
Kingaroy Queensland Australia
Gemintang sudah kembali dari rumah Fathir dengan membawa semua barang-barang miliknya yang dia masukkan ke dalam koper dan kardus-kardus. Tadi dirinya dibantu oleh sepupunya Pahlevi.
Krisna yang melihat istrinya datang, langsung keluar untuk membantu membawakan semua barang-barang bawaannya.
"Aku bantu Mintang" ucap Krisna sambil mengambil kardus yang berisikan buku-buku kedokteran milik Gemintang.
"Terimakasih."
Krisna tersenyum dan mengangguk. Meskipun Gemintang masih dingin dan menolak tidur bersamanya tapi mendengar ucapan terimakasih dari wanita yang sangat dicintainya membuat hatinya menghangat walau sekedar basa basi atau kesopanan.
Krisna dan Gemintang bekerja sama membawa masuk semua bawaan gadis berambut pirang itu. Setelah semua box dan koper sudah berada di kamar Gemintang, Krisna menatap istrinya.
"Ada lagi yang bisa aku bantu?" Krisna berharap istrinya mengatakan 'Ada' tapi jawaban Gemintang...
"Tidak ada. Terimakasih atas bantuanmu." Gemintang pun menutup pintu kamarnya membuat Krisna tertegun disana.
Astaghfirullah... Sabar Krisna... Sabaaarrr.
***
Di dalam kamar, Gemintang mulai menyusun semua barang-barangnya. Tidak percuma tadi dia membeli banyak perabotan yang memang dia butuhkan untuk meletakkan semua barangnya.
Gemintang menghela nafas panjang karena sikap Krisna yang berusaha untuk mengambil hatinya dan modus terselubung yang gadis itu tahu taktiknya.
Ponsel Gemintang berbunyi dan gadis itu memencet tombol airpods nya. "Halo, Gem..."
"Halo Mintang. Sedang apa?" tanya Gemini.
"Menata kamarku."
"Kamu memilih pisah kamar?" tanya Gemini.
"Iya lah. Kamu?"
"Tidak, Mintang. Aku satu kamar dengan Michel karena kami sekarang tinggal di apartemen. Rumah induk keluarga De Luca terlalu berbahaya bagiku."
"Mereka tidak suka padamu?"
"Mereka tidak suka Michel menikah dengan wanita cacat! Padahal kepala keluarga merekalah yang membuat aku cacat!" jawab Gemini dengan nada geram.
"Kalian satu kamar... Apakah tidak apa-apa?" Gemintang tidak menyangka Gemini bersedia satu kamar dengan Michel.
"Tidak akan terjadi apa-apa, Mintang karena aku sudah bilang pada Michel, aku tidak bisa memberikan hak nya..."
"Semoga Michel paham."
"Aku rasa dia paham. Ohya Mintang, apakah kamu tahu siapa pengawal aku?"
"Siapa Gem?"
"Xena O'Hara."
"Xena? Xena yang pengawal kamu di Singapura? Bukankah dia harusnya mengawal Oma?"
"Kata Daddy, memang Xena yang dikirim karena aku kan sama dia selama di Singapura."
Gemini dan Gemintang memiliki pengawal berbeda saat di Singapura. Xena adalah pengawal Gemini sedangkan Gemintang memiliki pengawal bernama Tracy.
"Apa rencana kamu besok?" Gemintang tahu di Palermo masuk pagi karena perbedaan jam antara Queensland dan Palermo adalah sembilan jam duluan Queensland.
"Aku ingin ke kantorku. Xena nanti yang akan membantu aku membacakan berkas-berkas yang sekarang dipegang Steven."
"Gem..."
"Ya Mintang?"
"Semangat! Aku berharap insyaallah kamu bisa melihat lagi. Oom Joey dan mas Sammy belum bisa menemukan cara pengobatan kamu ya."
"Aamiin. Oh ngomong-ngomong, kamu sengaja ya memakai bahasa Indonesia?"
Gemini terbahak.
***
Usai melaksanakan ibadah Maghrib, Gemintang memutuskan untuk ke dapur setelah sesorean tadi dia memilih di kamarnya untuk beberes dan menata sesuai dengan seleranya.
Sesampainya di dapur, dirinya tampak bingung hendak memasak apa. Krisna memang sudah mengisi kulkasnya penuh dengan bahan makanan sehari setelah mereka datang dan tadi dirinya sudah membuat masakan India.
"Masak yang gampang saja Mintang kalau kamu bingung." Suara Krisna terdengar di belakang Gemintang yang menoleh ke arah suaminya. Tampak Krisna hanya mengenakan celana pendek tanpa baju dengan handuk melingkar di lehernya. Rambut hitamnya tampak basah dan Gemintang menatap datar ke tubuh Krisna yang tampak berotot dengan perut kotak-kotak plus tattoo di bagian pinggangnya. Tattoo?
"Kamu bingung kan? Masak yang mudah cepat enak... Atau kalau kamu capek, biar aku yang masak. Kamu mau spaghetti atau fettuccine?" tanya Krisna sambil berdiri di sebelah Gemintang yang masih berada di depan kulkas besar yang terbuka.
Harum shampoo, sabun dan after shave yang maskulin menerpa hidung Gemintang membuat hormon kewanitaannya berdesir. Jangan-jangan aku mau dapat periode aku jadi sok tersepona begini.
"Memangnya kamu bisa masak?" tanya Gemintang.
"Kalau sekedar pasta, toast bread atau ramen, bisa lah" senyum Krisna.
"Ya sudah. Kamu yang masak. Yang enak ya." Gemintang pun berbalik menuju kamarnya untuk mengambil MacBook nya dan membawanya ke ruang tengah. Gadis itu pun menyibukkan dirinya untuk bekerja apalagi sudah masuk musim kawin di grup sapi.
Krisna yang ditinggal Gemintang hanya bisa terbengong-bengong melihat sikap istrinya.
Astaghfirullah... Susahnya mendapatkan hatimu, Mintang.
***
Apartemen Michel dan Gemini di Palermo Italia
"Sudah menelpon Gemintang?" tanya Michel yang baru saja selesai mandi dan harum sabun tercium di hidung mancung Gemini.
"Sudah."
"Apakah sudah berbaikan dengan Rao?"
"Belum."
Michel yang hanya mengenakan handuk di bawah pinggangnya menatap Gemini bingung. "Gem, aku tahu aku yang salah tapi apa aku boleh tahu ada apa diantara Gemintang dan Rao? Kenapa Mintang membencinya setengah mati?"
"Bukan urusanmu Michel. Mereka memiliki cerita tersendiri." Gemini menolak menceritakan apa yang terjadi antara adiknya dan pria India itu.
Michel pun berlutut di hadapan Gemini yang duduk di sofa. "Kamu tahu Gem, aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup dan sekarang aku sudah menikah denganmu. Aku tidak ingin kita berpisah dengan alasan apapun..."
"Apa?"
"Meskipun kamu tidak... belum menerima aku, aku tidak akan melepaskan kamu, Gem."
Gemini menatap kosong ke arah wajah suaminya dan kedua tangannya terulur untuk menyentuh Michel. "Sampai kapanpun, aku tidak akan lupa karena kecerobohan kamu, aku menjadi buta dan Iris harus tewas. Dan jika kamu tetap memaksa kita tetap menikah, hidup satu atap, oke. Tapi aku tidak bisa membuka hatiku padamu, Michel... Mungkin dulu saat aku masih bisa melihat, aku akan berpikir berbeda, dan bisa jadi kita memang bersama tapi semua itu berubah ketika aku mengetahui siapa yang membuatku seperti ini. Michel, aku sudah memaafkan perbuatan kamu, dan kamu sudah masuk penjara, tapi aku tetap tidak bisa melupakannya."
Michel menyamakan posisinya ke Gemini. "Aku tahu, perbuatan aku tidak bisa dilupakan dan aku berterimakasih kamu mau memaafkan aku. Tapi Gem, begitu aku membacakan sumpah pernikahan aku denganmu, aku sudah bertekad untuk bisa membuka hatimu yang sudah mati padaku, Gem. Aku tahu kamu sebenarnya gadis yang baik dan lembut hatinya meskipun galak. Aku bisa melihat itu saat kita dulu sering makan malam bersama."
Pria itu mendekatkan tubuhnya ke Gemini dan memeluknya. Gemini bisa merasakan dada telanjang suaminya menempel di pipinya dan jantungnya berdetak dengan kencang.
"Jangan tinggalkan aku Gem. Aku akan berusaha mencari dokter mata terbaik meskipun harus mengobrak Abrik negara manapun asal bisa membuat kamu melihat lagi ..."
Gemini hanya terdiam di pelukan suaminya.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️