
Villa Uccle Belgia
Raj dan Gemintang duduk di ruang tengah usai makan malam seperti biasa sembari menonton film di TV layar lebar di rumah. Gemintang tampak sibuk membalas chat keluarga nya. Raj yang melirik gadis itu tampak serius mengetik, tidak tahan untuk tidak bertanya.
"Serius amat. Ada apa Gemintang?" goda Raj.
"Saudaraku hendak double wedding besok Juni" jawab Gemintang. "Maaf Arjun, aku malah asyik membalas chat keluarga aku."
"Tidak apa-apa. Kamu datang?"
"Tentu saja." Gemintang meletakkan ponselnya di meja kopi. "Mbak Zee sudah bilang aku akan ikut rombongannya. Dan aku minta kamu ikut denganku."
Raj melongo. "Seriously, Gemintang. Benar kita dekat sekarang tapi bukan berarti aku masuk ke dalam acara keluarga kamu! Apa kata keluarga besar jika tahu kamu datang bersama aku?"
"Arjun, justru karena mereka tahu aku dekat denganmu sekarang, mereka juga harus tahu kenapa aku bisa nyaman dengan kamu. Karena kamu berbeda dengan mantan suamiku meskipun wajah kalian mirip."
Raj menatap Gemintang lurus dan mencari keraguan atau apapun yang membuat gadis itu mengambil keputusan karena terpaksa tapi tidak ada. Pure keinginan Gemintang yang tulus dan antusias untuk bisa bersama ke New York.
"Kamu serius? Apa kata kedua orang tua kamu? Gemintang, please. Aku tidak mau kamu kena masalah karena aku..."
"Mau sampai kapan kita sembunyikan hubungan ini, Arjun? Sudah waktunya kita harus menghadapi semuanya. Cepat atau lambat, itu pasti akan terjadi."
Raj terpekur. Memang, mau sampai kapan kami menyembunyikan hubungan ini. Meskipun keluarga Gemintang dan keluarga aku sudah tahu, tapi mereka belum mendengar dari bibir kami sendiri.
"Kamu benar Gemintang. Sudah waktunya kita bertemu dengan kedua orangtuamu dan opa omamu."
Gemintang tersenyum.
***
Palermo Sisilia Italia, Apartemen Gemini dan Michel
"Jadi kamu akan datang bersama Raj?" tanya Gemini saat Gemintang menghubunginya usai Raj pulang makan malam di villanya.
"Iya Gem. Aku rasa sudah waktunya aku dan Arjun menemui mommy dan Daddy serta opa dan Oma. Mereka memang tahu tapi bukan dari aku sendiri. Aku ingin menyatakan pada mommy dan Daddy, Arjun berbeda dan aku nyaman dengannya tapi tidak mau terburu-buru untuk menikah lagi..."
Gemini menatap lembut ke arah kembarannya. "Are you happy, Mintang?"
"I'm happy Gem. Lihat, pipiku makin chubby dan wajahku semakin cerah kan?"
"Alhamdulillah. Naik berapa kilo?"
"Lima kilogram" kekeh Gemintang.
"Whaaattt! Kamu saingan denganku! Aku naik hampir sepuluh kilo!" seru Gemini heboh.
"Ya ampun Gem, kamu hamil baru berapa bulan? Kok naiknya banyak?"
"Standard Mintang tapi memang si boy makin membuat aku doyan makan. Dasar anak Italia, tidak bisa jauh-jauh dari pasta coba! Untung Norma dan Xena selalu mengerem kalau aku sudah kebanyakan karena tidak mau semakin besar. Bahaya kan?"
"Iya Gem, jangan terlalu drastis naiknya dan harus dikontrol."
"Michel lebih suka melihat aku agak berisi, katanya enak dipeluk" gelak Gemini.
"I'm so happy for you Gemini. Michel memang pria yang awesome dan jodohmu meskipun harus dengan banyak kejadian."
"Semoga kamu juga mendapatkan pasangan yang sayang dan tulus mencintaimu, Mintang, agar kamu juga bisa merasakan kebahagiaan seperti aku" ucap Gemini tulus dan penuh doa.
"Aamiin."
"Jika Raj memang yang terbaik untukmu, kita bisa bilang apa... Namanya jodoh. Ya kan?" senyum Gemini. "Yang penting kamu tampak bahagia sekarang apalagi sudah lega menyelesaikan semua permasalahan dengan Krisna kan?"
"Alhamdulillah. Aku benar-benar lega, Gem. Rasanya beban, dendam, amarahku menguap saat akhirnya aku menyelesaikan semuanya kemarin dan sudah waktunya aku mencari kebahagiaan aku sendiri bukan?"
"Oh Gem, jangan menangis. Nanti aku ikut menangis..." ucap Gemintang sedikit serak.
"Lho? Gem? Kenapa nangis? Si boy menendang keras ya? Sakit kah?" tanya Michel yang baru saja masuk ke dalam kamar usai mengurus pekerjaan bersama Jerome, asistennya.
"Kok malah nyalahin si boy sih!" hardik Gemini galak. Naluri keibuannya tidak terima suaminya menyalahkan anak dalam kandungannya.
"Lha habis kamu nangis. Kan aku khawatir..." Michel memeluk Gemini sambil mencium pelipisnya. "Lho? Hai Mintang... Kamu tampak sehat."
Gemintang tertawa mendengar ucapan Michel. "Thanks Michel."
"I'm so happy melihat kamu semakin sehat dan cantik. Berbahagialah Mintang" senyum Michel. "Aku senang melihat adikku semakin bahagia."
Gemintang semakin terharu karena kakak iparnya sangat care dengannya.
"Thanks" jawab Gemintang.
***
Bandara Internasional Belgia, Brussels Airport
Rombongan keluarga kerajaan Belgia sudah bersiap untuk terbang ke New York untuk menghadiri acara pernikahan ganda saudara sepupu ratu Zinnia. Tidak banyak orang yang dibawa Keluarga kerajaan itu karena memang acara nya hanya acara keluarga.
Gemintang dan Raj tampak diantara rombongan itu bersama dengan Jasmine, pengawal setia Zinnia, serta Sarah dan Greg. Plus empat pengawal terpilihnya yang akan mengawal pangeran Arsyanendra, pangeran Avaro dan putri Alisha.
Di dalam pesawat, Arsyanendra memilih duduk bersama dengan Tante nya untuk belajar macam-macam binatang dan cara perawatannya sedangkan Raj lebih banyak mengobrol dengan Greg, asisten Sean, apalagi mereka membahas kasus yang sempat viral itu.
Sean dan Zinnia saling berpandangan melihat bagaimana wajah Gemintang tampak lebih cerah dan bahagia setelah lebih dekat dengan Raj. Kedua suami istri itu berharap agar Haris dan Freya serta Ashley, tidak terkejut jika nantinya keduanya berani menyatakan hubungan mereka bagaimana.
***
Barclays Hotel Manhattan New York
Rombongan kerajaan Belgia tiba di hotel yang sebagian besar kamarnya dipesan oleh dua keluarga sultan, Blair dan McCloud. Gemintang tampak senang karena tidak lama rombongan Italia datang dan langsung memeluk saudara kembarnya.
Semua orang tampak senang bisa berkumpul bersama hingga...
"Kok ada Krisna disini?" celetuk Dante Mancini.
Semua orang menoleh ke arah Raj yang hanya tersenyum kikuk.
***
Raj mendapatkan tatapan tajam dari sepupu pria Gemintang yang sudah datang termasuk Luke Bianchi dan Dante Mancini.
"Benar kamu bukan Krisna Rao?" tanya Luke.
"Benar. Saya Arjun Raj Rao. Ini tanda bukti nya" ucap Raj sambil menunjukkan bekas luka nya dan mengeluarkan id card dokternya dan paspornya.
Luke, Samuel, Pedro dan Dante menatap Sean yang tampak tenang-tenang saja.
"Dia bukan Krisna Rao, boys. Krisna di Manchester, Raj di Brussels dan dia seorang dokter bedah. Kamu kan dokter bedah, Sam. Coba saja test soal bedah ke Raj. Kalau dia bisa menjawab, berarti dia bukan Krisna karena kita semua tahu, Krisna orang finance bukan seorang dokter" jawab Sean tenang.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️