Looking For Murder

Looking For Murder
Skor Kita 1 : 1, Nobou-san



Setelah menghabiskan sarapannya dan minum obat yang telah ditinggalkan Hikari, Yusa bangkit dari tempat tidurnya. Ia berniat berangkat bekerja. Dengan hanya mencuci muka, Yusa mengambil baju seragamnya di dalam lemari pakaian, berupa kemeja lengan panjang berwarna maroon dan sehelai celana panjang warna hitam. Mematutkan diri di muka cermin, segera ia menyambar tas kecil dan jaket parka* green army yang tergantung di lemari dekat pintu masuk.


Dengan menaiki taksi yang telah dipesan sebelumnya melalui aplikasi online, Yusa berangkat ke tempat kerjanya. Hotel International Port Vita, begitu tanda nama itu melekat dengan gagahnya di sebuah bangunan bertingkat yang halaman dan tamannya tertata dengan rapi. Yusa masuk ke dalam hotel melalui pintu samping. Di mana Kenta telah menunggunya di sana.


“Yusa..!!” Kenta melambaikan tangan padanya.


Yusa berlari kecil menuju rekan sejawatnya itu. “Sudah lama?”.


“Baru saja. Syukurlah kau cepat datang. Ayo cepat kita segera ke ruangan Bos”.


Yusa mengikuti Kenta menuju ruang kepala divisi F&B service**. Dengan bantuan Kenta, dan mengingat Yusa selama ini bekerja dengan baik dan rajin, Yusa di beri kesempatan untuk terus bekerja di hotel itu. Tentu saja dengan catatan, Yusa tidak mengulangi lagi absen kerja tanpa keterangan yang jelas.


***


Hotel International Port Vita, Osaka


Pukul 9 malam, Seorang pria paruh baya yang masih nampak menarik di usia yang tidak lagi muda kira-kira berusia 50 tahun terlihat seorang diri memasuki hotel bintang 4 itu. Setelah turun dari mobil mewah yang ditumpanginya, tanpa cek in terlebih dahulu di resepsionis, ia langsung memasuki lift dan tampak sibuk dengan ponselnya.


Kriiiing... Ponsel pria itu tiba-tiba berbunyi. Nama Mario tertera di layar ponsel sedang melakukan panggilan suara padanya.


“Ya sayang, aku sudah di lift. Sebentar lagi sampai” Jawab pria itu.


Lelaki itu, kemudian keluar dari dalam lift yang berhenti di lantai 10. Melangkah dengan pasti menyusuri lorong, melewati pintu demi pintu kamar. Langkahnya berhenti di depan kamar dengan nomor 220. Ia mengetuk pintu kamar itu dengan 3 kali ketukan.


Tok..Tok..Tok..


Tak lama pintu terbuka. Seorang wanita muda mengenakan lingerie warna merah menyambutnya dengan senyum merekah. Tanpa basa basi langsung melompat kepelukan lelaki keladi itu dan menautkan kedua bibir mereka. Tangannya merangkul kuat leher sang pujaan hati.


Pria itu terkejut senang. Tanpa kesulitan ia menahan berat tubuh sang wanita dan menutup pintu menggunakan kakinya dengan kedua bibir mereka yang masih saling bertautan.


Clarisha nama wanita itu. Parasnya cantik seperti namanya. Gadis lokal bermata indah dengan kulit putih mulus. Memiliki tubuh tinggi dan langsing dengan pembawaan riang dan manja. Clarisha merupakan model yang sedang naik daun dan saat ini di tunjuk sebagai brand ambasador produk cosmetik keluaran Nobou corp.


Tanpa mereka sadari, sepasang mata mengamati tingkah laku mereka. Dengan rahang yang mengeras, wajah dan mata memerah, tangan yang mengepal menahan amarah, orang itu berlalu setelah pintu kamar menutup sempurna.


***


Di tempat lain di sebuah hotel bintang 5, seorang wanita paruh baya, baru saja selesai berolah raga bersama Shuji. Dengan tubuh polos mereka berbaring di atas ranjang besar yang terlihat berantakan. Wanita itu memeluk tubuh Shuji dengan memainkan telunjuknya di atas dada bidang pria muda itu.


“Bisakah malam ini kau temani aku saja di sini?”


“Aku sangat ingin, Nyonya. Tapi aku tidak bisa”.


“Kenapa?”


“Besok aku harus memenuhi panggilan kepolisian”. Wajahnya berubah sendu.


“Ada masalah apa?”


“Temanku ditemukan polisi telah meninggal dunia, 2 hari setelah pertemuan terakhir kami. Dan aku adalah orang terakhir yang terlihat bersamanya”.


“Ya Tuhan. Kau akan menghadapi masalah serius, Baby”. Wanita itu terkejut mendengar penuturan Shuji.


“Benar sekali, Nyonya. Aku tidak tahu bagaimana caranya menghadapi masalah ini”.


“Belum, Nyonya. Aku tidak mempunyai kenalan pengacara. Aku bingung harus meminta bantuan siapa”.


“Oh. Kalau begitu aku akan membantumu. Aku mempunyai kenalan seorang pengacara. Aku akan menghubunginya. Sebentar.” Wanita itu mengambil ponsel yang tersimpan di dalam tas branded miliknya di atas nakas ranjang mereka. Ia kemudian mengotak-atik ponsel itu. Ia melakukan panggilan telepon. Tak lama kemudian panggilan itu terhubung. Terdengar suara berat begitu panggilan itu tersambung.


“Halo Nyonya Nobou. Ada yang bisa aku bantu?”


“Ya Teramae-san. Aku butuh bantuanmu".


Wanita yang dipanggil Nyonya Nobou itu kemudian menceritakan kesulitan yang di hadapi Shuji. Pengacara kemudian mengajukan beberapa pertanyaan pada Shuji.


“Baiklah. Besok pagi-pagi sekali, kau harus ke kantor ku, Tuan Tetsuya. Dari kantorku, nanti kita bersama-sama memenuhi panggilan kepolisian”.


“Baik Tuan Teramae. Mohon bantuannya”.


“Kami akan lakukan yang terbaik. Kau tidak perlu khawatir. Nyonya Nobou aku tutup teleponnya. Aku akan segera mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan. Sampai jumpa besok“.


“Ok Teramae-san.”


Sambungan telepon itu pun terputus.


“Nah, kau tidak perlu khawatir. Takeshi Teramae adalah pengacara handal. Aku yakin kau akan aman bersamanya”.


“Terimakasih, Nyonya. Tapi aku tidak mempunyai banyak uang untuk membayar pengacara hebat itu”.


“Kau tidak perlu khawatir. Semua aku yang akan menyelesaikannya”.


“Bagaimana aku bisa membalas budi baikmu, Nyonya?”


“Kau cukup menjadi baby kesayanganku. Tanpa ada wanita lain”.


“Tapi, Nyonya..”.


“Kenapa? Apakah syarat ku terlalu sulit bagimu?”


“Tidak. Tidak sulit. Asal kau menjamin keselamatan ku dari Tuan Nobou”.


“Kau tidak perlu khawatir dengan dia. Aku mempunyai bukti kecurangannya kalau dia berani macam-macam padamu”.


“Benarkah?”


“Hum..” Yana Nobou menenggelamkan wajahnya ke dalam pelukan Shuji. Ia merasakan perasaan hangat dan damai yang lama tak dia rasakan bersama suaminya. Sejak mengetahui Benjiro Nobou bermain api di belakangnya, bertahun-tahun yang lalu. Yana tidak ingin mempersulit hidupnya hanya dengan mencari keributan dengan sang suami. Memilih menikmati hidup dengan melakukan hal-hal yang ia disukai. Bukankah itu adil?


“Skor kita 1 : 1 , Nobou-san”


***


*Parka merupakan salah satu jenis jaket tebal yang dipakai pada cuaca dingin yang dilengkapi dengan penutup kepala (hoodie). Parka umumnya berukuran panjang hingga menyentuh lutut dan bagian dalamnya dilapisi dengan bulu asli maupun sintetis agar dapat menjaga tubuh tetap hangat.


**F&B Service merupakan bagian hotel yang bertanggung jawab dalam menyajikan makanan. Divisi ini hanya perlu menyiapkan makanan yang sudah disediakan oleh Food Production dan menghidangkan kepada tamu.