Gemini and Gemintang Love Stories

Gemini and Gemintang Love Stories
How Can We Be Lovers?



FH Ranch Kingaroy Queensland Australia


Hampir setengah hari Gemintang memeriksa semua sapi perah di kandang nya membuat Krisna memutuskan untuk memeriksa pekerjaannya sebagai manager keuangan FH Ranch.


"Krisna? Katanya baru masuk Senin, kok ini masuk?" goda anak buahnya.


"Istriku sedang memeriksa heifer ( sapi atau lembu muda yang belum kawin dan siap untuk dikawinkan ) dan sapi perah sudah ada yang bunting belum. Jadi daripada aku cengok, aku kerja sajalah disini. So, mana laporan mingguan?" Krisna menatap anak buahnya serius.


Tak lama pria itu pun sibuk memeriksa hasil kerja anak buahnya selama dirinya berada di New York.


***


Rumah Induk FH Ranch


Siang ini Gemintang dan Krisna makan siang bersama dengan Fathir, Fahira dan Pahlevi. Ketiga anggota keluarga Hassan itu melihat pasangan pengantin baru yang tidak ada mesra-mesranya membuat mereka saling berpandangan.


"Mintang..." panggil Fathir.


"Ya Oom?"


"Semua heifer dan sapi yang hamil sama tidak kan sudah kamu periksa. Jadi habis ini, kalian berdua pulang deh! Nikmati honeymoon dulu."


"Kalian berdua kan mulai Senin kembali sibuk jadi dinikmati lah sebelum rutinitas datang" sambung Fahira yang tahu keponakan suaminya terpaksa menikah agar tidak terjadi skandal.


"Iya Tante."


"Iya Mr dan Mrs Hassan..."


"Krisna, kalau disini panggil Oom dan Tante saja, di Ranch atau kantor, baru resmi" kekeh Fathir.


Gemintang melirik ke arah suaminya yang hanya mengangguk. Acara makan siang itu lebih didominasi pembicaraan soal pekerjaan di Ranch daripada pembicaraan pribadi.


***


Usai makan siang, Gemintang dan Krisna berpamitan dengan Fathir dan Fahira apalagi adik Falisha Hassan itu meminta keponakannya pulang di weekend ini.


Di dalam mobil, Krisna melirik ke arah Gemintang yang asyik melihat pemandangan di luar jendela. Pria India itu lalu menyetel sebuah lagu.


How can we be lovers if we can't be friends?


How can we start over when the fighting never ends?


Baby, how can we make love if we can't make amends?


How can we be lovers if we can't be, can't be friends?


Gemintang menoleh ke arah Krisna dan mata hijau itu menatap wajah suaminya yang datar. Lagu lama milik Michael Bolton itu sepertinya menyindir dirinya dan Krisna.


"Mintang..."


"Hhhhmmm." Gemintang mengalihkan pandangannya kembali ke jendela.


"Bisakah berteman dulu? Setidaknya biar kita nyaman?"


Gemintang menoleh ke Krisna. "Terserah!"


Krisna hanya bisa menghela nafas panjang. Cewek kalau sudah bilang terserah berarti ada dua arti, iya pakai tapi atau tidak tanpa kecuali.


Mobil milik Krisna itu pun melaju santai hingga sampai ke rumah mereka. Gemintang lalu membuka pintu mobil dan mengambil tas dokternya di kursi belakang.


Krisna menghampiri istrinya. "Bisa kan Mintang?"


"Ya" jawabnya pendek.


Krisna menghembuskan nafas panjang. Susahnyaaaa!


***


Apartemen Michel dan Gemini di Palermo


"Bagaimana Jerome? Apakah kamu bisa mencarikan guru untuk mengajari Gemini huruf braille?" tanya Michel melalui telepon ke asistennya di ruang kerjanya.


Tadi saat dirinya keluar kamar, Nora dan Xena mengatakan hal yang sama jika Gemini ingin belajar huruf braille agar bisa bekerja.


"Nona Gemini tidak bisa diam saja tanpa melakukan sesuatu. Bukan gayanya" ucap Xena. "Saya tahu karena saya yang mengawal dia di Singapura."


"Michel, istrimu itu tipe mau belajar. Carilah guru yang bagus. Dan aku yakin, Gemini akan lebih cepat belajar" timpal Nora.


Mendengar bujukan dua wanita yang mengikuti kegiatan Gemini selama di apartemen, membuat Michel semakin yakin untuk membantu istrinya bagaimana caranya.


"Saya bisa Carikan Signor, yang fasih berbahasa Inggris juga kan?"


"Baik Signor. Jika saya sudah mendapatkan, saya kabari anda."


"Terimakasih Jerome. Oh bagaimana dengan keluarga aku? Paman dan bibiku yang menyebalkan?"


"So far masih anteng Signor."


"Semoga anteng selamanya!" geram Michel yang membuat Jerome tertawa.


"Perlu saya lenyapkan Signor?"


"Tawaranmu menggoda Jerome, tapi aku masih baik... sementara ini."


"Kapan saja Signor membutuhkan saya untuk melenyapkan mereka, kabari saja."


"Grazie Jerome." Michel pun mematikan panggilannya lalu keluar dari kamar kerjanya dan melihat Gemini tampak ikut sibuk di dapur sambil menghapal isi dapur bersama dengan Nora dan Xena.


Michel masuk ke dalam ruang kerjanya lagi dan menghubungi Jerome. "Jerome, sekalian kamu cari dokter ophthalmologists ( ahli mata yang berhubungan dengan penglihatan, masalah medis, masalah mata yang butuh pembedahan ) terbaik di dunia."


"Tapi Signor, bukankah Signor Bianchi sudah mendapatkan dan masih sama hasilnya?"


"Joey Bianchi dan Samuel Prasetyo memang sudah mendapatkan beberapa kolega mereka tapi belum semua dokter ophthalmologists mereka temukan bukan? Jadi sembari mencarikan guru braille, kamu juga Carikan informasi dokter itu. Kalau perlu kirim ke Palermo!"


"Sì Signor" jawab Jerome patuh.


"Grazie Jerome." Michel mematikan panggilannya untuk kedua kalinya dengan orang yang sama.


Akan aku carikan Gem, dokter yang lebih hebat dari yang didapat oleh keluarga mu.


***


Rumah Krisna dan Gemintang Kingaroy Queensland Australia


Gemintang sibuk memasak makan malam berupa capjay, ayam goreng mentega dan penutupnya creme brulee. Krisna yang membawa MacBook nya di dapur sambil memperhatikan istrinya memasak, tersenyum senang. Bayangannya jika menikah dengan Gemintang akan melihat pemandangan seperti ini, akhirnya menjadi kenyataan.


"Ada yang perlu aku bantu Mintang?" tawar Krisna.


"Tidak ada. Terimakasih" jawab Gemintang sambil mengolah ayamnya.


"Bau masakan kamu enak. Kamu belajar masak dari usia berapa?"


"Sejak aku umur empat tahun."


"Apakah dipaksa oleh mommy Freya?"


Gemintang menatap wajah tampan Krisna. "Tidak, aku dan Gemini memang suka masuk dapur dan yang mengajari bukan mommy."


"Siapa yang mengajari kamu memasak?"


"Oma Gendhis, Oma Rani, Oma Yanti. Kalau masakan timur tengah, itu Tante Rani Reeves yang mengajari" jawab Gemintang. "Kalau ada resep yang susah, aku belajar dengan Oom Rajendra ataupun ke mbak Nadira."


"Nadira McCloud?"


"Iya. Anaknya Oom Rajendra yang menikah dengan Pedro Pascal, agen FBI." Gemintang meletakkan ayam goreng mentega nya di piring saji membuat perut Krisna berbunyi karena baunya yang lezat. Suara perut Krisna membuat Gemintang menatap datar. "Tunggu sebentar. Nasinya baru matang."


"Tidak apa-apa Mintang, aku bisa menahan lapar kok sebentar lagi."


Gemintang mengeluarkan creme brulee dari dalam kulkas dan menyerahkan ke Krisna. "Makan ini dulu kalau sudah lapar cacingmu!"


Krisna menerima mangkok kecil berisikan makanan penutup yang menjadi pengganjal perutnya sementara nasi nya baru matang.


"Enak Mintang" puji Krisna saat menyuap creme brulee itu.


"Pas kah? Apa kurang manis?"


Krisna menggelengkan kepalanya. "Tidak, menurut ku ini sudah pas."


Gemintang mengangguk lalu menyiapkan lauk pauk malam ini di meja makan. "Singkirkan MacBook mu. Kita makan malam dulu."


Meskipun tidak ada nada mesra di ucapan Gemintang, bagi Krisna itu adalah suatu kemajuan daripada ribut dan pria itu tidak mau merusak momen yang kondusif ini dengan mematuhi permintaan istrinya.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️