Kiss Me

Kiss Me
Napak tilas (extra part)



"Sayang ...," suara itu menggema saat masuk ke dalam rumah miliknya. "Sayang ...," ulangnya lagi mencari sosok sang istri.


"Apa sih Ar," ujar Anwa keluar dari dapur membawa botol susu untuk Saka.


"Anak-anak mana?" tanyanya lalu memberikan kecupan pada kening Anwa.


"Di atas sama Nyaima ... kenapa?"


"Titip Nyaima deh ... kita jalan sebentar yuk," ajak Arkana.


(Nyaima \= Oma)


"Kemana?"


"Ikut aja ... ayo."


"Sebentar aku kasih susu Saka dulu ke Bunda."


Setelah turun dari tangga tergesa-gesa, karena takut Saka akan menangis jika melihatnya pergi, Anwa masuk ke dalam kamarnya mencari Arkana.


"Mau kemana sih Ar?" tanyanya.


"Napak tilas."


"Napak tilas?"


"Udah ikut aja yuk ...." Meraih tangan sang istri menuntunnya masuk ke dalam mobil.


Mobil melaju ke sebuah apartemen di bilangan Tebet. Iya apartemen tempat mereka dulu menghabiskan waktu bersama. Satu Minggu di apartemen Arkana, satu minggu di kost Anwa.


Jika mengingat itu Anwa dan Arkana kadang sering tertawa bagaimana ribet nya dulu mereka hanya untuk menghabiskan waktu bermesraan berdua.


"Ar ... bukannya apartemen ini disewakan?"


"Udah habis masa sewanya ... sekarang kosong," ujar Arkana membuka access card. "Masuk," ujarnya lagi menarik tangan Anwa.


Tidak banyak yang berubah, letak posisi dimana tempat tidur, sofa, televisi dan beberapa perabotan saat mereka tinggal di sana. Memory Anwa seakan berputar, menghabiskan hampir setiap harinya bersama Arkana belum dalam ikatan pernikahan. Salah? iya itu salah ... tapi bagi Anwa jika tidak melebihi batas tidak ada salahnya. Prinsip? iya, untuk sebagian orang seperti mereka.


"Masih inget semuanya?" tanya Arkana mencium lembut bibir istrinya, membawa Anwa kedalam dekapannya.


"Teringat jelas ... sangat jelas, kita pernah bercumbu di situ, di situ, di situ dan di situ," ujar Anwa menunjuk sofa, meja dapur, dan tempat tidur, lalu tersenyum pada Arkana.


"Mau melakukannya lagi?" tanya Arkana.


Pelan-pelan Arkana menarik dress itu lolos dari kepala Anwa. Tubuh wanita itu masih tampak sempurna, entah bagaimana cara ia menjaga bentuk tubuhnya. Pantas saja suaminya seperti terhipnotis setiap kali menjelajahi setiap inci lekuk tubuh Anwa.


Hanya mengenakan b*ra dan celana, Anwa berjalan dengan santainya menuju tempat tidur dimana untuk pertama kalinya mereka bercumbu. Arkana mengikutinya, lalu menarik tangan Anwa dan memutar tubuh istrinya. Memberikan ciuman di bibir Anwa, turun pada leher lalu berdiam di dada sang istri.


"Kamu masih seperti dulu, Sayang ... gak ada satupun yang berubah, bahkan kamu seperti candu buat aku ...." Arkana mulai perlahan menjatuhkan tubuh istrinya, merayap naik ke atas dan mengungkung tubuh berkulit putih itu.


Ciumannya lama-lama turun menyusuri perut yang dulu pernah membesar karena mengandung dua buah hati mereka. Arkana melepaskan helaian terakhir milik istrinya, membuka kaki itu lebar menghadapnya. Hal ini begitu dia sukai melihat keseluruhan istrinya, polos dan lembut.


Dua insan yang memadu kasih ini pun terlena bersama, desahan dan erangan mereka saling berbalasan sampai mencapai puncak pelepasan keduanya. Peluh keringat membasahi tubuh mereka.


Arkana kecupi pucuk kepala istrinya, membawa wanita itu tidur di dalam dekapannya tanpa mengenakan sehelai benangpun.


"Wa."


"Hhmm."


"Happy anniversary ya," ujar Arkana merapikan anak-anak rambut istrinya.


"Aku sampe lupa Ar ... happy anniversary, Sayang ... makin cinta sama aku dan anak-anak ya," ujar Anwa mendongakkan wajahnya lalu memberi kecupan pada Arkana.


"Aku jadi ngerti kenapa kamu ngajakin aku kesini," ujar Anwa lagi dengan tangan yang membentuk lingkaran di dada lelaki itu.


"Apa?"


"Biar kita selalu mengingat apa yang sudah kita lalui dulu ... biar kita semakin saling mencintai ... mejaga keutuhan rumah tangga kita dan saling melengkapi satu sama lain," ucap Anwa. "*I love you, Ar."


"I love you, Wa* ... sekarang dan selamanya."


***hayooo masih kangen kaaaan... 1 doang extra part nya yaaah... gak bisa banyak-banyak. intinya Anwa dan Arkana sudah sangat-sangat bahagia.


sampai ketemu lagi di karya aku selanjutnya... jangan lupa sembari menunggu karya baru rilis, bisa lah mampir-mampir ke karya aku yang sebelumnya.


terimakasih


and


enjoy reading 😘


Chida ❤️***