
Rumah Sakit Tokyo University Jepang
Michel menatap Gemini lekat dan memandang mata birunya yang membuatnya jatuh cinta setiap saat.
"Gem, apa... apa kamu bisa melihat?" tanya Michel dengan nada bergetar.
Gemini memegang dagu Michel yang dipenuhi rambut disana. "Pantas kamu membuat leherku gatal, ternyata brewokmu segini tebalnya. Cukur! Aku tidak suka brewokmu setebal ini!"
"Gem... Really, apa kamu bisa melihat...?" Michel menatap Gemini dengan wajah sumringah.
"Mrs. de Luca. Maaf, saya harus memeriksa mata anda dulu." Dokter Yamashita mengambil alat untuk memeriksa mata Gemini yang sedikit mengerjap akibat cahaya dari alat periksa itu. "Bagus... yang kanan juga bagus. Semuanya merespon dengan baik. Saraf yang rusak sudah mulai bergenerasi pasca operasi... Mrs de Luca, saya minta anda jangan terlalu dipakai untuk melihat ponsel atau iPad atau barang-barang elektronik yang membuat mata anda cepat lelah."
"Baik dokter... Ya Michel, Alhamdulillah aku sudah bisa melihat" senyum Gemini yang mendapat pelukan dari suaminya. Wanita itu bisa merasakan bagaimana tubuh besar itu bergetar karena menangis. "Dokter Yamashita, Domo Arigato..." ucap Gemini dengan mata berkaca-kaca.
"Bahkan anda sudah bisa menangis, berarti sudah perfect semua. Thanks God." Dokter Yamashita memegang tangan Gemini. "Anda sangat beruntung, Mrs de Luca. Meskipun operasi yang saya lakukan sangat delicate tapi kerusakan saraf di mata anda masih bisa dioperasi."
Michel melepaskan pelukannya dari Gemini. "Terimakasih dokter... terimakasih..." ucapnya sambil meraih tangan dokter Yamashita dan menyalami nya dengan semangat.
"Sama-sama Mr de Luca. Ingat Mrs de Luca, lihat yang alami dulu, jangan terpapar matahari langsung dulu karena masih penyesuaian. Saya tinggal dulu, dan jika ada keluhan atau rasa tidak nyaman, anda bisa menghubungi saya."
"Terimakasih Dokter" ucap Michel dan Gemini bersamaan.
Dokter Yamashita dan para asistennya pun pergi meninggalkan Michel dan Gemini yang tampak bahagia.
"Alhamdulillah... rasa bersalahku sudah hilang Gem. Aku.. Janjiku sudah aku buktikan..." Michel menatap mata biru itu lekat-lekat... Mata yang sudah kembali cahayanya.
"Alhamdulillah... Aku sudah takut saja tadi... Tapi kamu yang aku lihat pertama meskipun awalnya tidak fokus karena mataku kan tertidur hampir setahun... Dan ternyata... aku benci brewokmu!" gerutu Gemini kesal.
Michel terbahak. "Nanti aku cukur. Sekarang aku ingin memnciummu."
***
Ruang Kerja Dokter Yamashita
"Benarkah itu Goro?" Suara Joey Bianchi terdengar di telinga Dokter Yamashita.
"Iya Joey! Puji Tuhan, oeprasi keponakan kamu berhasil. Aku senang bisa membuat mata indah keponakan mu bisa melihat kembali."
Tidak ada suara di seberang tapi Dokter Goro Yamashita bisa mendengar suara Joey menangis emosional. "Thanks Goro."
"Hei, aku hanya melakukan yang aku bisa tapi semua itu tidak akan terwujud jika Tuhan tidak bersamaku dan memberikan kesempatan pada Gemini untuk bisa melihat lagi. Semua ini berkat Tuhan, Joey. Aku hanya sebagai perantara nya saja" senyum Dokter Yamashita.
"Kamu tidak tahu bagaimana aku sudah bingung menghubungi dirimu..."
"Maafkan aku sobat, tapi aku memang berada di daerah terpencil dan email dari Michel de Luca yang masuk secara massive yang membuat aku tergerak untuk melakukan operasi ini."
"Sekali lagi terimakasih Goro ..."
"Ngomong - ngomong kamu dimana sekarang Joey?"
"Kamar mayat! Salah satu medical examiner tidak bisa datang karena flu perut padahal ada kasus pembunuhan jadi aku yang ditunjuk oleh ipar aku. Sialan tuh Chris! Mentang-mentang dia kapten NYPD sekarang, main tunjuk iparnya!" gerutu Joey.
"Joey, bukankah kamu dari jaman kuliah sudah dikirim ke kamar mayat? Ingat?" gelak Dokter Yamashita.
Joey terbahak. "Aku seperti napak tilas."
"Enjoy Joey, dan jangan jadi detektif lagi ya!"
"Kalau itu aku tidak janji, Goro."
***
Keesokan harinya Freya dan Haris tiba di rumah sakit setelah Michel mengatakan bahwa operasi Gemini berhasil dan mata birunya sudah bisa melihat kembali. Tentu saja pasangan yang dikenal absurd, langsung memeluk putri sulungnya.
Keduanya tampak bahagia terutama Ashley dan Kristal yang mereka hubungi melalui FaceTime tapi Gemini masih harus memakai kacamata anti radiasi untuk berjaga-jaga jika terjadi komplikasi saat menerima cahaya dari ponsel atau iPad.
"Alhamdulillah... " ucap Kristal dan Ashley yang tampak terharu melihat cucu mereka sudah bisa melihat lagi.
"Kamu tahu Gem, opa sempat terpikir jika kamu gagal operasi nya, tunggu sampai opa tiada dan kamu bisa memakai mata opa" ucap Ashley dengan nada gemetar. Gemini dan Freya langsung menangis mendengar perkataan Ashley.
"Lho Daddy sempat kepikiran begitu Freya..."
"Opa, terimakasih..." Gemini tersenyum ke Ashley. Michel memeluk istrinya sambil mencium pucuk kepala Gemini.
"Michel, kamu jangan nakal sama Gemini, sebab..."
"Opa Ashley, saya tahu. Nanti saya akan ditodong pistol dan dikirim ke taman Lawang oleh mommy" potong Michel.
"Taman Lawang? Bukankah tempat itu sekarang terlantar?" tanya Kristal.
"Justru karena itu mom, makin banyak penghuninya" cengir Fryea. "Kemarin aku bersama tim ghost Hunters dari Amerika yang datang ke Jakarta, pada kesana. Wuuuiiiihhhh, ramai lho! Semua bentukan ada!"
Semua orang yang berada di ruang rawat Gemini hanya bisa melongo.
"Haris! Apa janji kamu dengan Opa Javier?" hardik Ashley kesal.
"Maaf Dad, sampai punya anak sebesar gaban, saya masih tidak mampu melarangnya..." keluh Haris lesu.
"Lho, aku kan stress memikirkan dua anakku. Bertemu dengan para teman-teman aku yang sealiran dan satu server, membuat rasa galauku agak hilang" kilah Freya.
Ashley dan Kristal hanya menggelengkan kepalanya.
***
Uccle Belgia
"Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah, kamu bisa melihat lagi Gem" seru Gemintang bahagia mendengar kabar baik kembarannya. Keduanya sedang melakukan panggilan telepon.
"Alhamdulillah... aku bisa melihat suamiku yang makin jelek karena brewok nya sampai sekarang belum dicukur!" sindir Gemini pedas.
"Nanti aku cukur Gem!" protes Michel terdengar dari seberang yang membuat Gemintang cekikikan.
"So, apa kamu langsung kembali ke Palermo?" tanya Gemintang.
"Kata dokter Yamashita masih harus menunggu dua Minggu observasi baru nanti aku bisa kembali ke Palermo. Aku sudah tidak sabar menjewer si Steven! Kamu tahu Juan Pablo laporan kalau anak itu salah kalkulasi gara-gara mabok! Minta aku tendang ke gunung Etna!"
Gemintang tertawa, kakaknya sudah kembali ceria kembali.
"Kamu gimana Mintang? Sudah di Uccle?"
"Sudah dan Arsya kelayu ingin ikut tapi dibujuk sama mbak Zee kalau akhir pekan akan menginap disini, baru mau deh kasih ijin aku pergi."
"Pasti ajarannya Shinchan penuh drama" kekeh Gemini.
"Tentu saja." Suara Gemintang terhenti ketika membaca pesan di emailnya melalui MacBook nya.
Gemini yang merasakan ada sesuatu yang mengganggu adiknya, langsung ada rasa tidak enak. "Mintang... ada apa?"
"Krisna menandatangani surat cerai kami di depan Nelson... Kami resmi bercerai, Gem..." ucap Gemintang sedih. Kemana rasa senang itu?
"Mintang... "
"Aku dan Krisna sudah berpisah, Gem..."
***
.
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️