Gemini and Gemintang Love Stories

Gemini and Gemintang Love Stories
Krisna ke Brussels



Palermo Sisilia Italia


Gemini hanya bisa termenung mendengar cerita dari Garvita setelah dia mendapatkan kabar kalau Raj dan Gemintang diminta datang ke istana Brussels.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Michel yang melihat istrinya melamun diatas tempat tidu. "Apa si boy bikin perkara?" Keduanya terutama Michel, sangat bersyukur akan mendapatkan jagoan apalagi sekarang usia kandungannya sudah memasuki lima bulan.


"Nggak Michel."


"Lalu?" Michel duduk di hadapan Gemini sambil mengelus perutnya yang mulai besar.


"Krisna tahu Mintang ada di Brussels." Michel terkejut. "How?"


Gemini bercerita bagaimana Garvita memergoki Apsarini jalan bersama Krisna hingga akhirnya Krisna menelpon saudara kembarnya Raj dan bisa mengambil kesimpulan kalau Gemintang ada di Brussels.


Michel menggenggam tangan istrinya. "Gem, aku yakin Mintang bisa mengambil keputusan yang bijak agar semua bisa diselesaikan dan tidak ada ganjalan di kemudian hari. Dan jika sepupumu yang bernama Sari bisa membuat Krisna mengalihkan pikirannya dari Mintang, berarti kan dia sudah bisa melepaskan Mintang."


"Tapi Michel, apa kata keluarga besar aku?! Dengar, Krisna mantan Mintang yang pacaran dengan Sari, dan Mintang sekarang sedang dekat dengan Raj saudara Krisna. Really?" Mata biru Gemini menatap horor ke Michel.


"Sayang, kalau memang jodohnya seperti itu, kita mau bilang apa?" Michel berbaring menyamping menatap istrinya.


"Tapi Michel... Pasti gegeran!"


"Sayang ku, bukankah keluarga kalian hobi gegeran?" kekeh Michel membuat Gemini manyun.


"Bukan yang macam begini..."


"Sudah, daripada kita meributkan hal-hal yang belum terjadi, kenapa kita tidak olahraga siang?" seringai Michel.


"Dasar!"


"Tapi kamu suka kan?" goda pria brewok itu.



Gemini, calon mommy



Michel, calon Daddy


***


Istana Brussels Belgia


Zinnia dan Sean menatap Gemintang dengan perasaan harap-harap cemas. Bukan apa-apa, untuk kali ini semua tergantung pada putri bungsu Haris Lexington dan Freya Sky.


"Jika aku bilang mantan suamiku boleh datang, bang Sean akan minta dibuka blacklist nya?" tanya Gemintang.


"Iya."


Gemintang menghela nafas panjang. "Memang sudah waktunya untuk menyelesaikan semuanya." Gadis bermata hijau itu pun menatap kakak iparnya. "Dibuka saja bang. Biar aku tidak punya hutang untuk menyelesaikan secara baik-baik, toh kami sudah bercerai dan aku tidak akan mau rujuk."


"Gemintang, apa kamu yakin?" tanya Raj.


"Apa kamu serius dengan pernyataan kamu tadi?" balas Gemintang.


"Tentu saja. Jika saudara kembaran aku hendak bertemu denganmu, tentu saja aku akan menemani dan melindungi dirimu" jawab Raj tegas.


"Jadi?" Sean dan Zinnia menatap Gemintang.


"Open blacklist nya bang."


Sean mengangguk. "Abang akan bilang ke departemen luar negeri untuk membuka blacklist Krisna Rao."


"Kalau trio kampret?" senyum Gemintang.


Mata biru Sean langsung menatap adiknya judes. "Kamu jangan ngelunjak! Lihat apa yang terjadi pada Arsya!" omel Sean sambil cemberut membuat Gemintang tertawa.


"Oh poor trio kampret..." gelaknya.


"Siapa itu trio Kampret?" tanya Raj bingung.


"Trio kampret itu ketiga sepupuku yang mendoktrin keponakan aku menjadi anak yang cerdas dan menggemaskan" kekeh Gemintang.


" Tapi penuh drama" tambah Zinnia sambil menatap jahil ke suaminya yang auto cemberut.


***


Raj akhirnya pulang ke apartemen usai bertemu dengan kedua kakak Gemintang yang merupakan raja dan ratu Belgia. Karena Gemintang sudah tidak memiliki nomor kontak Krisna, jadi Sean meminta agar Raj yang menghubungi Krisna. Minggu depan diijinkan masuk Belgia setelah Sean menghubungi kementrian luar negeri dan pihak imigrasi.


"Bagaimana Raj?" kalimat pertama yang langsung dikeluarkan Krisna.


"Berterima kasihlah dengan Gemintang yang dengan lapang dada meminta Raja Sean untuk membuka blacklist kamu."


"Alhamdulillah..."


"Apa itu Raj?"


"Aku yang akan menemani dan mendampingi Gemintang" jawab Raj dingin.


"Raj... apakah... kamu ada perasaan dengan jandaku?" tanya Krisna dengan nada bergetar.


"Siapa yang tidak suka dengan Gemintang? Dia wanita baik, cerdas dan menyenangkan... Sayang, kamu merusak semuanya..." jawab Raj gamblang. "Lagipula statusnya adalah single dan meskipun dia jandamu, aku tidak masalah. Kalau kali ini ayah dan ibu membuang aku karena menikahi janda, i don't care!"


"Raj... Bagaimana kamu bisa Setega itu padaku?"


"Kenapa kamu setega itu pada Gemintang? Kalau kamu memang mencintai dia, tidak akan menyakitinya. Dengar Krisna, Gemintang mau bertemu denganmu itu pertanda dia sudah move on lama darimu dan dia juga tahu kan bahwa kamu jalan bareng dengan sepupunya."


"Mintang tahu?" Krisna terdengar terkejut.


"Sebelum kita semua tahu, Sari sudah datang ke Gemintang untuk meminta ijin mendekati dirimu."


"Apa?"


"Gemintang menceritakan semuanya tadi. Jadi Kris, kamu sudah menemukan orang yang sama obsesinya denganmu. Cocok kan?"


Krisna terdiam. "Kapan aku bisa masuk Belgia?"


"Minggu depan sudah mulai bisa masuk kamu. Silahkan ajukan visa mu."


***


Dua Minggu usai Sean Léopold meminta pihak imigrasi membuka blacklist atas nama Krisna Rao, akhirnya pria itu mendapatkan ijin visa bisa masuk ke Belgia. Dan kini Krisna mendatangi ke sebuah restauran high end di Brussels untuk bertemu dengan Gemintang dan Raj.


Saudara kembarnya sengaja tidak mau menemui dirinya karena dia tidak mau jika ada bias nantinya. Krisna pun diantarkan oleh seorang pelayan menuju meja tempat Gemintang dan Raj duduk.


Sesampainya di ruang VIP, Krisna menatap wajah mantan istrinya yang menurutnya semakin tambah cantik dan berisi setelah hampir setahun mereka berpisah.


"Mintang..." panggilnya lembut.


"Halo Rao. Silahkan duduk" balas Gemintang sambil mempersilahkan mantan suaminya duduk.


"Raj..."


"Krisna." Raj menatap adiknya datar.


"Akhirnya aku bisa melihat dan bertemu lagi dengan mu Mintang. Kamu agak gemukan?" selidik Krisna.


"Well, I'm happy jadi berpengaruh lah dengan pola makan aku."


"Aku rindu masakanmu..."


"Itu sudah lewat Rao. Jangan kamu ungkit lagi..."


"Masakan Mintang enak lho Raj" senyum Krisna tanpa menoleh ke Raj.


"So, kita langsung ke intinya saja Kris" potong Raj agar Krisna tidak terus menerus memandangi Gemintang. "Gemintang, apa yang ingin kamu katakan ke Krisna?"


Gemintang menoleh ke arah Raj yang duduk di sebelahnya. "Terimakasih Arjun."


"Arjun? Kamu memanggil Raj itu Arjun?" Krisna tampak terkejut.


"Apa kamu tidak menyadarinya, Kris. Aku tidak pernah memanggil Gemintang itu Gem atau Mintang. Bahkan sebelumnya aku memanggilnya Astri dari nama tengah nya Paramastri namun Gemintang tidak suka nama Astri. Jadilah aku tetap memanggilnya 'Gemintang'."


"Rao, aku memang memanggilnya nama depan Arjun seperti dia memanggil nama depanku. Rai, dengar, aku minta maaf karena pergi darimu disaat kita masih menikah tapi jika tidak begitu, aku tidak akan kau lepaskan. Aku tahu aku salah tapi aku sudah tidak bisa tinggal bersama dirimu. Aku sudah terlalu lelah karena pernikahan kita adalah pernikahan toxic, kamu yang terlalu obsesi dan cinta padaku tapi aku tidak mencintaimu. Bagaimana bisa aku mencintai seseorang yang sudah menyakiti aku sekian tahun? Aku menikah dirimu, kamu sudah tahu alasannya dan setelah ini, kita hanyalah dua orang yang pernah kenal tapi sebatas itu. Jika kamu akhirnya dengan Sari, aku ikut berbahagia denganmu karena aku lega kamu bisa move on dariku dan bisa lepas dari rasa obsesi mu padaku." Gemintang menatap serius ke Krisna.


Krisna menghela nafas panjang. "Lalu, apakah kamu sekarang berhubungan dengan Raj?"


Gemintang tersenyum. "Kami hanya berteman baik dan jika memang kalian jodoh yang tertukar, setidaknya Arjun tidak membuatku sakit hati dan trauma."


"Apa karena wajah kami sama, jadi kamu tidak bisa move on, Mintang?" selidik Krisna. "Kamu tidak mungkin bisa mengalihkan dariku rupanya."


"No, Rao. Wajah kalian sama tapi sifat dan sikap kalian berbeda jauh!" senyum Gemintang.


"Kamu serius merebut jandaku?" Krisna menatap tajam ke Raj.


"Aku tidak merebut, karena status Gemintang single dan kalian sudah bercerai lama kan?" balas Raj tenang.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️