
Dari hasil analisis forensik pada tubuh Clarisha, ditemukan cairan yang telah mengering pada pakaian wanita itu. Sampel itu dibawa ke laboratorium untuk dilakukan uji DNA.
Dalam sesi konseling, Clarisha mengungkapkan, ia sebenarnya sosok wanita yang pernah mengalami depresi. Ia telah memiliki rencana bunuh diri. Ketika Nyonya Yana Nobou menemukannya di keramaian Shibuya Tokyo, ia sudah berencana untuk melakukan bunuh diri sepulang berjualan bunga. Dia bahkan menulis catatan bunuh diri, yang mengatakan bahwa ia telah mengalami pelecehan emosional dan seksual. Ibunya yang seorang alkoholik, menyuruh Clarisha untuk tinggal di rumah kerabatnya, di mana pacar kerabatnya itu yang kerap melakukan pelecehan terhadapnya selama bertahun tahun. Karena pengalamannya itulah yang membuat dirinya bertahan atas serangan pria yang telah menyekapnya.
Clarisha sangat takut dia akan dibunuh. Dahulu, ia pernah berpikir untuk bunuh diri, dan saat disekap, ia berjuang untuk kehidupannya. Clarisha mencoba untuk memahami penculiknya bahkan setelah pria itu memperkosanya berulang kali, menyodomi sekali dan oral sekali.
Situasi Clarisha sangat menakutkan karena temperamen pria itu yang tidak terduga. Di satu waktu ia bisa menjadi kasar dan di lain waktu ia menjadi sosok yang lembut, lalu menjadi sosok yang kasar lagi.
Sikapnya sangat agresif. Clarisha melakukan apa yang pria itu minta untuk ia lakukan. Clarisha takut jika ia tidak melakukannya, dia akan dibunuh. Saat Clarisha mandi, rasanya seperti siang dan malam. Lalu saat pria itu mulai memandikannya, mencuci rambutnya, berusaha menyentuh Clarisha dengan lembut. Dia akan memeluk gadis itu sebentar, lalu tiba-tiba dia menjadi monster agresif lagi. Satu menit dia tenang seperti anak umur empat tahun, tapi kemudian dia seperti sapi jantan yang sedang mengamuk.
Pada suatu waktu ada sisi 'keakraban dan kebaikan' yang sebenarnya tidak nyaman bagi Clarisha, ketika pria itu mencuci dan menyisir rambut Clarisha di kamar mandinya. Saat itu Clarisha bertanya kepadanya mengapa dia melakukan ini padanya. Lalu pria itu menceritakan isi hatinya, bahwa dia menyatakan kebenciannya terhadap wanita. Tapi Clarisha dengan telaten terus mendengarkan pria itu yang mengungkapkan segala permasalahannya dengan wanita. Clarisha mencoba untuk menunjukkan rasa simpati kepada pemerkosanya, bahkan Clarisha berbicara dengan sangat lembut seperti sedang berbicara kepada seorang anak berusia 4 tahun, agar pria itu merasa nyaman bersamanya.
Clarisha bahkan menawarkan diri untuk menjadi pacarnya dan dia berjanji untuk tidak memberitahu siapapun.
"Sangat disayangkan bagaimana kita bertemu, tapi aku bisa menjadi pacarmu. Aku bisa menjagamu, dan tidak ada yang tahu".
Pria itu hanya memandang lekat pada Clarisha.
“Bagaimana dengan si tua bangka Benjiro Nobou?”
“Aku kan sekarang bersamamu. Tidak apa, dia kan tidak tahu”.
"Aku dan Tuan Nobou tidak memiliki ikatan apapun. Semua terjadi atas dasar suka sama suka. Begitu pun kita".
Clarisha mengarang sebuah cerita bahwa dia adalah satu-satunya orang yang merawat neneknya yang sedang sakit untuk mendapat simpati dari pria itu. Clarisha mengatakan jika seandainya dia meninggal, siapa yang akan merawat sang nenek.
Meskipun matanya ditutup tapi ia masih bisa sedikit melihat penculiknya dari balik penutup matanya. Memang, Clarisha tidak pernah benar-benar melihat wajahnya, tetapi dia bisa merasakan dengan tangannya dan bisa mengenali bentuk tubuh, bentuk wajah, ukuran hidungnya dan yang lainnya.
Sewaktu pria itu menjemputnya di lokasi syuting, pria itu mengenakan kacamata hitam, topi dan lebih banyak menundukkan wajah.
Ketika masih dalam kondisi ditutup matanya, saat di kamar mandi ia mulai memikirkan sebuah rencana yang brilian. Clarisha mencoba untuk meninggalkan sidik jarinya baik di kamar mandi, di mana pun di rumah itu, dengan menyentuh apapun yang dia bisa, untuk membantu polisi mengidentifikasi dirinya jika seandainya dia meninggal.
Ia kemudian menyatakan: "Aku akan mengucapkan terima kasih karena
telah memilih aku dan bukan gadis yang lain. Jika saja yang diculik gadis lainnya, mungkin ia tidak akan mampu mengatasinya seperti yang aku lakukan. Aku benar-benar percaya bahwa semua pelecehan yang aku alami dalam hidupku lah yang telah membantuku bertahan dari situasi itu".
Dari hasil penuturan Clarisha, polisi membuat sketsa pelaku penyekapan. Hasilnya sama dengan pengamatan polisi dari rekaman kamera pemantau di lokasi shooting tempat Clarisha di jemput. Polisi juga masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan oleh team penyidik kepolisian untuk mencari dan mengumpulkan keterangan, petunjuk, barang bukti, identitas tersangka, dan saksi atau korban untuk kepentingan penyelidikan selanjutnya. Mencari hubungan antara saksi atau korban, tersangka, dan barang bukti. Dan memperoleh gambaran modus operandi tindak pidana yang terjadi.
...****************...