Gemini and Gemintang Love Stories

Gemini and Gemintang Love Stories
Mau Belajar Braille



Kingaroy Queensland Australia Rumah Gemintang dan Krisna


"Mintang, bisakah kita berdamai? Kita sudah seminggu menikah tapi kita saling menyakiti... Tolong Mintang, bisakah kamu berdamai dengan dendammu?" pinta Krisna sambil memegang tangan Gemintang.


"Kamu pikir mudah melupakan hampir empat tahun di Singapura mendengar semua gosip miring tentang aku? Dan sekarang mereka pun tahu akhirnya aku menikah denganmu sebagai pembuktian bahwa aku memang frigid dengan orang lain tapi tidak denganmu. Caramu sangat licik dan murahan, Rao. Aku tahu kamu akan berbuat nekad jika aku tidak bersedia menikah denganmu. Dengar Rao, aku melakukan ini bukan karena foto-foto kamu, aku melakukan ini agar Opaku tidak terkena serangan jantung kedua kalinya!! Apa kamu tidak sadar bahwa perbuatan kamu membuat Opa hampir meninggal setelah terkejut saat Gemini kecelakaan? Belum selesai Gemini, kamu lagi berbuat masalah!" Gemintang menatap tajam ke Rao.


Krisna hanya menatap sendu ke Gemintang. Cinta buta dan obsesinya ke gadis bermata hijau Jamrud itu membuat dirinya tidak bisa berpikir jernih. Dia baru tahu bahwa Gemintang sangat mencintai keluarganya bahkan rela bersamanya agar Opanya tidak sakit lagi.


"Mintang ... maafkan aku."


"Terlambat Rao. Nasi sudah jadi bubur dan tidak akan menjadi nasi lagi. Jika kamu meminta kita berdamai, ya sudah. Jalani saja kehidupan masing-masing dalam satu rumah. Di luar semua orang tahu kita suami istri tapi di dalam rumah, kita hanya orang asing yang terpaksa hidup bersama."


"Mintang! Kita bukan orang asing! Kita memang suami istri!"


"Di atas kertas, Rao! Aku ulangi, di atas kertas!" Gemintang berdiri dan mengambil sajadahnya. "Kalau kamu tidak suka dan tidak betah, silahkan talak aku!" Gadis itu pun hendak berjalan keluar dari kamar utama tapi menghentikan langkahnya. Mata hijaunya melihat fotonya saat berada di London. Tampak dirinya tertawa bahagia dicium oleh Kristal sang oma saat liburan bersama.



Gemintang and Oma Kristal


"Darimana kamu mendapatkan foto ini Rao?" tanya Gemintang sambil gemetar.


Krisna berdiri dan menghampiri Gemintang. "Aku tidak sengaja memotret dirimu dengan kamera DSLR karena aku merasa seperti melihat dirimu dan aku memotretnya... Ternyata memang kamu sedang ada di London. Aku suka melihat tawa lepasmu..."


"Kamu mengikuti aku?" Gemintang menatap tajam ke Krisna.


"No Mintang! Aku sudah bekerja di London dan aku tidak sengaja melihat kamu! Gara-gara foto ini, aku semakin tidak bisa berpaling darimu!"


Gemintang teringat dua tahun lalu dia dan Kristal menyempatkan pergi berdua ke London untuk liburan bersama dengan Sekar dan Thara. Tapi dirinya tidak tahu jika Krisna juga berada di London.


"Apa kamu keberatan jika foto ini tetap disini Mintang?"


Gemintang hanya terdiam. "Bukankah kamu sudah membawanya lama? Jadi simpan saja disini." Gadis itu pun keluar kamar.


***


Apartemen Michel dan Gemini di Palermo


Gemini sudah siap di tempat tidur dengan airpods di telinganya sambil mendengarkan laporan Steven dan Juan Pablo tentang kejadian malam ini di kantor PRC Group melalui panggilan teleponnya.


Malam ini Steven mendapatkan laporan ada pencuri yang berusaha mengambil beberapa dus berisikan keramik untuk lantai.


"CCTV kalian berjalan dengan baik kan?" tanya Gemini.


"Sangat baik Signora Lexington. Kami sudah menghubungi polizia dan mereka akan datang ... " Suara sirine membuat Juan Pablo menoleh. "Mereka sudah datang Signora."


"Tolong diurus ya Juan. Maaf aku tidak bisa kesana."


"Tenang saja Signora. Kami akan mengurusnya."


Gemini meraba mencari tempat airpods nya dan memasukkan kembali. Lalu gadis itu meletakkan ponsel dan airpods nya Diatas nakas sebelah tempat tidurnya.


Gemini merasakan gerakan seseorang naik ke atas tempat tidur di sebelahnya dan tahu bahwa itu Michel yang baru saja selesai bersih-bersih dan bersiap untuk tidur.


"Siapa yang menelpon malam - malam begini Gem?" tanya Michel yang melirik jam digital di nakasnya. Jam 1.30 malam.


"Steven dan Juan. Ada pencurian dus keramik yang akan dipasang besok."


"Polizia sudah kesana?"


"Sudah. Ini Steven dan Juan sedang membuat laporan." Gemini membenarkan posisi tidurnya dan menarik selimutnya. "Selamat malam Michel."


"Oh Michel..."


"Apa Gem?" tanya Michel sambil menatap wajah cantik istrinya yang tanpa make up.


"Bisakah kamu mencarikan guru untuk mengajari aku bahasa braille? Steven bilang dia bisa membuat laporan dengan huruf braille karena pamannya juga mengalami kebutaan karena glukoma padahal dia dosen tapi dia tetap bisa mengajar."


Michel mendengar ucapan Gemini dengan perasaan campur aduk. "Apa kamu yakin Gem?"


"Michel, aku hanya tidak bisa melihat sementara sampai Oom Joey, mas Samuel dan Oom Arga bisa menemukan cara aku bisa melihat kembali selain donor mata. Dan selama itu, otak dan panca indera lainku masih berfungsi dengan baik. Dan aku tidak bisa diam saja di rumah tanpa melakukan apapun!"


Michel memeluk Gemini erat. "Maafkan aku Gem..."


"Michel, aku sedang berusaha berdamai dengan keadaan aku jadi tolong jangan erat-erat peluknya, aku tidak bisa bernafas!" hardik Gemini sebal karena suaminya main peluk.


"Oh sorry Gem" ucap Michel sambil melepaskan pelukannya. "Akan aku carikan guru untukmu Gem. Dan aku berjanji akan mencari dokter terbaik untukmu."


Dan jika aku sudah melihat lagi, aku akan tinggalkan kamu, Michel.


"Besok aku akan meminta Jerome mencarikannya."


"Terimakasih. Selamat malam." Gemini kembali menarik selimutnya dan memejamkan matanya. Kecupan di keningnya membuat Gemini terkejut.


"Selamat malam Gemini. Ti Amo ( I love you )." Michel pun merebahkan tubuhnya dan entah sengaja atau tidak, tangan pria itu menggenggam tangan Gemini seolah tidak mau istrinya pergi membuat Gemini sebal.


Coba kalau kecelakaan itu tidak terjadi.. Akan beda ceritanya...


***


Kingaroy Queensland Australia rumah Krisna dan Gemintang


Pagi-pagi Gemintang sudah pergi ke Ranch Fathir dengan diantar Krisna yang sebenarnya masih mendapatkan libur karena baru masuk besok Senin.


Sesampainya di Ranch, Gemintang langsung menemui Fathir dan Jack, manager yang mengurus peternakan sapi perah dan potong. Fathir memang memperkerjakan setiap divisi dengan manajer masing-masing agar tetap fokus dengan bidangnya.


"Jadi ini kelompok sapi yang open ( bisa dibuahi ) dan ini kelompok sapi yang diduga sudah mulai hamil?" tanya Jack.


"Iya. Bagaimana kalau kita cek ulang? Data ini kan aku buat saat pemeriksaan terakhir sebelum pergi ke New York" jawab Gemintang.


"Oke. Kamu sudah semangat, jadi kenapa tidak sekalian kita periksa?" senyum Fathir.


Gemintang membuka tas dokternya dan mulai mengambil sarung tangan khusus untuk digunakan pemeriksaan hewan ternak.



Krisna hanya memperhatikan bagaimana Gemintang dengan semangat memeriksa sapi satu persatu yang sudah dikandang oleh para Stockmen di area peternakan sapi.


Wajah Istrinya yang tersenyum senang saat mengetahui datanya benar membuat Krisna berdesir dan pria itu semakin mencintai Gemintang.


Mau sampai kapan pun, aku tidak akan menalak kamu, Gemintang!


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️