
Teruntuk reader ku yang aku sayangi. Mohon maaf atas keterlambatan up bab ku. Qadarullah aku mendapat nikmat sakit. Alhamdulillah Allah masih sayang padaku dengan caraNya. Aku akan usahakan up tiap minggunya walau tidak banyak. Terimakasih masih di sini bersamaku. Bab kali ini tidak banyak. Maafkan kalau mengecewakan. Happy reading 🥰🥰.
......................
Sementara itu, di kantor kepolisian Osaka, Ken sang ahli IT sedang berada di depan komputernya. Mendadak perangkat canggih itu memberikan alarm khusus padanya. Tak membutuhkan waktu lama, Ken menemukan penyebabnya. Beberapa buah kamera Closed Circuit Television yang ada di Minami-Temma Park telah diretas seseorang.
Ken segera memberitahukan hal tersebut pada Komandan Hajime. Sang Komandan bergegas menuju ruangannya.
“Kau sudah menemukan siapa pelakunya ?”
“Sebentar Komandan”. Ken mengutak-atik kembali keyboard komputernya.
“Pelakunya berada tidak jauh dari lokasi kamera berada”.
“Cari tahu segera, siapa yang melakukan peretasan dan apa tujuan ia melakukan itu?”
“Siap Komandan”. Ken kembali bekerja dengan komputernya. Tak berapa lama kemudian, Detektif Takagi datang.
“Aku dengar ada sedikit masalah dengan cctv?”
“Begitulah". Jawab Komandan Hajime.
“Aneh juga. Meretas kamera pengawas milik polisi. Apa yang ingin ia ketahui?”
“Komandan. Ia memutar ulang kejadian yang terjadi di taman itu, pukul 1.23 siang saat artis Clarisha meninggalkan lokasi”.
“Artis itu pergi dengan siapa?” Tanya Hajime. Ken kemudian menzoom rekaman video itu.
“Dari interaksi mereka, sepertinya pria yang menjemput supir atau orang suruhan.”
“Apa ada laporan kehilangan atas nama Clarisha?” Tanya Hajime pada Takagi.
“Belum ada laporan kehilangan yang masuk hari ini, Komandan”.
“Hmmm.“ Hajime terlihat berfikir. “Lanjutkan Ken”.
“Artis itu masuk ke mobil orang yang menjemputnya tanpa paksaan. Ken, coba kau ambil dari dekat wajah pria itu. Kemudian kau print”.
“Siap, Detektif “.
Tak berapa lama kemudian, foto close up pria yang menjemput Clarisha telah tercetak. Takagi segera mengambil hasilnya cetakan itu di mesin printer.
“Aku seperti pernah melihat wajah ini, tapi di mana ya?”
“Apa ada kaitan dengan kasus yang sedang kau tangani?” Tanya Hajime.
“Aku tidak tahu, Komandan”. Jawab Takagi sambil terus memandang lekat wajah itu.
“Lanjutkan dengan pelaku peretas, Ken”. Perintah Hajime.
Ken kembali sibuk dengan komputernya.
“Pelakunya menggunakan nama Benjorka, aku akan mencari tahu, siapa Benjorka ini”.
“Lakukan yang terbaik, Ken”.
“Siap, Komandan”. Mereka menunggu di belakang kursi Ken. Beberapa menit kemudian..
“I get You !!” Seru Ken. Mereka yang menunggu seketika memusatkan perhatian pada layar komputer Ken.
“Hikari Nobou”.
“Putri pemilik Nobou corp?” Tanya Takagi.
“Yupp”.
“Ada kepentingan apa Hikari Nobou dengan artis Clarisha?” Takagi diam sejenak. “Hmm. Coba kau cari data dan berita-berita yang terkait dengan artis Clarisha?”
“Siap Detektif “.
Tak lama kemudian semua data yang berkaitan dengan Clarisha muncul di layar komputer Ken.
“Ditemukan oleh Ibunya, disinyalir memiliki hubungan spesial dengan ayahnya, anak perempuannya sedang menyelidiki keberadaannya. Sungguh keluarga yang rumit”. Kata Takagi.
Ken coba kau cari data pria yang menjemput Clarisha ini “.
“Siap, Detektif.” Ken kembali berkutat dengan komputernya.
“Detektif, coba lihat ini”. Takagi mendekat ke arah layar komputer milik Ken.
"Hmm. Pria itu memiliki identitas ganda. Siapa dia sebenarnya ?". Takagi terlihat berfikir. “Kau cari, kemana pria itu membawa artis Clarisha?”
Ken kemudian menyusuri ke mana mobil yang membawa Clarisha pergi melalui camera pemantau milik kepolisian. Mobil itu berjalan menjauh dari pusat kota Osaka.
“Sepertinya mobil itu menuju pinggiran kota Osaka. Kamera terakhir sudah tidak bisa menjangkau keberadaan mereka”. Ucap Ken.
“Apa yang terjadi di dalam mobil tidak bisa di ketahui. Kaca hitam menutupi semua aktivitas yang terjadi di dalam mobil”.
“Apa perlu kita memeriksa keadaannya, Komandan? Mengikuti jejak terakhir mobil itu terlihat”.
“Lakukanlah. Bawalah beberapa petugas bersamaan mu”.
“Siap Komandan”.
Takagi beserta Kaoru dan 2 orang petugas polisi berangkat menuju pinggir kota Osaka.
...****************...