
Kingaroy Queensland Australia
Krisna akhirnya membuatkan spaghetti bolognese untuk menu makan malam dirinya dan Gemintang. Pria itu lalu membawa piring berisikan spaghetti ke ruang tengah dimana Gemintang asyik bekerja sambil duduk di atas karpet tebal, bersandar di sofa dan mengenakan airpods di telinganya.
"Mintang..." Krisna menyentuh bahu istrinya pelan membuat Gemintang mendongakkan kepalanya.
"Apa?" Gemintang Melepaskan airpods nya dan menyimpan di dalam kotaknya.
"Kamu mau juice anggur atau air putih? Ini aku sudah membuatkan spaghetti buat makan malam."
"Dua-duanya. Terimakasih."
Krisna mengangguk dan kembali menuju dapur untuk mengambil minuman yang diminta Gemintang. Dirinya sendiri memilih membawa diet coke.
Gemintang masih memasukkan data breed ketika Krisna duduk di sebelahnya Diatas karpet bukannya di sofa.
"Makan dulu Mintang baru nanti lanjut bekerja lagi."
Gemintang mengambil sepiring spaghetti yang diberikan Krisna. "Tidak kamu tambahkan apa-apa kan disini ataupun di minuman aku kan?"
Krisna melongo mendengar ucapan istrinya. "Apakah kamu selalu mencurigai aku sedemikian rupa, Mintang?" Gemintang mendengar nada terluka dan tersinggung dari Krisna.
Mungkin aku keterlaluan tapi ini belum seberapa dibandingkan apa yang dia lakukan dulu!
"Mbok menowo ( siapa tahu )" jawab Gemintang cuek.
"Kamu bilang apa?"
"Bisa jadi kan? Dengar Rao, meskipun kamu berusaha baik dan memperbaiki hubungan kita, tetap saja aku tidak akan menganggap itu suatu kebaikan darimu."
"Sampai segitunya kamu memendam dendam dan amarah padaku Mintang?"
"Pikir saja sendiri bagaimana rasanya menjadi aku dari sejak kuliah di Singapura sampai aku harus terjebak stigma semua orang bahwa aku frigid. Bukankah kamu itu dengan sengaja menjatuhkan karakter aku? Bagaimana aku bisa menyangkal jika tidak ada pria yang mau dekat denganku, apalagi yang jahat di media sosial sampai aku memilih memprivatisasi akun Instagram aku. Apa kamu sadar kerusakan yang kamu ciptakan? Ditambah kamu menjebak aku di Palermo." Gemintang mencicip spaghetti buatan Krisna. "Spaghetti mu enak tapi aku sudah tidak berminat untuk makan. Terimakasih. Selamat malam."
Gadis itu membereskan semua barang-barangnya dan masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintunya. Krisna menatap dengan rasa amarah di dada dan melemparkan hiasan dari perunggu ke tembok hingga bolong. Pria itu berdiri dan mengetuk pintu istrinya.
"Mintang! Aku harus berbuat apalagi agar kamu mau memaafkan aku!" teriak Krisna di depan pintu.
"Talak aku!" balas Gemintang dari balik pintu.
"Tidak akan pernah! Dengar Mintang, sampai kapanpun aku Krisna Rao tidak akan pernah menalak Gemintang Pramastri Sky Lexington! Kamu dengar itu Mintang? TIDAK AKAN PERNAH! KARENA KAMU HANYA ISTRIKU SATU - SATUNYA! INGAT! SATU-SATUNYA!" bentak Krisna dengan emosi meluap-luap. "Karena hanya kamu wanita yang aku cintai, Mintang..."
Gemintang yang berdiri di depan pintu hanya bisa mengelus dadanya yang sesak. Tanpa sadar air matanya mengalir. Ya Allah, sakit rasanya...
Gadis itu merasakan sakit kepalanya datang lagi dan mencari obat dari Haura. Setelah mendapatkan, Gemintang lalu meminumnya dan dia bersyukur sempat membeli lemari khusus makanan dan disana ada banyak camilan serta roti. Gemintang memakan roti isi coklat dan minum air putih untuk menenangkan hatinya.
Apakah aku akan tidur seharian lagi? Sepertinya tidak karena obat dari Oma Haura hanya aku minum seperempatnya.
Gemintang menatap pintu kamarnya. Sudah aku kunci kan? Gadis itu pun memeriksa kembali lalu menghubungi Omanya.
"Gemintang, apa sakit kepalamu kumat lagi? Apa Krisna membuatmu migrain? Sejak kamu kuliah di Singapura, kamu mengalami sering mengalami migrain dan ternyata sumbernya suami kamu?" tanya Haura setelah saling menyapa.
"Sedikit Oma. Aku minum obat dari Oma seperempat dan apakah aku akan tidur seharian seperti biasa?"
"Mintang, jam berapa di Kingaroy?"
"Jam setengah delapan malam Oma."
"Kalau kamu minum seperempatnya dan kamu mulai tidur jam delapan, kamu akan bangun pagi seperti biasanya tidak seperti kalau kamu minum setengah atau satu tablet."
"Alhamdulillah Oma. Jadi aku bisa bangun seperti biasanya soalnya besok aku harus ke Oom Fathir untuk membawa daftar sapi-sapinya."
"Sapi? Astaghfirullah Mintang, dasar dokter sapi" gelak Haura. "Itu Bayu yang bilang lho ya."
Gemintang tertawa. "Oma, aku sudah mulai mengantuk..."
"Tidur saja Mintang. Oma selalu berdoa kamu akan mendapatkan kebahagiaan dan kesembuhan suatu saat nanti."
"Terimakasih Oma."
***
Aku salah Mintang tapi aku juga tidak ingin melepaskanmu. Jika aku yang membuat kamu sakit, maka aku yang akan membuatmu sembuh. Tapi tidak dengan menalakmu! Sampai kapanpun kamu tetap istriku!!
Krisna Rao pun berjalan kembali masuk ke dalam rumah karena tadi dia memilih menenangkan diri dan pikiran di luar dengan merokok hingga tidak sengaja mendengar suara Gemintang.
Dilihatnya dua piring spaghetti buatannya dan satunya yang hanya dimakan sedikit oleh istrinya. Bagaimana kalau nanti dia kelaparan tengah malam? Bukankah dia minum obat?!
Krisna mengambil kunci cadangan kamar Gemintang dan mencoba membukanya tapi tidak berhasil karena kunci milik istrinya masih menempel di lubang kunci. Krisna mengambil sebuah kawat dan mencoba mendorong kunci itu. Setelah terdengar suara kunci jatuh, Krisna lalu membuka kamar istrinya dengan kunci cadangan.
Dilihatnya Gemintang sudah terlelap dengan selimut menutupi tubuhnya. Krisna mengambil kursi dari meja rias dan meletakkan di depan Gemintang. Pria itu lalu duduk di hadapan istrinya dan mulai mengelus rambut pirang tebal itu.
"Aku minta maaf Mintang... Aku benar-benar minta maaf..." Mata Krisna menjadi basah setelah mengucapkan permintaan maaf berulang ke Gemintang.
Dan semalaman Krisna memilih tidak tidur dan tetap menatap wajah cantik istrinya.
***
Apartemen Michel dan Gemini di Palermo
Michel masih memeluk Gemini erat dan istrinya bisa merasakan detak jantung suaminya yang berdebar kencang.
"Michel..."
"Ya Gem?"
"Apakah jantung mu baik-baik saja?" tanya Gemini.
Michel melepaskan pelukannya dan menatap wajah Gemini bingung. "Jantungku baik-baik saja Gem. Kenapa?"
"Kenapa aku merasakan detaknya kencang?"
"Karena aku memeluk dirimu Gem. Aku sangat senang bisa memelukmu meskipun aku juga cemas jika kamu tiba-tiba membanting aku."
"Memangnya kenapa kalau aku membanting dirimu?" Gemini merasa bingung kenapa harus membanting Michel tanpa pasal yang jelas.
"Karena aku hanya mengenakan handuk tanpa apapun dibaliknya..." bisik Michel di sisi telinga Gemini membuat bibir istrinya menganga.
Gemini memukul dada Michel kesal. "Meshum!"
Michel tertawa. "Untung kamu tidak bisa melihat, Gem. Bisa kacau..."
"Micheeelll!"
***
Michel de Luca memilih berdiri di balkon apartemen nya yang menunjukkan indahnya pemandangan laut Tyrrhenian yang sayangnya Gemini tidak bisa melihatnya. Pria yang sekarang hanya mengenakan celana jeans tanpa baju itu menunggu istrinya selesai mandi.
Bang Michel, pakai baju dulu kenape
Suara dering ponselnya membuat Michel mengambil dari atas nakas dekat tempat tidurnya.
"Halo? ... Dimana? ... Aku akan kesana."
Suara pintu kamar mandi terbuka membuat Michel menoleh dan tampak Gemini berjalan sambil meraba tembok membuat suaminya bergegas menghampiri istrinya.
"Sayang, aku harus pergi sebentar. Urusan pekerjaan. Kamu disini bersama Xena dan Nora ya?"
"Iya Michel. Apa ada masalah di kebun anggur?"
"Begitulah."
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️