
FH Ranch Queensland Australia
Gemintang menatap sebal ke arah pria India itu sedangkan Pahlevi yang tidak mengetahui apa yang terjadi antara kakaknya dan manajer keuangan Ranch ayahnya dengan santainya menyapa dua orang disana.
"Bang Krisna, Bang John. Good morning" sapa Pahlevi. "Oh kenalkan ini kakak sepupu aku, Gemintang. Kalian belum sempat berkenalan ya. Mbak, ini bang Krisna Rao, manajer keuangan di Ranch dan ini bang John Campbell, manager produksi yang berhubungan dengan daging potong, bulu wol dan breed kuda. Nanti mbak Mintang bakalan sering berurusan dengan bang John."
Gemintang mengulurkan tangannya ke John Campbell sambil tersenyum dan wajahnya berubah judes saat bersalaman dengan Krisna yang tampak senang bisa memegang tangan gadis itu. Pria itu sengaja agak berlama-lama memegang tangan Gemintang.
"Halo Gemintang" sapa Krisna dengan gaya sok cool.
"Halo..." balas Gemintang ogah-ogahan. "Boleh aku ambil kembali tanganku?"
Krisna tersenyum. "Sorry."
"Levi, mbak ke kandangnya Dark dulu ya. Pasti sudah menunggu apelnya. Gentlemen" pamit Gemintang.
"Oke mbak. Aku masih ada urusan soal kerjaan" balas Pahlevi yang langsung mengajak dua manager itu berbicara soal pekerjaan.
Mata coklat Krisna diam-diam melirik ke arah Gemintang yang memberikan apel pada kuda hitam itu.
"Jadi kakak tuan Pahlevi akan bekerja disini sebagai dokter hewan?" tanya John Campbell.
"Iya. Kan dokter Mallard sudah kewalahan jadi nanti bersama dengan mbak Mintang, keduanya yang bertanggung jawab ke semua ternak-ternak kita" jawab Pahlevi.
"Mulai kapan kakakmu akan bekerja disini?" tanya Krisna ke Pahlevi tapi matanya sambil melirik ke arah Gemintang yang juga menyapa kuda-kuda lainnya.
"Bulan depan mungkin, setelah mbak Mintang wisuda."
Krisna hanya mengangguk. Sebentar lagi.
***
Gemintang pun diperkenalkan kepada semua karyawan FH Ranch terutama yang berhubungan langsung dengan hewan ternak disana. FH Ranch memang menyediakan hewan ternak yang hendak dikirim ke beberapa rumah potong untuk menyediakan kebutuhan daging sapi, domba, kambing dan ayam serta susu sapi dan kambing.
Bersama dengan dokter Mallard yang siang ini datang untuk memeriksa sapi-sapi perah dan kambing-kambing, Gemintang mempelajari banyak hal di lapangan yang jauh berbeda dengan kesehariannya di bangku kuliah.
Gadis itu pun menikmati hari dengan membuat metode pengawasan dan pemeriksaan tersendiri yang intinya sama dengan dokter Mallard dalam memeriksa kesehatan semua hewan disana. Dan Gemintang salut dengan dokter hewan senior itu yang sangat berpengalaman membuat dirinya banyak mendapatkan ilmu.
***
"Bagaimana hari ini Mintang? Banyak belajar dari dokter Mallard?" tanya Fathir saat mereka makan malam bersama.
"Banyak sekali Oom. Teori dan praktek memang berbeda dan aku sangat suka dengan cara dokter Mallard membuat sistematis pemeriksaan ke semua ternak-ternak Oom."
"Dokter Mallard memang dedikasi untuk peternakan tinggi meskipun dia juga membuka praktek untuk umum di kota. Besok kalau kamu ada disini, setidaknya ada dokter hewan yang dekat tidak harus menunggu dokter Mallard datang kalau terjadi sesuatu."
"Iya Oom. Apakah aku boleh buka praktek untuk umum disini setelah semua ijin admistrasi selesai? Hanya sekitaran sini saja karena aku lihat banyak penduduk memelihara hewan peliharaan sepanjang jalan saat aku menuju kemari."
"Boleh saja. Toh kamu kan tetap buka disini tidak jauh-jauh" senyum Fahira yang tahu Gemintang passionnya ingin mengamalkan ilmunya.
"Terima kasih Oom, Tante."
***
Pagi ini Gemintang meminta ijin kepada Fathir dan Fahira untuk ke kota guna membeli beberapa barang pribadi.
"Pakai saja mobil Oom, Mintang. Oh sekalian Oom nitip beberapa barang. Ini daftarnya." Fathir menyerahkan daftar belanjaan. "Uangnya nanti Oom transfer ke rekening kamu."
"Baik Oom. Mintang pakai mobil mana nih Oom?" tanya Gemintang saat melihat beberapa kunci mobil yang berada di kotak kunci.
"Pakai Range Rover saja mbak. Itu barangnya banyak soalnya tapi tenang saja mbak, nanti dibawain masuk ke dalam mobil" celetuk Pahlevi yang hendak berangkat sekolah menggunakan motor.
"Kamu mau kemana Mintang?"
Gemintang hanya memejamkan matanya dan berhitung hingga sepuluh untuk menetralkan emosinya.
"Kamu mau kemana?" kali ini Krisna berdiri di hadapan Gemintang.
"Ke Brisbane." Ranch milik Fathir berada di kota Kingaroy Queensland.
"Lama lho ke Brisbane, bisa tiga jam. Apa kamu nggak sebaiknya menginap?" ucap Krisna. "Kamu mau belanja kan? Mr Hassan menitipkan banyak barang bukan? Look Mintang, bawaanmu banyak dan aku rasa kamu lebih baik bawa tas traveling deh!"
"Bagaimana kamu tahu?"
"Aku pernah seperti kamu saat awal disini dan aku terpaksa menginap karena perjalanan malam dari Brisbane kemari kalau malam tidak aman."
Gemintang menatap mata coklat Krisna. "Kamu tidak bohong kan Rao?"
"Buat apa aku bohong? Sudah, kamu pergi sama aku saja. Biar aku bilang sama Mr Hassan." Krisna lalu masuk ke dalam rumah mencari Fathir meninggalkan Gemintang yang masih tidak percaya ucapan Krisna.
***
Dan kini Krisna sudah berada di dalam mobil Range Rover bersama dengan Gemintang menuju kota Brisbane, ibukota Queensland. Sebenarnya bisa saja Gemintang membeli barangnya via online tapi dirinya ingin tahu seperti apa Brisbane dan tadi Fathir serta Fahira memberikan ijin kepada Krisna untuk menemani Gemintang bahkan ijin menginap juga.
Sebenarnya Gemintang keberatan tapi melihat bagaimana Krisna berhasil membujuk Oom dan Tantenya, terpaksa dia berangkat dengan pria berdarah India itu.
"Bukankah enak pergi ada temannya?" ucap Krisna yang tahu gadis cantik di sebelahnya masih mode cemberut.
Gemintang hanya melirik pria yang mengenakan kacamata hitam dan kemeja pink. Tidak banyak pria pantas mengenakan kemeja bewarna centil itu tapi entah kenapa Krisna cocok mengenakannya.
Yang super ngeyel
Yang jutek
"Kamu tuh memang!" sungut Gemintang sambil membuang muka.
"Jangan marah-marah, Mintang. Nanti kerutan kamu bertambah" senyum Krisna membuat Gemintang semakin dongkol.
"Kenapa aku merasa kalau kamu sudah meneliti semua keluarga aku dan disaat ada kesempatan, kamu langsung menyambarnya." Gemintang menoleh ke arah Krisna yang hanya memasang wajah datar. "Benar kan? Please, Rao. Aku tahu kamu terlalu obsesi padaku dan aku tidak tahu kenapa. Sebenarnya apa sih yang membuat kamu seperti ini?"
Krisna Rao lalu meminggirkan mobil mewah itu di pinggir jalan dekat dengan perkebunan anggur yang masih milik FH Ranch. Pria itu lalu melepaskan sabuk pengamannya dan mendekati Gemintang yang sudah bersiap dengan kepalan tangannya jika pria itu macam-macam.
"Kamu mau tahu kenapa Mintang? Karena kamu satu-satunya wanita yang membuat aku gila! Aku bukan pria suci, Mintang tapi sejak pertama kali aku melihatmu di pendaftaran mahasiswa baru, aku sudah tertarik padamu apalagi saat kamu bernyanyi di cafe itu. Aku sudah jatuh cinta padamu lama tapi entah kenapa kamu tidak mau menerima aku! Aku berusaha melupakan kamu dengan berpacaran dengan beberapa wanita tapi tetap saja, mereka bukan kamu! Saat ranch Oom kamu membuka lowongan, ya aku masuk disana karena tahu kamu di Australia dan berharap aku bisa bertemu lagi denganmu. Dan doaku dikabulkan, aku bisa berada di tempat yang sama! So, apa alasan kamu tidak mau menerima aku?"
Gemintang menatap Krisna dengan perasaan bingung.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️