernah disentuh lagi oleh pria itu. Keiko sering menghabiskan sendiri, masakan yang dia masak dengan sepenuh hati itu.
Keiko menarik nafas berat, berusaha untuk menyingkirkan memori yang terlintas begitu saja di benaknya. Semua alat dan bahan yang akan digunakan, ia kumpulkan menjadi 1 di atas meja dapur. Setelah mengenakan appron, Keiko memulai aktivitas memasaknya. Keiko memulainya dengan menanak nasi. (Beras yang dipilih untuk menyajikan sushi adalah short grain atau medium grain, yakni beras dengan ukuran butir yang pendek atau sedang dan berbentuk bulat, disebut koshihikari).
Sambil menunggu nasi tanak, Keiko membuat chicken katsu terlebih dahulu. (Chicken katsu merupakan ayam goreng crispy khas Jepang, biasanya ditemani bumbu tonkatsu yaitu saus barbeque manis dan gurih).
Keiko mencuci bersih daging dada filet ayam tanpa kulit. Kemudian ditipiskan dan dilebarkan daging dada itu dengan cara diiris tipis menjadi 2 tanpa terputus. Lalu ia memukul-mukul daging menggunakan alat khusus pemukul daging agar daging lebih melebar dan lebih empuk. Daging itu kemudian ditaburi dengan sedikit garam dan lada bubuk sambil dibolak-balik agar bumbu rata pada permukaan daging. Daging kemudian didiamkan dan masukkan ke dalam kulkas selama 15 menit agar bumbu meresap. Sambil menunggu, Keiko menyiapkan bahan tepungnya yaitu tepung bumbu, kocokan telur, dan tepung panir atau tepung roti dalam 3 wadah berbeda. Setelah 15 menit, daging diambil dari dalam kulkas dan digulingkan ke dalam tepung bumbu. Lalu dicelupkan ke dalam telur dan menggulingkan daging ke dalam tepung roti, sampai semua daging terlapisi secara merata. Keiko kemudian memanaskan minyak dalam wajan dengan api sedang. Lalu menggoreng chicken katsu sampai matang berwarna kuning kecoklatan.
Setelah nasi masak, ia mencampur nasi sushi, dengan wijen yang sudah disangrai. Nasi kemudian di cetak seperti roti bulat yang digunakan pada burger, kemudian memanggang di wajan yang sudah disemprot olive oil sampai kelihatan bentuk grillnya. Kemudian ia melanjutkan dengan menyusun sushi burger, katsu, selada, zuchini, tomat, mayonese dicampur saus sambal lalu sushi burger.
“Selesai..” Keiko tersenyum melihat hasil masakannya.
Ia memasukkan dua porsi sushi burger dalam lunch box yang terbuat dari kayu.
Keiko bersiap berangkat ke rumah sakit. Ia bergegas masuk ke kamar mandi membersihkan diri. Tidak membutuhkan waktu lama ia keluar dari kamar mandi dengan rambut basah yang di gulung ke atas, dengan handuk kecil dan handuk putih yang melingkar di tubuh indahnya. Keiko segera menuju lemari pakaian miliknya. Memilih manset putih lengan panjang, memadukannya dengan blazer warna coklat susu dengan celana panjang warna senada. Berdandan secukupnya tak lupa menyemprotkan sedikit pewangi ke tubuhnya. Keiko segera berangkat ke rumah sakit tak lupa membawa bekal makanan yang tadi telah ia siapkan.
Beberapa waktu kemudian ia menuju lantai tempat Takagi di rawat. Di lantai itu terlihat lebih ramai dari biasanya. Ada beberapa orang yang mengenakan seragam salah satu restoran ternama di Osaka, berlalu lalang membawa beberapa meja dorong / troli restoran pengantar makanan.
“ Mei, ada apa ya?” Tanya Keiko pada seorang perawat.
“Seorang pasien lagi berulang tahun, Dok. Mantan istrinya ingin memberi kejutan. Ia meminta izin langsung pada Kepala Rumah Sakit”.
“Pasien yang mana?”.
“Pasien Dokter Masao. Detektif Takagi kalau tidak salah namanya”.
Darah Keiko berdesir, begitu mendengar nama lelaki yang akhir-akhir ini mengisi hari-harinya itu.
“Wanita itu juga menyiapkan makanan untuk seluruh karyawan rumah sakit, Dok. Kelihatannya ia sedang berusaha untuk mengambil kembali hati mantan suaminya itu” Bisik perawat itu sambil tersenyum.
“Oh begitu. Terima kasih Mei”.
“Sama-sama, Dok. Nanti siang jangan kemana-mana. Kita makan-makan enak”.
Keiko hanya tersenyum mendengar penuturan perawat Mei. Ia kemudian menuju kamar rawat Takagi. Dari jauh sudah terlihat, jika di kamar itu sedang ada perayaan. Dengan berdiri di belakang seorang perawat, Keiko dapat melihat, kedekatan mantan suami istri itu. Wanita cantik bermata biru itu terlihat memeluk dan merangkul Takagi, begitu Takagi meniup kue ulang tahunnya. Tak lama kemudian ia mencium pipi kiri dan kanan Takagi dan memeluk erat tubuh pria itu. Diiringi tepukan yang meriah dari semua yang hadir di kamar itu, mereka terlihat sangat bahagia.
Keiko meninggalkan tempat itu sambil memeluk lunch box miliknya. Ia memilih kembali ke ruangannya. Menyelamatkan hatinya yang merasakan perih.