
Hotel Langham Melbourne Australia
Krisna bangun dari lantai setelah kena bogem oleh Haris. Pria itu mengusap rahangnya yang lumayan sakit dan menatap Gemintang yang hanya melihatnya tanpa ekspresi. Haris masih dalam posisi bertarung sedangkan Freya memilih mendekati Gemintang dan memeluk putrinya.
“Kita sarapan diluar saja. Kamu sekalian mengurus wisuda kamu di kampus kan?” tanya Freya ke putrinya yang hanya mengangguk.
“Apa mobil yang saya pesan sudah siap?” tanya Haris ke manager hotel.
“Sudah siap Mr. Lexington.”
“Bagus. Ayo sayang” ajak Haris ke ketiga wanita yang dicintainya yang menghampirinya. Gemini dan Gemintang meletakkan makanan dan kopi yang dibawanya tadi diatas meja. Krisna menatap Gemintang yang acuh padanya bahkan dia langsung memalingkan muka tanpa perduli pada pria India itu.
“Mintang…” panggil Krisna.
*“Oh satu lagi, kamu segera kembali ke Kingaroy dan tidak usah menemani Gemintang wisuda karena sudah ada kami keluarga intinya*. Kamu hanya orang luar!” ucap Haris dingin ke Krisna yang masih menatap Gemintang.
Krisna memandangi kepergian keempat orang itu dengan perasaan sedih. Dirinya tidak menyangka kedua orangtua Gemintang tahu ulahnya di Singapura membuat putri mereka seperti terisolir dari pergaulan karena dianggap frigid.
“Aku melakukan ini karena aku sangat mencintaimu, Mintang. Aku tidak mau kamu menjadi milik orang lain…” bisik Krisna lirih.
“Apakah anda baik-baik saja tuan?” tanya manager hotel yang tidak tahu ada permasalahan apa antara menantu Ashley Sky dan pria berdarah India itu.
“No, saya tidak baik-baik saja…” Krisna pun meminta agar pihak hotel memberikan mobil yang bisa dia sewa sehari ini. Aku akan mengejar kamu dan memilikimu meskipun kedua orang tuamu atau pun keluarga besarmu menentang aku! Bagaimana pun caranya hingga mereka tidak bisa menolaknya! Mata coklat Krisna tampak berkilat seolah merencanakan sesuatu.
***
“Kenapa kamu tidak bercerita pada mommy kalau kamu mendapatkan perlakuan jahat seperti itu dari Shah Rukh khan abal-abal itu!” tanya Freya sambil memeluk Gemintang. Freya kini berada di kursi belakang bersama putri bungsunya sedangkan Haris menyetir ditemani Gemini. “Gemini juga! Kenapa tidak cerita sama mommy dan daddy? Mau kalian mommy ajak uji nyali!”
“Bukan begitu mommy tapi aku yang memintanya karena ada bagusnya aku lebih konsentrasi kuliahnya…” ucap Gemintang pelan.
“Iya tapi teman kamu hanya Barbara!” Freya menutup mulutnya. “ Maaf sayang, kamu pasti teringat anak itu ya…”
Gemintang hanya tersenyum sedih. Sahabatnya Barbara, meninggal saat mereka kuliah di semester enam karena kecelakaan pesawat dan sejak itu, Gemintang memilih tidak banyak bergaul dengan teman-teman kuliahnya. Mereka hanya berinteraksi soal kuliah tapi di luar itu, Gemintang lebih memilih menyendiri karena dirinya tidak suka ditatap aneh. Bahkan kesukaannya menyanyi di cafe pun terhenti semenjak Barbara meninggal karena bagi Gemintang hanya gadis itu yang membuatnya bisa membuatnya senang.
“Barbara sudah tenang di alam sana mommy…:
“Apakah selama itu si bocah India itu selalu mengganggumu, Mintang?” tanya Haris.
“Mom dan Dad tahu dari siapa?” tanya Gemini penasaran.
“Salah satu dosennya Mintang. Kami tidak sengaja bertemu di bandara Changi dan dia mengenali daddy. Kami bercerita dan dosenmu yang melaporkan kepada kami keadaan kamu selama berkuliah di Singapura.” Haris menatap putrinya dari spion. “Mintang, maafkan Daddy dan mommy yang tidak bisa melindungi kamu.”
Gemintang tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. “Tidak apa-apa Dad. Di Melbourne aku malah punya banyak teman baru. Jadi memang apa yang terjadi di Singapura, biar saja disana. Aku membuka lembaran baru disini.”
“Tapi Mintang, bagaimana bisa kamu bekerja dengan adanya Shalman Khan itu disana?” Freya menatap cemas ke putrinya.
“Tenang mommy. Namanya Krisna Rao, bukan Shalman Khan. Mommy ketularan Shinichi deh sukanya ganti-ganti nama orang” kekeh Gemintang. “Tempat kerja kami berbeda mommy. Aku lebih sering di kandang ataupun istal tempat para ternak berada. Nanti jika ijin membuka praktek aku sudah keluar dari pemerintah Australia, aku akan membuka praktek di ranch dan Oom Fathir sudah mengijinkan.”
“Area barat sedangkan rumah induk Oom Fathir sebelah timur dan aku sudah mendapatkan tempat dekat sana, ada pondok tidak terpakai. Kan kalian semua mau ke Kingaroy, nanti aku tunjukkan lokasinya” jawab Gemintang penuh antusias.
Haris dan Freya saling berpandangan. Setidaknya Gemintang sudah bisa mengatasi dengan bekerja sesuai dengan passionnya.
***
Keempat anggota keluarga Lexington menikmati kebersamaan mereka yang jarang terjadi semenjak semuanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Haris dan Freya semaksimal mungkin membuat kedua putrinya nyaman dan bahagia apalagi setelah ini Gemini kembali ke Palermo sedangkan Gemintang akan menetap di Kingaroy Queensland. Meskipun ada kekhawatiran dengan adanya pria yang membuat putrinya mengalami kejadian tidak menyenangkan selama kuliah di Singapura tapi kedua suami istri itu yakin putrinya bisa menjaga diri dan mereka akan berbicara secara pribadi dengan Fathir dan Fahira.
Haris dan Freya pun mengantarkan putrinya ke kampus untuk mengurus persiapan wisuda esok termasuk pengambilan jubah dan toga. Wajah Gemintang tampak sumringah melihat bagaimana dia termasuk mahasiswa yang mendapatkan suma cumlaude. Tentu saja Haris dan Freya bangga dengan putrinya yang bisa mengatasi semua permasalahannya dengan berprestasi di akademik.
“Alhamdulillah kamu dapat nilai memuaskan Mintang. Duh kalau Oma buyutmu masih ada, bisa pesta tuh! Secara kamu satu-satunya di keluarga Pratomo yang mengambil kedokteran hewan” gelak Freya.
“Iyakah mom?”
“Baru kamu lho yang mengambil kedokteran nyeleneh” ucap Freya.
“Sayang, mana ada kedokteran nyeleneh!” tegur Haris sambil teratawa.
“Lha gimana nggak nyeleneh pak Haris. Yang diperiksa bangsanya sapi, wedhus, pitik…” jawab Freya cuek.
“Ya Allah mom! Nggak sekalian pedet ( anak sapi ), gudel ( anak kerbau ), cemeng ( anak kucing )…” sahut Gemini sambil terbahak.
“Soyo ora jelas ( semakin tidak jelas )” gumam Haris sambil menggandeng Freya berjalan menuju mobil sedangkan kedua putri kembarnya cekikikan di belakang kedua orang tuanya meninggalkan kampus Gemintang.
Keempatnya pun masuk ke dalam mobil hitam yang disewa Haris selama di Melbourne lalu menuju jalan raya. Tanpa mereka ketahui, sebuah mobil bewarna biru navy mengikuti mereka. Di dalam mobil biru itu wajah Krisna Rao tampak mengeras karena dirinya merasa iri melihat kebersamaan Gemintang bersama dengan keluarganya tapi dia dianggap tidak berhak masuk ke dalam keluarga itu.
Krisna Rao mengemudikan mobilnya dengan tenang tapi matanya menatap tajam ke arah mobil yang dikendarai Haris itu.
Lihat saja Mr Haris Lexington. Gemintang mu akan menjadi milikku!
***
Yuuhuuu Up Malam Yaaaa
Cerita Gemini dan Gemintang memang ingin aku buat berbeda dari keluarga lainnya.
Agak berbau psikologis dan bawang bombay plus bawang goreng. ( entah kenapa lagi pengen beda genre )
Thank you for reading and support author
Don’t forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️