Looking For Murder

Looking For Murder
Geoffrey Lafayette 3



Dengan langkah yang lebih cepat dari sang wanita, Geo berhasil mengejar dan meraih tangannya.


"Adriana warte !! (Adriana tunggu!!)"


" What are you doing, *** hole !! (Apa yang kau lakukan, breng sek!!) Wanita itu menyumpahi Geo yang tiba-tiba menarik tangannya dengan kuat. Ia menghempaskan genggaman tangan Geo. Geo terkejut, wanita itu ternyata bukan adiknya.


"Sorry i got the wrong person (maaf, aku salah orang)" Geo mengangkat kedua tangannya ke atas, menyesali kebodohan yang telah ia lakukan.


Dengan tatapan sinis wanita itu memindai tubuh Geo dari atas ke bawah.



"You're handsome baby, but it's a shame you're not my type. (kau memang tampan sayang, tapi sayang sekali kau bukan tipeku)"


Dengan angkuhnya wanita itu memalingkan wajahnya, dan berlalu dari hadapan Geo.


"What hell....?"


Dengan langkah gontai, Geo kembali ke mobilnya. Duduk di jok kemudi dengan pikiran yang berkecamuk. Tidak ingin berlama-lama di sana, ia menekan porsneling dan menginjak pedal gas, melajukan mobilnya ke ke kantor.


Ketika sampai di gedung Fujitsu group, Geo masuk ke basement kantor untuk menyimpan mobilnya di parkiran. Suasana basement masih sepi. Hanya ada security yang berjaga di posnya. Geo nenuju ruang kantornya dengan menggunakan lift. Ketika tiba di lantai 13, lift berhenti disusul pintu lift yang terbuka. Geo menunggu, tidak ada seorang pun yang masuk ke dalam lift. Karena penasaran, Geo mencondongkan tubuhnya melihat keluar lift


" Tidak ada siapa-siapa. Aneh sekali"


Geo kembali menekan tombol lantai 22. Lift kembali naik berlahan. Tiba di lantai 22


Ting.. Pintu lift terbuka.


Geo melangkah keluar lift, ketika di depan pintu lift, tiba-tiba ada 2 orang anak yang sedang bermain kejar-kejaran melintas di depan nya. Seorang anak perempuan sedang mengejar seorang anak lelaki. Geo seketika menghentikan langkah nya.


"Kenapa ada anak-anak bermain di sini? Aku seperti pernah melihat kedua anak itu. Tapi di mana ya?"


Kedua anak itu berlari dan menghilang di tikungan lorong. Geo melangkah keluar lift berbelok ke arah kanan menuju ruangannya. Ia berjalan sambil memainkan ponselnya. Entah datang dari mana tiba-tiba di hadapannya ada seorang nenek-nenek yang sedang mengepel lantai kantor dengan terbungkuk-bungkuk.


"Obaa-san, apa yang kau lakukan di sini?" Geo bertanya dengan mimik wajah heran bercampur bingung.


"Aku lagi berkerja, Tuan" Tanpa melihat ke arah Geo.


"Aku tidak pernah melihat Obaa-san sebelum nya. Sejak kapan Obaa-san bekerja di sini?"


"Sudah lama, Tuan"


"Bukannya perusahaan memiliki batas usia untuk karyawan ya ? Pekerjaan ini terlalu berat untukmu, Obaa-san"


"Tidak apa-apa,Tuan. Aku memang membutuhkan pekerjaan ini untuk menghidupi diriku. Tidak ada yang menanggung kehidupanku setelah cucuku satu-satunya meninggal dunia"


Geo tertegun mendengar perkataan sang nenek.


"Aku ikut berduka cita atas apa yang menimpa cucumu, Obaa-san"


Geo mengambil dompet dari saku belakang celananya dan mengeluarkan beberapa lembar uang.


"Obaa-san ini ada sedikit untukmu. Maaf ini hanya sedikit. Aku tidak memegang uang cash lebih. Semoga bermanfaat" Geo meraih tangan kanan sang nenek dan menyerahkan lembaran uang itu ke dalam genggaman tangannya.


"Terimakasih, Tuan. Anda baik sekali. Cucuku pasti akan sangat bahagia jika dia bisa menikah denganmu. Sayang sekali dia sudah meninggal dunia"


"Aku ikut bersedih Obaa-san. Semoga kau selalu di limpahkan kebahagiaan. Aku masuk ke ruanganku dulu." Geo melepaskan gengaman tangannya dari tangan sang nenek.


"Terima kasih sekali lagi, Tuan" Wanita tua itu membungkukkan badannya tanda ucapan terimakasih yang dalam.


Geo berbalik badan dan melangkah meninggalkan nenek itu.


"Berubahlah Tuan. Sebenarnya Tuan orang yang sangat baik. Perilaku buruk Tuan berbalik kepada Tuan. Orang yang paling kau sayang, menanggung akibatnya. Janganlah berputus asa. Anggap itu teguran dariNya"


Geo tertegun mendengar kata-kata sang nenek. Ia berniat menanyakan maksud dari kata-kata orang tua itu. Ketika Geo membalikkan badannya, ia tidak mendapati nenek itu di tempat ia meninggalkannya tadi.


"Obaa-san? Kemana dia" Geo mencari nenek itu sampai ke ujung lorong.


"Cepat sekali jalannya. Aneh sekali. Ya sudahlah. Mungkin dia tadi masuk ke dalam lift"


Rasanya baru sebentar ia memejamkan matanya.


Drrtttt... Drttttt.. Drtttt....


Geo dikejutkan dengan bunyi getaran ponselnya di atas meja.


"Jam berapa ini?"


Ia mengambil ponselnya yang bergetar.


"Jam 7 pagi. Ya .. Halo"


"Dengan Tuan Goeffrey Lafayette?"


"Ya. Aku sendiri"


"Aku dari kepolisian Osaka. Kami telah menemukan adik Tuan, atas nama Adriana Lafayette. Tuan di minta segera datang ke rumah sakit Universitas Osaka, sekarang"


"Bagaimana dengan keadaan adikku, Pak"


'Tuan datang saja. Nanti detektif Takagi akan menceritakan keadaannya"


"Dia baik-baik saja kan, Pak?"


"Maaf Tuan. Aku tidak bisa mengatakannya. Biar Detektif Takagi yang menjelaskan"


" Baik lah. Aku akan segera ke sana"


Geo segera bangkit dari duduk nya. Memasukkan ponsel ke dalam saku celananya.


Ceklek..


Pintu ruang kantornya dibuka.


" Tuan sudah datang? Tidak biasanya pagi-pagi sudah ke kantor"


Tanpa memperdulikan perkataan asistennya Geo terus melangkah keluar ruangannya.


"Tuan. Tuan mau ke mana? Ada rapat nanti jam 9 yang harus Tuan hadiri" Sambil mengikuti langkah cepat Geo.


"Kau handle saja dulu. Aku harus menyelesaikan urusan yang lebih penting"


"Tapi Tuan ini soal kontrak kerjasama dengan Daichi corp."


"Kamu tidak mendengar perkataan ku, Hah !!"


"Baiklah Tuan" Berhenti mengikuti langkah Tuannya.


Geo terus berjalan meninggalkan asistennya


"Oh iya Andreas"


"Iya Tuan" Andreas bergegas menuju Geo yang 5 langkah berada di depannya


"Apakah kau tau, kalau perusahaan memperkerjakan orang tua sebagai cleaning service?"


"Setauku tidak ada, Tuan. Petugas Cleaning service kita paling tua berusia 40 tahun"


"Hmm.. Trus apakah ada pegawai yang membawa anaknya bekerja pagi-pagi sekali?"


"Tidak ada Tuan. Perusahaan tidak mengizinkan anak-anak berada di area kantor. Kalau ada karyawan yang membawa anaknya, perusahaan telah menyediakan area khusus bermain anak di lantai 1"


"Begitu ya. Tolong kau periksa cctv lantai 13 dan lantai 22 pukul 6 pagi ini. Bawa padaku rekamannya. Aku pergi dulu"


"Baik Tuan"


***