Gemini and Gemintang Love Stories

Gemini and Gemintang Love Stories
Gemini Diculik



Palermo Sisilia Italia


Xena melirik ke arah Gemini yang memakai kacamata hitam brand favoritnya sedang membaca laporan PRC Group dari Juan Pablo dari iPadnya. Memang dirinya belum bisa lama-lama di depan layar MacBook, iPad atau ponsel yang memang cahayanya suka membuat matanya lelah dan harus memakai kacamata hitam atau anti radiasi untuk mengurangi lelahnya.


"Apakah itu laporan yang sudah benar, nona?" tanya Xena.


"Iya Xena. Juan Pablo yang membenarkan. Dasar Steven geblek, malah mabok!" omel Gemini gemas. Dia tidak menyalahkan managernya 100% karena istrinya minta apartemennya dijual dan pindah ke PIK.


"Memang ada apa di PIK nona?"


"Area orang kaya." Gemini lupa jika keluarga nya juga memiliki properti disana.


Xena tertawa. "Nona lupa kalau nona juga orang kaya."


"Eh?" Gemini menggaruk kepalanya sambil tertawa kecil. "Aku tidak pernah merasa tuh!"


"Memang beda ya, orang yang sudah terlahir kaya dengan yang baru jadi kaya. Biasanya orang yang sudah terlahir kaya, sering lupa jika mereka kaya dan lebih santainya."


"Karena kita sudah terbiasa punya jadi cari apalagi, Xena. Yang penting sekarang tinggal amal ibadah dan perbuatan saja yang ditingkatkan. Pesan eyang buyut Arga Pratomo ke keturunannya, jangan pernah kamu selalu ndangak karena Diatas langit masih ada langit. Yang kamu sombongkan itu apa? Tidak patut kalau kamu hanya manusia. Allah lah pemilik segalanya..." suara Gemini menghilang ketika Xena terpaksa mengerem mobilnya setelah mereka dihadang di persimpangan jalan.


Xena dan Gemini melihat mobil mereka tidak bisa kemana-mana setelah depan, samping dan belakang mereka dipepet.


"Nona..." Xena mengambil pistol di dalam dasboard tapi dilarang Gemini.


"Jangan Xena, jangan sampai terlihat kamu membawa Ruger kamu."


"Baik nona." Xena segera memasukkan pistol pocket itu ke dalam sepatu bootnya sedangkan Gemini mengambil Beretta Tomcatnya yang disimpan di sepatu bootnya. Gadis itu bersyukur memilih memakai sepatu boot dibanding sepatu pantofel.


"Uscire ( Keluar )!" bentak seorang pria yang turun dari mobil SUV yang menghadang mobil Range Rover Gemini.


"Nona?" Xena menoleh ke arah Gemini.


"Kita keluar. Lihat, mereka semua membawa senjata bahkan ada yang membawa AR-15?" ucap Gemini yang memencet tombol di anting-anting berliannya jika dalam bahaya.



Xena dan Gemini pun keluar dari mobilnya. Keduanya menghitung ada sekitar sepuluh orang pria disana baik yang mengepung dan di dalam mobil.


"Bawa yang berkacamata hitam itu! Dia si buta istri Michel de Luca!" perintah pria itu.


Gemini hanya terdiam sambil bersyukur mereka semua mengira dirinya masih buta. Baguslah! Tiba-tiba tangannya diseret oleh seorang pria lain dan dibawa masuk ke dalam mobil SUV yang menghadang nya.


"Bagaimana dengan sopirnya?" tanya yang lain.


"Bunuh dia!"


"Jangan!" teriak Gemini. "Jangan bunuh sopirku!"


"Bawa sekalian!"


Xena pun diseret masuk ke dalam mobil yang sama dengan Gemini dan duduk bersebelahan. Tak lama empat mobil itu pergi meninggalkan mobil mewah Gemini di tengah jalan.


***


Perusahaan Anggur de Luca


Jerome yang mendapatkan laporan dari pengawal bayangan Gemini, bergegas menemui Michel yang sedang mengobrol dengan Dante Mancini yang sedang berada di Palermo untuk urusan penyewaan dermaga.


"Signor... Signor! Maaf saya menerobos masuk!"


"Ada apa Jerome ?" tanya Michel.


"Signora Gemini... diculik!"


Wajah Michel dan Dante terkejut. "Aaappaaaa?! Dimana?" tanya Michel panik.


"Di persimpangan alun-alun. Ada empat mobil memepet mobil Signora dan mereka membawa Signora dan Xena!" ucap Jerome.


"Michel... keponakan aku..." kekeh pamannya yang membuat Michel meletakkan ponselnya Diatas meja dan meloud speaker nya.


"Paman Luigi... Ada apa?"


"Serahkanlah kekuasaan kamu sekarang!"


"Kenapa? Bukankah paman sudah dicoret dari keluarga de Luca setelah menjual resep wine ke keluarga Esposito!" balas Michel judes.


"Kamu pasti akan menyerahkan kekuasaan kamu, karena kami menahan istrimu yang buta! Hahahaha..." Sebuah gambar dikirimkan ke ponsel Michel yang memperlihatkan Gemini dan Xena dalam keadaan tangan terikat ke belakang.


"Gemini..." Wajah Michel tampak memucat melihat istrinya tampak berantakan, begitu juga Xena.


Dante ikut melihat foto itu dan memberikan tulisan di sebuah kertas untuk Michel.


Calmati. Troveremo Gemini e Xena ( kamu tenang saja. Kami akan menemukan Gemini dan Xena ).


Michel menatap Dante yang hanya mengkode akan menelpon istrinya, Leia Bianchi. Michel pun paham lalu membalas perkataan pamannya sedangkan Dante keluar dari ruang kerja Michel.


"Bagaimana Michel? Sekarang juga kamu siapkan pengacara untuk memindahkan kekuasaan de Luca ke kami" ucap Paman Luigi.


"Kami? Siapa saja kami itu?" tanya Michel yang sebenarnya sudah bisa meraba.


Tak lama panggilan itu menjadi panggilan video yang menampakkan paman Luigi, paman Carlo dan Bibi Erika yang selama ini meneror Jerome pada saat Michel dan Gemini di Tokyo.


"Siapa yang kamu pilih, keponakan aku tersayang. Istrimu yang buta tidak bisa apa-apa atau perusahaan wine? Kalau kamu memilih wine, istrimu kami bunuh... tidak, tunggu... kami jual saja! Matanya memang buta tapi tubuhnya bagus!" Suara tawa paman dan bibinya terdengar menjijikan.


Rahang Michel mengeras. "Aku habisi kalian semua!"


"Kamu bisa mencari wanita lain jika memang memilih perusahaan wine. Tapi kamu tetap tidak akan tenang karena kami akan terus merongrong kamu untuk menyerahkan pada kami. Jadi... kenapa tidak sekarang saja kamu berikan?" Wajah paman Luigi tampak bengis dimata Michel.


"Aku tunggu di Piazza Palermo pukul 2 siang ini! Jangan terlambat atau istrimu dan sopirnya kami jual ke pela*curan!" ucap Paman Carlo yang langsung mematikan ponselnya.


Michel melemparkan hiasan dari perunggu di mejanya ke arah dinding. "Brengseeekkk!"


***


"Bagaimana Leia, dimana Gemini?" tanya Dante via panggilan telepon. Dante teringat bagaimana dulu Alexis bisa menemukan Leia dengan GPS dan pasti Gemini pun ada kode tersendiri.


"Rasanya aku ingin segera terbang ke Palermo dan aku bunuh mereka!" umpat Leia kesal.


"Apakah sinyal Gemini ada?" Dante tahu istrinya sama panasannya dengan dirinya.


"Ada. Sinyal Gemini ada di Teatro Massimo Catredale. Damn it!" umpat Leia.


"Kenapa sayang?"


"Dia bergerak. Kalian kalau mau menyelamatkan Gemini, sekarang waktunya. Tampaknya dia akan dipindahkan! Sayang, kamu aku berikan link keluarga aku. Download dan nanti ada semua keluarga Pratomo disana generasi aku."


Dante mendownload link yang diberikan Leia dan berhasil mendapatkan sinyal Gemini. Bergegas ayah satu anak itu menghampiri Michel.


"Aku tahu dimana Gemini!"


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Nanti dilanjut lagi ... isi amunisi dulu.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️