
Uccle Belgia
Sudah seminggu ini Raj pindah ke villa tempat tinggal Gemintang selama di Belgia. Raj memilih tinggal di Uccle meskipun dirinya harus satu jam perjalanan menuju ke Brussels dari tempat nya sekarang.
Map of Brussels
Pasangan pengantin baru ini, tidak malu-malu untuk memperlihatkan kemesraan mereka di depan dua pengawal Gemintang, Hazel dan Otto yang ikut senang dengan energi positif dua dokter itu.
Rutinitas mereka pun masih sama, menikmati acara makan malam sembari bercerita kegiatan mereka seharian serta berdiskusi berbagai hal. Otto dan Hazel pun tidak segan-segan bertanya tentang berbagai macam budaya India.
Raj pun merasa hidupnya setelah menikah, jauh lebih bewarna hingga dirinya ditawarkan untuk mengikuti doctors without Borders kembali.
***
"Ditawarkan ke daerah konflik lagi?" tanya Gemintang dengan perasaan tidak senang. Keduanya sudah menikah hampir lima bulan dan bagi Gemintang, mereka masih seru-serunya menjalani mahligai rumah tangga.
"Ini kan baru penawaran, Gemintang. Belum aku iyakan..." jawab Raj saat mereka sekarang berada di tempat tidur untuk beristirahat. Raj ingin tidur cepat karena besok pagi-pagi ada jadwal operasi.
"Nggak usah! Kamu tidak boleh kemanapun!" ucap Gemintang tegas dan penuh nada posesif disana.
"Sayang..." Raj memeluk istrinya yang manyun. "Kan aku belum iyakan. Aku cerita dulu ke kamu kalau aku mendapatkan penawaran ini. Kalau kamu tidak mengijinkan, ya sudah aku tolak."
"Tolak saja!" balas Gemintang judes.
Raj tertawa. "Astaghfirullah... galaknya nyonya Rao ini. Iya sayang, aku tolak kok penawaran nya."
"Bagus !" senyum Gemintang sambil mendusel mencari posisi nyaman di pelukan suaminya. Entah kenapa dirinya senang mencium aroma tubuh Raj yang campuran parfum Jo Malone dan after shave.
Raj yang melihat Gemintang macam kucing gemoy, hanya tersenyum sambil memeluk erat wanita itu. Rambut Gemintang sudah mulai kembali ke warna aslinya membuat Raj senang karena dirinya lebih suka melihat warna alami rambut tebalnya.
"Kamu kenapa ndusel-ndusel begini? Bahaya tahu nggak sayang..."
"Diam Arjun. Aku cuma mau ndusel, nggak mau ber*cinta!" jawab Gemintang sambil menyesap aroma suaminya.
"Iya, tapi ini otomatis Gemintang..."
Gemintang mendongak dan menatap ke wajah tampan Raj yang mulai ditumbuhi bulu-bulu halus. "Suruh tidur lagi!"
"Ya nggak bisa! Kamu tanggung jawab dong!" goda Raj yang memang tidak bisa menahan hasratnya jika berdekatan dengan istrinya.
"Aku tidur!" jawab Gemintang sambil memejamkan mata.
Raj terbahak lalu mencium pucuk kepala istrinya dan menurun hingga ke wajah, leher dan terakhir bibirnya. "Akan aku buat kamu bangun" ucap Raj serak.
Gemintang tertawa mendengar ucapan suaminya.
***
Pagi ini Gemintang kedatangan pasien kecil-kecil tapi menyenangkan, apalgi kalau bukan sekumpulan anak anjing jenis golden retriever. Pemiliknya baru saja memiliki delapan ekor anak anjing dan hari ini adalah jadwal vaksin serta pemeriksaan fisik plus kesehatan. Gemintang tidak mau ada yang terkena virus parvo karena akan sangat fatal akibatnya.
"Oh my God. You're all so cute!" ucap Gemintang gemas sambil mencium salah satu anak anjing itu. "Mana masih bau bayi."
"Iya dok. Baru delapan Minggu" jawab pemilik nya.
"Dan fase ingin tahu yang aduhai" kekeh Gemintang.
"Benar. Sofa saya sudah habis dengan hasil karya mereka."
"Well, they're puppies. Mau bilang apa?" senyum Gemintang sambil memeriksa anak-anak anjing itu satu persatu. Masing-masing diberikan suntikan vaksin, obat cacing dan vitamin lainnya.
"So far semua sehat-sehat, tidak ada tanda-tanda sakit atau apapun. Anda merawat mereka dengan baik." Gemintang memasukkan anak-anak anjing itu ke dalam kandang dengan dibantu Anna yang ikut merasa gemas dengan anak anjing gemuk-gemuk itu.
"Danke dokter Lexington" senyum klien itu. Gemintang memang masih memakai nama belakang Lexington, belum merubah ke Rao karena dirinya lebih dikenal dengan nama gadisnya.
"Sama-sama." Gemintang dan Anna mengantarkan klien itu ke pintu keluar. Setelah nya, Gemintang pun berbalik tapi tidak disangka dirinya terpeleset keset hingga jatuh terduduk.
"Dokter Lexington! Anda berdarah!"
***
Rumah Sakit Brussels Belgia
Raj berlari di koridor rumah sakit saat mendengar istrinya masuk rumah sakit dan melihat wajah Gemintang tampak shock berantakan.
"Sayang... sayang" ucap Raj sambil memeluk istrinya.
"Maaf Arjun... maaf... aku tidak bisa menjaga anak kita..." Gemintang menangis tersedu sedu dalam pelukan suaminya.
Raj memeluk sambil menciumi istrinya. "Tidak apa-apa... Tidak apa-apa..." Jujur dirinya sangat kehilangan calon anak mereka tapi Raj tahu, Gemintang lah yang paling shock dan terluka disini dan dia harus bisa menguatkan mental serta emosi istrinya.
"Maafkan aku... maafkan aku..." ucap Gemintang berulan membuat Raj semakin erat memeluknya. "Aku tidak tahu kalau aku hamil..."
"Tidak apa-apa sayang. Sungguh..." ucap Raj dengan nada tercekat.
Keduanya saling berpelukan dan menangis karena kehilangan calon anak mereka.
***
Malam Harinya...
Sean, Zinnia dan Arsyanendra datang menjenguk Gemintang di rumah sakit saat mendengar dari Otto dan Hazel kalau dokter hewan itu mengalami keguguran. Hazel pun berada disana untuk membawakan baju ganti Gemintang.
"Your Highness" sapa Hazel sambil membungkuk.
"Hazel, terimakasih sudah menemani Gemintang. Dimana Raj?" tanya Zinnia.
"Dokter Raj sedang ada tindakan jadi saya yang menemani Miss Gem."
Sean memilih menunggu diluar bersama Arsya dan beberapa pengawal kerajaan sembari menunggu Raj.
"Bagaimana keadaan Mintang?" tanya Zinnia.
"Miss Gem shock berat your highness karena tidak tahu kalau sedang keadaan hamil."
Zinnia mendatangi Gemintang yang tertidur. "Apakah dia diberikan obat penenang?"
"Iya your highness. Miss Gem tampak shock berat hingga tidak berhenti menangis."
Zinnia mengelus kepala Gemintang dan mencium kening adiknya itu. "Everything is gonna be alright, Mintang... Insyaallah kamu akan diberikan rejeki anak lagi" bisik Zinnia lembut.
***
Raj yang baru saja menyelesaikan tindakan operasi, terkejut melihat Sean dan Arsyanendra di depan pintu ruang rawat inap VIP Gemintang.
"Your Highness..." sapa Raj menghampiri Sean dan Arsyanendra.
"Disini tidak ada gelar-gelaran Raj." Sean memeluk Raj. "I'm so sorry to hear that."
"Thanks bang..." Bahu Raj bergetar karena menangis. Sean menepuk punggung iparnya itu.
"Aku tahu kamu sedih tapi tolong, jangan kamu perlihatkan pada Mintang. Dia membutuhkan kamu seperti halnya kamu juga membutuhkan dia. Aku minta kalian berdua saling menguatkan..." ucap Sean.
"Iya bang..." isak Raj. Pertahanan dirinya bobol juga karena tidak hanya Gemintang yang kehilangan, dirinya pun juga sama.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️