Kiss Me

Kiss Me
Hingga Ujung Waktu



"Kawa gak usah di bawa deh Wa," ujar Mama Cha Cha pagi ini sudah berkunjung ke rumah Arkana.


"Ma, kalo Kawa gak di bawa ... Mama nanti ribet ngurusinnya, Anwa belom tentu tiga hari di Lombok ... kalo ayahnya Kawa mo langsung ke Bali gimana?"


"Gak papa ... Mama malah seneng kalian lama-lama, jadi Kawa bisa lama sama Mama," ujar sang mertua yang masih asyik bermain dengan bayi yang sekarang sudah berumur satu tahun itu.


"Bener? Mama gak capek? Kawa lagi seneng-senengnya lari-larian loh ... Arkana aja gak kuat harus jagain dia lama-lama," ujar Anwa yang sedang menyusun baju-bajunya ke dalam travel bag.


"Kalo Arkana mah kuatnya cuma ngejagain kamu," sang mama menyindir lelaki yang sedang berada di atas tempat tidur masih dengan laptop di hadapannya.


Anwa tertawa saat sang mertua melempar mainan ke arah Arkana yang pura-pura tak mendengar gerutuannya.


"Ya udah Sayang, biarin Mama yang jaga Kawa selama kita pergi ... ada Annaya juga kan di rumah, daripada dia keluyuran mending dia jaga Kawa sampai dapet kerjaan," sahut Arkana.


"Annaya itu gak keluyuran Ar ... dia nyari kerja," bela Anwa.


"Ngapain cari kerja, kan aku udah bilang ... biar dia handle restoran yang di Bekasi, udah tau nyari kerja jaman sekarang susah, di kasih yang mudah tinggal ngembangin malah gak mau," sungut Arkana yang masih sebal dengan adik perempuannya itu yang kekeuh mencari pekerjaan.


"Biarin aja Ar, namanya mau cari pengalaman ... gak ada salahnya kok, malah biar dia tau cari kerja itu susah berarti dia harus lebih semangat lagi," ujar Anwa yang sudah selesai memasukkan pakaian mereka yang akan dibawa lusa nanti.


"Iya bener, kita harus dukung Annaya, jiwa pantang mundurnya itu sama banget kayak Mama jaman gadis dulu," Mama Cha Cha mengingat ingat dimana perjuangan dia mengalahkan beberapa pelamar yang lain saat bisa masuk menjadi salah satu yang terpilih di salah satu bank terbesar di Indonesia.


"Berarti ini Anwa beresin perlengkapan Kawa buat Mama bawa ke rumah ya ... tapi bener ya Ma, kita gak ngerepotin?" Anwa memastikan kembali.


"Kalian kerja aja di sana, anak kalian aman sama Mama ... ayo Kawa kita ambil cemilan," ajak wanita tua yang cantik itu menggandeng cucunya yang sedang aktif sekali.


"Sayang ... gak papa Kawa kita titip ke mama?" ujar Anwa duduk di sisi tempat tidur.


Arkana menutup laptopnya dan mengecup sekilas bibir wanita itu. "Gak papa ... biarin aja, lagian kita bisa sekalian honeymoon lagi, buat adeknya Kawa di sana." Arkana mengerling nakal.


"Ish, aku kan KB ... mana mungkin hamil, aku pasang buat tiga tahun ke depan loh."


"Gak ada yang gak mungkin Sayang, mau itu dipasang buat tiga tahun ke depan juga kalo kata Tuhan jadi ... ya jadi," Arkana terkekeh. "Nanti malem ya ... udah selesai kan datang bulannya?"


Anwa melangkah menuju pintu keluar dengan gerutuan yang tak jelas.


"Wa ... udah selesai kan? oke nanti malem siap-siap ya," seru Arkana tertawa setelah pintu itu tertutup rapat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kawa sama Oma ya ... Bunda gak lama kok." Anwa menciumi anak lelakinya itu.


Kemanapun Anwa pergi Kawa pasti selalu ia bawa, ini adalah kali pertama Anwa berpisah dengan anaknya. Mereka adalah satu paket komplit.


"Udah? ayo, kita harus check in," ujar Arkana merengkuh pinggang sang istri lalu berganti menciumi bayi yang terlihat bahagia itu seakan ingin diajak pergi orangtuanya.


"Kawa jangan nakal ya ... Ayah sama Bunda cuma sebentar doang," ujar Arkana mencium Kawa berulang-ulang.


"Kita berangkat ya Ma ... Anwa titip Kawa," ujarnya sedih.


Lambaian tangan saat mereka memasuki ruangan dan meninggalkan Mama Cha Cha, Annaya dan Kawa serta seorang Mbak yang akhirnya Anwa sewa untuk membantu sang mertua mengurus keperluan Kawa selama mereka di Lombok dan Bali.


"Gak usah sedih gitu ... kita cuma satu minggu, Sayang," kata Arkana meraih tangan Anwa yang duduk di sampingnya saat berada di pesawat.


"Iya ... semoga stok ASI nya cukup ya, tapi aku lupa bawa alat perahnya Ar, nanti sampai di Lombok mampir dulu di baby shop ya, sayang kalo kebuang ASI nya," ujar Anwa.


"Nanti biar aku yang perah," kekeh Arkana mencium punggung tangan istrinya yang sudah mulai kesal.


Setibanya di Bandara internasional Lombok, sepasang suami istri ini langsung menuju ke restoran Arkana yang berada di sana. Bulan ini memang Arkana menjadwalkan untuk memantau dan memeriksa langsung perkembangan restoran yang berada di sini sekaligus dia merencanakan bulan madu kedua bersama istrinya.


"Untuk laporan keuangannya saya minta besok sudah ada di meja saya ya Putu," ujarnya pada orang kepercayaan Arkana yang meng-handle usahanya di Lombok.


"Baik, Pak ... untuk menu-menu yang baru mau saya hidangkan sekarang biar Bapak coba beserta Ibu?" tanya Putu.


"Boleh deh, saya mau meja yang ada di sana," Arkana menunjuk meja yang langsung menghadap pantai.


Anwa menoleh, melepaskan kacamata hitamnya. Wanita itu mengenakan dress bertali di pundak berwarna putih gading dengan panjang dibawah lutut 10cm.


Arkana menghampiri dan merengkuh pinggang Anwa agar lebih mendekat pada dirinya.


"Harusnya dulu bulan madu kita kesini ya Ar," ujar Anwa.


"Kenapa?".


"Cantik tempatnya," jawab Anwa.


"Yang di Lampung kemarin juga gak kalah eksotis, malah aku lebih senang di situ, kita tidur diatas air laut ... mau teriak kayak apa aja gak ada yang denger," Arkana terkekeh memeluk istrinya.


"Kamu tuh, untung aku bukan coklat yang sekali dua kali gigit langsung abis." Anwa mencium pipi suaminya.


"Makanya aku lebih suka kamu daripada coklat, karena kamu diapain juga, gak bakal abis-abis," ujarnya sengaja meletakkan tangannya di dada Anwa.


"Ar ... malu tuh di liat pelayan resto kamu," Anwa melepaskan tangan Arkana.


"Mereka lebih terbiasa melihat hal kayak gini Wa ... jangan lupa bule bertebaran di sini," Arkana mengecup bibir Anwa.


"Iya juga sih," Anwa tersenyum.


"Jadi ...," ujar Arkana.


Anwa menaikkan alisnya menunggu Arkana melanjutkan kata-katanya. " Jadi?"


"Jadi ... ini bulan madu kita yang ke dua, aku sengaja bawa kamu kesini, biar bisa meluangkan waktu kita di sini selama tiga hari dan tiga harinya lagi di Bali."


"Oh, pantesan kamu kekeuh Kawa di tinggal ya? ish, kasian Ar ... anak aku itu," ujar Anwa.


"Ya anak aku juga," kekeh Arkana menggoyangkan tubuh Anwa di pelukannya ke kanan dan ke kiri. "Kita harus punya waktu kayak gini Wa, nanti kalo anak kita bukan cuma Kawa aja waktu kamu akan kamu habiskan buat anak-anak dan ngurus aku, waktu aku bakal banyak buat bekerja untuk kamu dan anak-anak, selama bisa kita luangkan waktu walau sebentar, kenapa gak kita lakuin," ujar Arkana.


Anwa membalikkan tubuhnya, melingkarkan tangannya pada leher Arkana, mencium bibir lelaki itu dengan lembut dan dalam, memilin rambut-rambut halus di tengkuk leher suaminya.


"Makasih ya ...," ujarnya melepaskan ciuman itu. "Terimakasih kamu selalu berusaha yang terbaik untuk aku dan Kawa serta adik-adiknya nanti, jangan pernah berubah Sayang, selalu berusaha memahami aku, dan jangan pernah berhenti buat miliki aku Ar ... Hingga di ujung waktu kita nanti," Anwa berkata dengan mata yang berkaca-kaca.


"Iya ... hingga ujung waktu kita nanti." Lelaki itu memberikan kecupan pada kening istrinya, mendekapnya erat.


Senja itu, mereka nikmati dengan memandang segurat pijar jingga di ujung sana, dengan ombak yang saling berkejaran beserta sajian makan malam dengan angin pantai yang semilir menambah suasana romantis menyambut malam mereka.


***berikan bunga serta secangkir kopi atau Senin besok bisa kalian sematkan tiket vote untuk pasangan ini.... namun hanya sekedar like dan komen saja aku akan bahagia bisa merasakan kehadiran kalian di karya ini


Chida ❤️***


...----------------...


***jangan lupa ramaikan Give Away yang aku adakan yaaaah...


untuk 3 pemenang yang memberikan poin terbanyak untuk novel Kiss Me akan mendapatkan pouch cantik. (dilihat dari ranking umum ya***)



***daaaan....


untuk 3 pemenang yang memberikan komentar terbaik, terlucu dan terkeren... akan mendapatkan masing-masing pulsa 25rb


Para pemenang akan aku umumkan besok ya terakhir... pukul 9 malam ( karena pukul itu aku free dari dunia nyata 😂)


Terimakasih teman-teman karena telah menemani Kiss Me selama hampir dua bulan ini... Semoga novel ini selalu membekas di hati kalian yaaaaah 😘😘😘


#menuju tiga part terakhir pasangan uwu dan romantis Arkana dan Anwa... haduuuh kok aku melooow siiih 😥


enjoy reading 😘***