
Brussels, Tujuh tahun kemudian...
Raj dan Gemintang Rao duduk di ruang kepala sekolah dengan perasaan kesal luar biasa. Raj sampai harus mempercepat operasinya karena mendengar putrinya terluka. Gemintang sendiri harus meninggalkan pasiennya di klinik hewannya sendiri gara-gara kedua putranya juga terluka.
Ternyata semua bermula dari putrinya Charusmita atau biasa dipanggil Mita, diledek oleh seorang anak laki-laki half breed. Memang dibandingkan dengan dua saudara kembarnya, Mita mirip dengan sang ibu, berkulit bule sedangkan Ararya atau biasa dipanggil Arya dan Benoit atau biasa dipanggil Ben, mirip dengan sang ayah yang berdarah India.
Mita tidak terima dibilang half breed, langsung menghajar anak laki-laki itu hingga babak belur. Tapi anak laki-laki itu membawa teman-temannya untuk mengeroyok Mita. Tentu saja dua saudara kembarnya tidak terima, langsung membantu adiknya.
Perkelahian itu tidak bisa terelakkan dengan tiga lawan lima. Trio ABC berhasil memenangkan adu jotos tapi dengan muka babak belur termasuk Mita. Dan kini ketiganya harus menghadapi kemarahan kedua orangtuanya di ruang kepala sekolah.
"Siapa yang mulai meninju?" tanya Raj yang pusing dengan putri bar-barnya.
"Mita..." jawab gadis cilik itu pelan.
"Kenapa?"
"Gregory bilang aku half breed. Itu kan rasis sedangkan kata Miss Miller, tidak boleh rasis."
"Terus?" Kali ini Gemintang yang bertanya.
"Mita sudah bilang 'Kamu nggak boleh rasis' tapi Gregory nggak mau berhenti. Ya sudah, Mita tonjok saja" jawab gadis cilik bermata coklat terang mirip sang Daddy.
Arya dan Ben hanya tersenyum mendengar adik bungsunya bercerita ke kedua ayah ibunya.
"Gregory kalah sama kamu?" tanya Raj.
"Pengecut dia Dad! Kalah bawa pasukan! Memangnya dia doang yang bisa bawa pasukan?" adu Mita sambil mengerucutkan bibirnya membuat Raj merasa gemas dan jengkel menjadi satu ke putri bungsunya.
"Arya dan Ben... Bantuin?" tanya Gemintang.
"Iya dong mommy. Masa gelut nggak ikutan! Kan Daddy dan mommy bilang aku dan Ben harus melindungi Mita. Ya sudah. Sesuai permintaan" jawab Arya sambil mendongakkan wajahnya.
Raj mengusap wajahnya kasar sedangkan Gemintang memegang pangkal hidungnya.
"Ben?" Raj menoleh ke arah anak keduanya yang paling pendiam dari trio ABC.
"Mita mau dikeroyok. Ben bantu. Tamat" jawab Ben acuh sambil bermain rubik.
"Mr dan Mrs Rao. Kedua orangtua para bocah yang berkelahi dengan ketiga putra dan putri anda berdua, mengajukan tuntutan" jawab Kepala Sekolah itu yang tahu kalau kedua dokter di hadapannya adalah ipar raja Belgia.
"Putri saya tidak akan mulai jika tidak ada pasal. Kami selalu mendidik untuk tidak menjadi provokator atau pembully. Putri saya dibully rasis dan kalian diam saja? Saya minta rekaman CCTV dibuka biar tahu siapa yang salah! Jika memang Mita tidak menegur Gregory terlebih dahulu dan main tinju, oke putri saya yang salah. Tapi jika Mita sudah menegur baik-baik tapi anak laki-laki itu masih melakukan ucapan rasis, wajar jika putri saya menghajarnya karena tidak ada pembelaan dari pihak sekolah!" jawab Gemintang dengan wajah galak.
Kepala Sekolah itu agak takut juga dengan wajah judes Gemintang apalagi dia adik sepupu Ratu Belgia, membuat kasus ini harus segera diselesaikan. Tidak pangeran Arsyanendra, pangeran Avaro, putri Alisha... sekarang sepupu mereka sama saja brutalnya.
Ketiga pangeran dan putri Sean dan Zee memang alumnus sekolah trio ABC sekarang. Raj dan Gemintang memasukkan mereka kesana berdasarkan rekomendasi Zinnia.
Aku kira keponakan raja bakalan anteng ternyata aku salah!
"Baik Mrs Rao. Kita lihat CCTV tadi saat kejadian."
***
Raj dan Gemintang akhirnya bertemu dengan kelima orang tua anak yang berkelahi dengan trio ABC. Terjadi perdebatan sengit karena mereka tidak terima anak-anak mereka dihajar oleh anak - anak Raj dan Gemintang.
"Seorang anak, tidak akan berkata demikian jika tidak ada yang mengajarkan. Sikap rasisme itu berawal dari rasa benci orang tua yang ditiru oleh anak. Tidak ada anak yang rasis dari lahir, yang ada hanyalah orang tua yang rasis! Putri saya sudah menegur anak anda tapi anak anda tidak mau diam. Dalam hal ini sekolah juga ikut andil, tidak menegur anak yang salah. Jadi jika putri saya kehilangan kesabarannya, itu karena anak anda yang memulai lebih dahulu! Mita tidak akan bertindak jika tidak keterlaluan!" jawab Raj dingin.
"Jika anda mau menuntut, anda salah alamat. Ketiga anak - anak saya selalu saya didik untuk tidak terprovokasi apapun tapi mereka hanya membela harga diri nya. Coba sekarang saya balikkan posisi kami ke anda. Apakah anda terima dipanggil half breed?" sambung Gemintang.
"Bapak ibu sekalian, bagaimana jika kita berdamai saja. Gregory salah karena mengatai Mita dengan ucapan rasis tapi Mita juga salah memukul Gregory. Gregory kalah dan hendak mengeroyok Mita yang dibantu Arya serta Ben sebagai kakaknya. Disini semua sama-sama terluka, sama-sama salah. Jadi semua pihak yang terlibat, kami skors selama seminggu!" ucap kepala sekolah.
Mendengar itu kelima orang tua itu mengajukan protes tapi kepala sekolah itu tetap tidak bergeming.
"Saya minta, anda sebagai orang tua, instrospeksi diri. Apakah anda sudah benar mengajari anak anda. Saya juga seorang half breed. Kakek saya berkulit hitam dan ucapan Gregory membuat saya terluka!" jawab Kepala Sekolah itu. "Kalau dirunut kalian semua half breed! Tidak ada yang pure Aryan atau kulit putih! Please, kita semua manusia saling membutuhkan! Kita tidak tahu kalau suatu saat anda membutuhkan keahlian dokter Rao tapi karena anda rasis, anda tidak mau diobati olehnya membuat penyakit anda makin parah?"
Kelima orang tua itu terdiam.
"Baik, semua pihak menerima kan jika kedelapan anak ini mendapatkan skors satu Minggu?"
***
Kediaman Keluarga Rao di Brussels Belgia
Raj dan Gemintang saling berpelukan melihat ketiha malaikat mereka terlelap di kamar masing-masing. Arya dan Ben tidur berdua di kamar dengan nuansa biru sedangkan Mita tidur sendiri di kamarnya yang bernuansa pink dan ungu. Kamar si kembar memang bersebelahan sedangkan kamar Raj dan Gemintang berada di seberang kamar anak-anak.
"Ya Allah Gemintang... Aku benar-benar lelah hari ini" keluh Raj sambil mencium kening istrinya. "Gen kamu kebangetan!"
Gemintang hanya tertawa kecil. Keduanya lalu menutup kamar masing-masing anak mereka lalu berjalan menuju ruang tengah.
"Mau hot choco, sayang?" tawar Raj yang menuju pantry.
"Mau" jawab Gemintang sambil duduk di sofa. Tak lama Raj datang dengan dua mug hot choco. "Terima kasih Arjun."
"Sama-sama sayang..." senyum Raj yang menatap istrinya penuh cinta. "Love you."
"Love you too."
"Rumah tangga kita tampaknya akan disibukkan dengan panggilan kepala sekolah anak-anak deh kedepannya..." gumam Raj membuat Gemintang tertawa.
"Kita nikmati saja Arjun. Nanti kalau anak-anak mulai remaja dan dewasa, mereka akan bisa mengatasi sendiri dan kita akan rindu merasa dibutuhkan menghadap kepala sekolah atau dekan" kekeh Gemintang.
Raj mendekati wajah Gemintang. "Aku selalu mencintaimu Gemintang... biarkan kita seperti ini sebelum diributkan trio ABC." Raj menempelkan bibirnya ke bibir Gemintang.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa
Semoga suka dengan bonchapnya
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️