Looking For Murder

Looking For Murder
Akhirnya Aku Menemukanmu, Sora



Beberapa bulan berlalu.


Di ruang kerjanya di kantor Fujitsu grup, Geo duduk di kursinya sambil memainkan ballpoint di tangan. Layar laptop yang menyala di hadapannya menampilkan undangan digital yang mempertontonkan foto-foto prewedding Keiko dan Takagi. Geo belum memutuskan apakah ia akan memenuhi undangan pernikahan mantan isterinya yang akan berlangsung bulan depan itu atau tidak. Menghembuskan nafas berat kemudian ia membuang pandangannya ke luar jendela. Matanya menatap kosong hamparan gedung-gedung tinggi di Osaka. Pikirannya menerawang jauh menembus ruang dan waktu.


Kehilangan atas kepergian adiknya, Geo dan keluarga pernah berada pada titik terendah. Bahkan ibunya sempat jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit untuk beberapa waktu. Ketika hakim memutuskan bahwa pelaku mengidap sakit jiwa dan tidak bisa dikenakan hukuman pidana, mereka tidak bisa berbuat banyak atas putusan pengadilan terhadap pembunuh Adriana. Jeritan hati keluarga terhadap putusan hakim yang dirasa tidak adil seakan-akan dijawab Tuhan. Geo tidak perlu mengotori kedua tangannya untuk melenyapkan nyawa pembunuh adiknya. Pelaku pembunuh berantai telah mendapatkan karmanya. Berita kematian Yusa yang mereka terima, bagai oase di dalam keluarga Lafayette. Kini keluarga mereka hanya tinggal mengikhlaskan kepergian Adriana dan mencoba melangkah ke depan untuk melanjutkan hidup.


Ponsel di atas meja kerja Geo berbunyi. Layar ponsel menyala, dengan foto profil wanita paruh baya dengan senyum mengembang. Menggeser tombol hijau, Geo mengangkat panggilan suara itu.


"Ya Ibu.."


"Kapan kau pulang ke Cologne, Nak ?" Tanya ibunya tanpa basa basi.


"Tidak tau, Bu. Aku tidak bisa memastikan, karena banyak pekerjaan ku yang belum selesai."


" Jika kau sibuk terus kapan kau punya waktu untuk mencari seorang wanita yang bisa memberikan penerus untuk keluarga. "


"Ibu tolonglah mengerti diriku.."


" Ibu tak mau tau. Jika sampai bulan depan kau tidak membawa calon isteri, Ibu tetap akan menikahkan kau dengan Tiffany, dengan atau tanpa persetujuan mu."


"Tapi Bu..."


" Ibu tidak mau mendengar alasanmu lagi. Sampai jumpa bulan depan. " Panggilan itu pun terputus. Geo meletakkan kasar ponselnya di atas meja. Dengan jemari tangan kirinya ia memijat pelipisnya.


Akhir-akhir ini ibunya selalu mendesak agar ia segera menikah. Dan memberikan cucu untuknya. Mencari seorang wanita untuk di jadikan isteri bukan perkara mudah. Sejak perceraian dengan Keiko, pernikahan tidak ada dalam rencana hidupnya untuk beberapa tahun ke depan. Geo merogoh kantong jas bagian dalam. Sebuah jepitan rambut, berbentuk mutiara tiga warna berada dalam genggamannya.



Ingatannya kembali pada sosok wanita berambut pirang bermata biru yang pernah menghabiskan malam panas bersamanya.


Sudah beberapa bulan sejak kejadian malam itu, Geo belum juga menemukan wanita yang diduga bernama Rosanne itu. Ia menghilang ketika Geo membuka mata keesokan harinya. Yang tertinggal hanyalah jepit rambut wanita itu yang terselip di antara kerutan bed cover.


Geo telah mencoba mencari Rosanne dengan berkeliling ke seluruh tempat hiburan malam yang ada di Osaka hampir setiap malam. Namun sampai saat ini, ia belum juga menemukan keberadaannya. Sejak malam itu, Geo kerap memikirkannya.


"Wo bist du gerade, Rosanne?" (Di manakah kini kau berada, Rosanne?)


🍂🍂🍂


Sejak Sora menghilang tak ada kabar berita, Kaoru merasakan seperti ada yang ikut hilang dari hidupnya. Jangan tanya apakah ia tidak mencari wanita itu? Tentu saja dia mencari keberadaan Sora. Informasi terakhir yang ia dapatkan Sora terlihat di bandara International Kansai beberapa bulan yang lalu dengan menumpang pesawat Boeing 777 maskapai Japan Air Line, tujuan California.


Kerja keras Kaoru tidak sia-sia. Namanya termasuk dalam daftar mahasiswa baru di Fakultas Hukum Universitas Stanford. Sambil menunggu masa perkuliahan dimulai, Kaoru tidak melupakan tujuan utamanya berada di California. Maka di sinilah ia sekarang. Di sebuah taman hiburan yang menjadi salah satu tujuan wisata favorit orang-orang bila ke California, yaitu Disneyland. Kaoru berharap di antara ribuan pengunjung taman hiburan itu, ada Sora salah satunya.


"Jadi kau tidak bisa ke pernikahan ku, Letnan?" Panggilan telepon dari Takagi, menjeda pencarian Kaoru hari ini.


" Aku minta maaf, Detektif. Seminggu lagi, perkuliahan akan segera di mulai. Aku tidak mungkin kembali ke Jepang dalam kurun waktu enam bulan ke depan."


"Sayang sekali. Padahal aku sangat mengharapkan kehadiranmu dihari bahagia ku nanti."


"Walaupun aku tidak hadir, do'aku selalu menyertai kebahagiaanmu, Detektif."


"Baiklah. Rajin-rajinlah belajar, agar cepat kembali ke tanah air. "


"Siap, Detektif."


"Semoga kau bertemu jodohmu di sana dan segera menyusulku."


"Amin. Terimakasih do'anya, Detektif."


Kaoru menyimpan ponsel di saku jaketnya, begitu panggilan telepon itu berakhir. Ia menghela nafas seraya memendarkan pandangan ke sekeliling taman hiburan yang tampak ramai. Pandangannya terhenti pada sosok seorang wanita yang sedang mendorong stroller berwarna merah.


"Sora ...."


Beberapa detik Kaoru diam terpaku. Ia sempat tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya. Setelah merasa yakin dengan penglihatannya, tanpa pikir panjang Kaoru berlari menuju wanita yang mirip Sora itu. Langkahnya terhenti, begitu wanita yang telah selesai membetulkan letak selimut bayinya itu bergeming menatap lurus ke arahnya.


Kaoru berjalan selangkah demi selangkah. Hatinya terasa meledak karena bahagia. Ia sungguh tak menduga, semesta telah menuntunnya untuk bertemu dengan kekasih hatinya dengan cara yang tak terduga. Kini jarak di antara mereka tidaklah jauh. Sora berada 30 cm di hadapannya. Keduanya sama terpaku. Tanpa ragu, Kaoru memeluk erat tubuh Sora. Wajahnya tenggelam dalam ceruk leher wanita yang sangat dirindukannya itu.


"Sora, aku merindukanmu. Sungguh sangat merindukanmu. "


Sora terharu mendengar kata rindu yang Kaoru ucapkan padanya. Ia sungguh tak menyangka, pria yang telah memberinya seorang putri itu rela menempuh ribuan mill, hanya untuk menemukannya. Tangannya bergerak berlahan melingkar ditubuh kokoh Kaoru. Membalas dekapan hangat pria yang tanpa ia sadari telah mengisi relung hatinya.


...****************...


Note :


Leland Stanford Junior University, yang lazim dikenal sebagai Universitas Stanford (atau Stanford saja), adalah sebuah universitas swasta yang terletak kira-kira 60 kilometer di tenggara San Francisco dan kira-kira 30 km di timur laut San Jose di wilayah Kabupaten Santa Clara yang belum diresmikan sebagai kota. Stanford terletak dekat kota Palo Alto, California, Amerika Serikat tepat di jantung Lembah Silikon baik secara geografis maupun historis.